Kumpulan Hadis Kejujuran untuk Diajarkan ke Anak

Kejujuran dapat mendatangkan kebaikan, Ma

21 September 2020

Kumpulan Hadis Kejujuran Diajarkan ke Anak
Unsplash/National Cancer Institute

Kejujuran adalah sikap yang perlu ditanamkan sejak dini. Jadi, sebaiknya orangtua mengajarkan hal ini pada anak-anak.

Baik kejujuran dalam perkataan, maupun perbuatan. Kejujuran akan membawa kebaikan di dunia maupun akhirat, Ma.

Seperti yang telah dijelaskan dalam Al-Quran, disebutkan bahwa orang-orang jujur akan memperoleh nikmat besar dan akan dijamu oleh Allah SWT bersama para nabi, syuhada, dan orang-orang saleh (An-Nisa': 69). 

Selain itu, ada pula hadis-hadis yang menerangkan tentang kejujuran. Berikut Popmama.com jelaskan kumpulan hadits tentang kejujuran untuk diajarkan ke anak.

1. Kejujuran membawa kebaikan

1. Kejujuran membawa kebaikan
Unsplash/Bermix Studio

Dari Abdullah Ibnu Mas'ud, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Hendaknya kamu selalu jujur karena kejujuran itu akan membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu akan membawa ke dalam surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi, siapa pun yang senantiasa berbuat jujur akan dinilai sebagai kebaikan yang dapat menuntun hingga ke surga. 

Editors' Picks

2. Kejujuran menciptakan ketenangan

2. Kejujuran menciptakan ketenangan
Unsplash/Annie Spratt

Dari Abu Muhammad Al Hasan Bin Ali ra, Ia berkata, Aku menghafal hadis dari Rasulullah SAW, yaitu: “Tinggalkanlah olehmu apa saja yang kamu ragukan dan beralihlah kepada yang tidak kamu ragukan. Sesungguhnya kejujuran itu ketenangan dan kedustaan itu kebimbangan.” (H.R. Tirmidzi)

Perkataan maupun perilaku yang penuh kejujuran akan menentramkan hati dan menciptakan kedamaian dalam hidup.  

3. Kejujuran menunjukkan jalan ke surga

3. Kejujuran menunjukkan jalan ke surga
Unsplash/Harli Marten

Berlaku jujur dalam kehidupan mungkin saja akan dipenuhi tantangan atau godaan. Namun, orang yang senantiasa hidup dalam kejujuran akan mendapatkan balasan yang pantas, yaitu indahnya surga. 

Sebagaimana yang diterangkan dalam hadis berikut ini:

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah kamu berlaku jujur karena kejujuran menuntunmu pada kebenaran, dan kebenaran menuntunmu ke surga. Dan senantiasa seseorang berlaku jujur dan selalu jujur sehingga dia tercatat di sisi Allah SWT sebagai orang yang jujur. Dan hindarilah olehmu berlaku dusta karena kedustaan menuntunmu pada kejahatan, dan kejahatan menuntunmu ke neraka. Dan seseorang senantiasa berlaku dusta dan selalu dusta sehingga dia tercatat di sisi Allah SWT sebagai pendusta.” (H.R. Muslim)

4. Tidak jujur termasuk dalam golongan munafik

4. Tidak jujur termasuk dalam golongan munafik
Unsplash/Annie Spratt

Orang yang tidak jujur (berdusta) akan dicatat sebagai keburukan atau kejahatan di sisi Allah SWT dan mendapatkan balasan neraka. Selain itu, seorang pendusta juga termasuk ke dalam golongan orang-orang yang munafik. 

Hal ini dijelaskan dalam hadis yang artinya:

“Tanda orang munafik itu ada tiga, jika berkata dia berdusta, jika berjanji dia mengingkari, dan jika diberi amanah dia khianati.” (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

5. Mengajarkan kejujuran pada Si Kecil

5. Mengajarkan kejujuran Si Kecil
Unsplash/National Cancer Institute

Ada banyak cara yang dapat Mama dan Papa lakukan dalam mengajarkan kejujuran pada Si Kecil. Namun, diperlukan sebuah proses dan tentu saja kesabaran. 

Mama bisa memulainya dengan melatih anak untuk berani mengakui kesalahan. Kemudian, mengajarkan anak untuk selalu terbuka satu sama lain dalam keluarga.

Kebiasaan ini dapat melatih kejujuran dalam anak, Ma. Beri penjelasan juga bahwa Tuhan Maha Melihat dan Mengetahui sehingga kejujuran sangat penting dalam kehidupan. 

Beri penjelasan tentang nikmatnya kejujuran. Misalnya, hati menjadi lebih tenang dan tentram, mendapatkan pahala, serta mendatangkan kebaikan. Baik di dunia maupun akhirat. 

Itulah kumpulan hadits tentang kejujuran dan cara sederhana mengajari anak berperilaku jujur. Yuk, latih anak Mama dan Papa untuk selalu jujur dalam perilaku juga perkataan! 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.