Orangtua mempunyai peran penting dalam membangun kepribadian anak di masa depannya. Mama dan Papa bertugas mengoptimalkan segala tumbuh kembang anak. Mulai dari kemampuan berpikir, bersosialisasi, bersikap, bertindak, hingga membangun mental yang kuat.
Salah satu kewajiban orangtua adalah mengajarkan budi pekerti dan teladan kepada si Kecil. menurut Kamus akbar Bahasa Indonesia (KBBI) budi pekerti ialah suatu tingkah laku, akhlak, tabiat, perangai.
Budi pekerti juga diartikan sebagai kesadaran perilaku atau perbuatan seseorang terhadap orang lain.
Mama dan Papa semestinya sudah menanamkan dan mengajarkan budi pekerti ke si Kecil sejak usia dini. Pembelajaran ini meliputi nilai-nilai tentang tata krama, bertanggung jawab, disiplin, jujur, tolong menolong, saling membantu, hingga perilaku 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun).
Tujuan pembelajaran budi pekerti ini guna membentuk watak, kepribadian, dan perilaku terpuji yang nantinya anak terapkan di dalam kehidupan sosialnya. Dengan begitu, anak akan lebih diterima di dalam kehidupan bermasyarakat karena ia mampu memperlakukan setiap orang dengan baik.
Kelalaian orangtua yang tidak menanamkan nilai luhur tersebut berimbas pada perilaku menyimpang yang sangat mungkin terjadi pada si Kecil. Misalnya saja peristiwa anak kecil curi tas pasangan muda di Bekasi.
Begini ulasan Popmama.com tentang tragedi tersebut yang bikin geleng-geleng kepala.
