Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Akibat Kesurupan Massal, Pelajar SD di Cipayung Dipulangkan Lebih Awal

Sejumlah murid di Sekolah Dasar Negeri Munjul, Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, diduga mengalami kesurupan, Senin (29/1/2024) pagi.

Kejadian bermula ketika seorang murid berteriak saat sedang upacara. Sehingga menimbulkan reaksi yang sangat beragam, mulai dari berteriak, diam, hingga lemas dan menciptakan situasi yang tak kondusif di lapangan.

Beruntungnya, para guru segera mengambil langkah-langkah cepat untuk menenangkan psikologis murid yang diduga mengalami kesurupan Orangtua murid juga segera dihubungi untuk datang ke sekolah. Namun, karena keadaan semakin tak kondusif, pihak sekolah memutuskan untuk memulangkan para murid ke rumahnya masing-masing.

Seperti apa informasi selengkapnya? Berikut Popmama.com telah merangkumnya lebih lanjut.

1. Pihak sekolah sudah mengambil keputusan tegas dan cepat tanggap saat kejadian berlangsung

Pihak sekolah mengambil keputusan tegas dengan memasukkan murid yang tidak mengalami kesurupan ke kelas masing-masing. Sementara itu, beberapa murid yang diduga kesurupan ditenangkan di ruang guru. Orangtua dari para murid tersebut juga dihubungi untuk segera datang ke sekolah.

Meskipun demikian, karena suasanya yang menjadi tidak kondusif, dan atas pertimbangan kondisi psikologis dari para murid.

Pihak sekolah memutuskan untuk memulangkan para murid lebih awal untuk beristirahat dan menenangkan diri, sehingga dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan normal di esok hari.

2. Langkah-langkah pendampingan sudah disiapkan

Kabid SD Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Salikun mengungkapkan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah langkah agar para murid tidak ketakutan. 

Penanganan dengan melibatkan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta akan mulai dilakukan pada Selasa (30/1) saat kegiatan belajar kembali dimulai.

"Besok pembelajaran berlangsung normal. Kami sudah menyiapkan pembekalan untuk guru-guru agar psikologis anak senyaman mungkin," ujar Salikun.

Langkah-langkah yang sudah disiapkan, di antaranya sebelum kegiatan belajar dimulai para guru akan mengajak anak untuk bernyanyi dan bermain agar mereka merasa nyaman. Hal ini sudah dibahas Dinas Pendidikan DKI Jakarta dengan pihak sekolah, usai para murid dipulangkan lebih awal karena kasus dugaan kesurupan massal itu.

"Kebetulan di jam pelajaran pertama besok senam. Jadi senam biar santai, semua guru mendampingi peserta didik. Agar mereka (anak-anak) melihat ada orang dewasa di tengah mereka," katanya.

Salikun juga mengatakan akan lebih memfokuskan kegiatan pembelajaran dengan pendampingan agar anak-anak tidak terkena dampak buruk akibat peristiwa tersebut.

3. Kesurupan yang dialami diduga bersifat keyakinan

Salikun menegaskan bahwa kesurupan ini lebih bersifat keyakinan ketimbang ilmiah. Kejadian ini menjadi tidak kondusif dikarenakan reaksi para murid saat upacara bendera sangat beragam, mulai dari berteriak, diam, hingga lemas karena diduga para murid sangat ketakutan. 

Pihak sekolah berharap bahwa setelah insiden tersebut, anak-anak tidak akan mengalami dampak psikologis lebih lanjut dan dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya penanganan yang cepat dan berbasis psikologis dalam menghadapi situasi darurat di sekolah, dengan fokus pada kesejahteraan mental dan emosional anak-anak.

Editorial Team