Bagaimana Cara Membuat Anak Keras Kepala agar Menurut pada Orangtua?

Cara ampuh menghadapi anak yang keras kepala bukan dengan marah atau membentak mereka.

14 September 2021

Bagaimana Cara Membuat Anak Keras Kepala agar Menurut Orangtua
Freepik/peoplecreations

Proses membesarkan anak tidaklah mudah. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Mama dan Papa. Apalagi jika anakmu memiliki sifat keras kepala dan senang membantah. 

Mendidik anak yang keras kepala atau suka melawan terkesan sulit. Anak-anak rasanya senang sekali mengabaikan perintahmu, sering emosi hingga marah, suka mengatur dan menjalankan hidupnya sesuai kemauan meraka sendiri. Padahal sebenarnya Mama punya maksud yang baik dengan memberikan anak-anak masukan atau batasan. 

Dalam menanggapi anak dengan sifat ini, kamu sebaiknya tidak menunjukan sikap keras seperti mereka, atau bahkan sampai meluapkan emosi dengan marah-marah. Tindakan ini tidak dapat membantu Mama mengubah sifat si Anak. Sebaliknya, ini akan mendorong anak mempertahankan sikap keras kepalanya. 

Mama perlu memahami, anak-anak memiliki sikap ini sebagai bentuk bentuk penolakan mereka terhadap sesuatu yang bertentangan dengan kemauan mereka. Melalui sifat tersebut, sebenarnya anak belajar mengenai kebebasan dan batasan-batasan perilaku yang dapat diterima ataupun yang tidak.

Tapi tenang saja, Ma. Sebab Popmama.com telah merangkum informasi yang kamu butuhkan mengenai cara membuat anak keras kepala mau menuruti orangtua. 

1. Mendengarkan pendapat dan kemauan si Anak

1. Mendengarkan pendapat kemauan si Anak
Freepik/Pch.vector

Setiap masalah yang terjadi dengan anak-anak di rumah sebenarnya dapat diatasi dengan komunikasi yang baik. Termasuk dalam menghadapi anak mama yang memiliki sikap kerasa kepala. 

Kerap kali, anak menunjukkan sikap ini karena mereka merasa tidak nyaman atau merasa bosan terlalu dikekang di rumah. Mama boleh kok, mengajak anak berkomunikasi mengenai hal ini. 

Biarkan anak mengungkapkan apa yang mereka rasakan dan alami. Anak-anak yang keras kepala juga cenderung memiliki pendapat yang kuat dan senang berdebat agar keinginannya terpenuhi. Lakukan komunikasi dengan saling mendengar perkataan satu sama lain tanpa memberikan dugaan yang belum tentu benar. 

2. Terhubung dengan mereka dan tidak memaksa

2. Terhubung mereka tidak memaksa
Pexels/Ketut Subiyanto

Ketika Mama memaksa anak melakukan sesuatu, mereka mungkin memberontak dan melakukan hal-hal lain yang seharusnya tidak dilakukan. 

Kamu dapat mencoba terhubung dengan anak-anak dan memahami mereka. Contohnya, melarang anak-anak tidak bermain hp sampai malam tidak akan membantu. Cobalah untuk mendekati si Anak dan bertanya apa yang mereka mainkan. 

Ketika Mama dapat menunjukkan rasa peduli, anak-anak juga akan memberikan respon yang baik karena merasa terhubung denganmu, 

Editors' Picks

3. Berikan mereka pilihan

3. Berikan mereka pilihan
choice.com

Anak-anak yang keras kepala memiliki keinginan untuk mengatur kehidupan mereka sendiri. Perintah atau saran yang Mama dapat menjadi pemicu emosi anak. 

Tidak salah jika Mama memberikan mereka beberapa pilihan dalam mengambil keputusan. Seperti membiarkan anak memilih jam makan mereka, pakaian yang ingin mereka kenakan, dan lainnya. Cara ini akan membantu anak merasa memiliki kendali atas hidup mereka.

Ingat juga, pastikan selalu memberikan anak pilihan yang berujung pada hal yang baik. Semisal di luar hujan, anak mama dapat memilih mau membawa payung lipat atau payung besar. Jadi apapun yang anak mama pilih, akhirnya mereka tidak kehujanan di jalan. 

4. Hindari berkata tidak terlalu sering

4. Hindari berkata tidak terlalu sering
peacefulkids.com.au

Kita tahu bahwa keinginan setiap anak tidak selamanya dapat terpenuhi. Itulah mengapa kata "tidak" dibutuhkan untuk mengenalkan mereka pada realita hidup sehari-hari. 

Namun tidak selamanya Mama dan Papa perlu menolak dan melarang anak melalui kata tersebut. Hal ini dapat berakibat pada tumbuhnya sikap keras kepala anak, bahkan cenderungmemberontak. 

Ubah setiap perkataan atau larangan yang bersikap negatif menjadi kata dengan makna yang positif. Daripada melarang anak dengan kata, "Jangan bermain terlalu lama", Mama dapat mengatakan, "Kamu boleh bermain selama 1 jam". 

5. Hadapi anak dengan tenang

5. Hadapi anak tenang
Freepik/jcomp

Hal utama dalam menghadapi anak yang keras kepala ialah menunjukkan sikap yang tenang dan sabar. 

Sikap marah, berteriak, atau membentak hanya akan memperburuk keadaan dan membuat si Anak menjadi semakin melawan. Atau bahkan mencontoh sikapmu ketika mereka merasa kesal. 

Lakukan juga kegiatan yang dapat membantu Mama dan Papa dalam menenangkan diri sendiri. Kegiatan-kegiatan seperti meditasi, olahraga, mendengarkan musik, atau lainnya dapat membantumu lebih tenang di situasi yang berat. 

6. Tetapkan peraturan dan konsekuensi bersama

6. Tetapkan peraturan konsekuensi bersama
Freepik/Prostooleh

Anak-anak tidak dapat menghilangkan sikap keras kepalanya sendirian. Mereka membutuhkan bantuan dari Mama dan Papa, salah satunya melalui peraturan dan rutinitas yang kalian tetapkan bersama. 

Memang, anak-anak yang keras kepala tidak mau diatur. Tetapi kamu tetap perlu menetapkan aturan dan regulasi bagi mereka. Mintalah anak untuk membantu memberikan masukan terhadap konsekuensi dari aturan yang kalian buat dan bagaimana mereka mau menjalankannya. 

Terikat ke jadwal dan peraturan dapat membantu anak bersikap lebih baik. Konsekuensi yang ditetapkan sendiri membantu anak untuk mau menaatinya tanpa rasa keterpaksaan atau tidak nyaman.

7. Berikan contoh yang baik

7. Berikan contoh baik
Shutterstock/Sushiman

Sebelum Mama mengajar si Anak cara mengendalikan sikap keras kepala mereka. Ada baiknya kamu terlebih dahulu memberikan contoh yang baik. Karena salah satu penyebab anak memiliki sifat ini karena pola asuh dna sikap orangtua yang sama. 

Ketika anak-anak menunjukkan emosinya melalui amarah, biasakan untuk tidak menanggapinya dengan cara yang sama. Ini akan memberikan anak contoh yang buruk dan mendorong mereka untuk melakukan hal serupa. 

Sebaiknya, cobalah bicarakan bagaimana perasaan mereka ketika merasa kesal karena, hal-hal apa yang membuat anak merasa tidak nyaman. Mungkin saja peraturan atau nasihat yang kamu berikan tanpa disadari menganggu mereka.

Oh ya, cara-cara positif dalam mendidik anak seperti pelukan, bahasa yang halus dan sopan juga dapat membantu Mama meluluhkan hati anak-anak yang keras kepala. Semoga membantu. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.