Di era digital, layar hadir di mana-mana sehingga anak mudah menghabiskan terlalu banyak waktu di depan ponsel atau tablet. Padahal, mengurangi screen time membawa banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental anak yakni menurunkan risiko mata lelah, sakit kepala, serta memperbaiki postur tubuh. Pembatasan ini juga membantu meningkatkan kualitas tidur, fokus, dan memberi lebih banyak kesempatan bagi anak untuk aktif bergerak.
Tak hanya itu, minimnya paparan layar dapat membantu mengurangi risiko kecemasan dan depresi, sekaligus mendukung perkembangan keterampilan sosial, kreativitas, dan kecintaan anak terhadap lingkungan sekitar.
Agar pengaturan screen time lebih efektif, orangtua perlu menetapkan batas penggunaan yang jelas dan konsisten sesuai usia anak. Sistem earn screen time bisa diterapkan, misalnya anak mendapat waktu bermain ponsel atau tablet setelah menyelesaikan tugas atau aktivitas fisik. Orangtua juga dapat membuat zona bebas gawai di meja makan atau kamar tidur, memberi contoh penggunaan gadget yang sehat, serta mendorong anak lebih banyak berinteraksi, bermain bersama teman, dan sesekali menikmati rasa bosan untuk melatih kemandirian serta kreativitas.
Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.
