Dalam mendidik anak tidak seharusnya orangtua melakukan kekerasan. Mendidik anak dapat dilakukan tanpa harus melakukan kekerasan seperti memukul maupun berteriak.
Adanya tingkat kekerasan pada anak merupakan sebuah masalah dengan tingkat yang paling tinggi saat ini. Munculnya masalah dari berbagai ruang lingkup masyarakat, terutama dari lingkungan keluarga yang menjadi faktor utama terjadinya kekerasan pada anak.
Orangtua sering melakukan kekerasan pada anak umumnya karena alasan sederhana, seperti kemarahan, rasa kecewa hingga pelampiasan dari ego orangtua yang dikenakan kepada anak atau objek yang lemah tanpa alasan yang mendasar.
Seharusnya, sebagai orangtua tentu harus menjadi tempat pertama dan yang utama bagi anak untuk berlindung.Orangtua selalu berlandaskan mendidik kedisiplinan pada anak untuk melakukan kekerasan, padahal tindakan tersebut sebenarnya kurang tepat.
Melakukan kekerasan pada anak justru akan membuat anak menjadi penakut, tidak percaya diri, menjadi tertutup, sulit percaya pada orang bahkan dapat mengganggu kesehatan mental anak.
Stop melakukan kekerasan pada anak merupakan tindakan yang harus dilakukan oleh orangtua. Ubah cara mendidik anak dengan lebih baik tanpa harus melibatkan kekerasan.
Cara mendidik anak pada zaman dulu dengan sekarang tentu berbeda. Maka memerlukan beberapa perubahan dalam mengurus anak. Salah satunya adalah berdiskusi pada anak, bicarakan dengan anak secara baik serta coba dengarkan keluh kesah atau pendapat anak yang mungkin terpendem selama ini.
Lalu, apa alasan orangtua harus berhenti melakukan kekerasan pada anak? Berikut Popmama.com sudah merangkum alasan kenapa orangtua harus stop kekerasan pada anak.
