7 Manfaat Mengajarkan Anak Meyakini Hari Kiamat

Memotivasi si Kecil untuk selalu berbuat kebaikan

14 September 2020

7 Manfaat Mengajarkan Anak Meyakini Hari Kiamat
Pexels/Candid Shots

Sebagaimana dalam rukun iman, mengimani Hari Akhir (kiamat) adalah wajib bagi setiap umat Islam. Beriman pada Hari Akhir berarti percaya bahwa seluruh alam semesta beserta seisinya akan binasa dan kehidupan akhirat yang kekal akan terjadi.  

Keyakinan terhadap Hari Akhir perlu ditumbuhkan sejak dini. Jadi, sudah menjadi tugas orangtua untuk mengajarkan anak-anak beriman kepada Hari Akhir. 

Terlebih, ada banyak manfaat yang akan didapatkan jika anak meyakini datangnya Hari Akhir, Ma. Lebih lanjut, berikut Popmama.com jelaskan manfaat beriman pada Hari Akhir.

1. Mengajarkan anak untuk rajin beribadah

1. Mengajarkan anak rajin beribadah
Pexels/Abdullah Ghatasheh

Ketika Hari Akhir datang, seluruh alam semesta dan seisinya hancur. Kemudian, manusia akan menjalani kehidupan yang sesungguhnya, yaitu akhirat. 

Pada saat itu juga, seluruh umat Islam akan dimintai pertanggungjawaban selama hidup di dunia. Hal ini dinyatakan dalam Al-Quran surat Al-Anbiya ayat 47.

Allah SWT berfirman yang artinya:

"Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan."

Jadi, apabila Mama dan Papa mengajari anak untuk yakin terhadap Hari Akhir, maka si Kecil akan rajin dalam beribadah.

Anak pun taat menjalani segala kewajiban dan menjauhi perbuatan dosa. Mengingat akan adanya pertimbangan amal baik dan buruk pada Hari Akhir kelak. 

2. Mengajarkan anak untuk berbuat baik pada sesama

2. Mengajarkan anak berbuat baik sesama
Pexels/RODNAE Productions

Tak hanya rajin memperbanyak amalan yang bernilai pahala, meyakini Hari Akhir juga dapat mengajarkan anak untuk berbuat baik terhadap sesama.

Misalnya, saling menghargai satu sama lain dan suka menolong. Baik terhadap anggota keluarga yang lain, teman, atau orang lain di lingkungan sekitar. 

Umat Islam yang berbuat baik pada sesama akan dicintai Allah SWT dan kebaikan atau kejahatan sekecil apapun akan mendapatkan balasan. 

Sebagaimana dalam Al-Quran, surat Az-Zalzalah ayat 7–8 yang artinya:

"Barangsiapa yang berbuat kebaikan (sebesar biji dzarrah), niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang berbuat kejahatan (sebesar biji dzarrah), niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula."

Editors' Picks

3. Mengajarkan anak untuk tidak menyakiti diri sendiri dan orang lain

3. Mengajarkan anak tidak menyakiti diri sendiri orang lain
Pexels/Juan Pablo Serrano

Mengajarkan si Kecil untuk yakin pada Hari Akhir dapat membuat anak untuk mencintai dirinya sendiri. Hal ini karena mencintai diri sendiri dapat mencegah perilaku yang tidak baik dan juga menyakitkan. 

Anak pun akan termotivasi untuk selalu memperbaiki diri. Dengan memaksimalkan potensi dirinya saat beribadah. 

Selain itu, anak juga akan melakukan hal-hal baik dan terhindar dari perbuatan yang menyakiti orang lain, seperti ia memperlakukan dirinya sendiri.  

Sebagaimana dalam hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim dijelaskan bahwa Rasulullah SAW berkata:

"Tidak beriman salah seorang dari kalian sampai mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri." 

4. Mengajarkan anak untuk mengendalikan diri

4. Mengajarkan anak mengendalikan diri
Pexels/Elly Fairytale

Ketika anak yakin terhadap datangnya Hari Akhir, ia akan memaksimalkan diri saat beribadah dan mencegah perilaku yang menyebabkan dosa. Maka, anak dapat mengendalikan dirinya sendiri. 

Meskipun waktu terjadinya tidak dapat diketahui pasti oleh manusia. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Al-A'raf ayat 197 yang artinya:

"Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, 'Kapan terjadi?' Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.' Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), 'Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui'."

5. Mengajarkan anak untuk menjaga kedamaian

5. Mengajarkan anak menjaga kedamaian
Pexels/August de Richelieu

Anak akan belajar untuk memelihara kedamaian dalam kehidupan saat yakin terhadap Hari Akhir. Hal ini karena anak dapat menyadari bahwa perbuatan yang saling menyakiti pada sesama hanya akan mendatangkan dosa.

Anak pun dapat terbiasa untuk menciptakan kehidupan yang harmonis dalam menjalin hubungan dengan sesama. 

Anjuran untuk tidak melakukan kejahatan dan menjaga kedamaian telah diatur dalam Islam. 

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surat Al-Furqaan ayat 19 yang artinya:

"Dan barangsiapa di antara kamu yang berbuat dzalim, niscaya Kami rasakan kepadanya adzab yang besar."

Selain itu, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

"Wahai umatku sesungguhnya telah aku haramkan bagi diriku perbuatan dzalim dan aku juga mengharamkannya di antara kalian. Maka, janganlah berbuat dzalim."

6. Mengajarkan anak untuk hidup saling mengasihi

6. Mengajarkan anak hidup saling mengasihi
Pexels/Ba Phi

Tak hanya memotivasi untuk selalu meningkat kualitas ibadah, meyakini Hari Akhir juga dapat mengajarkan anak untuk hidup saling mengasihi. Baik terhadap orangtua, keluarga, teman, maupun orang lain di lingkungan sekitar, Ma. 

Kehidupan yang penuh kasih dengan sesama akan mendatangkan kebaikan. Misalnya, kekeluargaan menjadi lebih erat, menciptakan kedamaian, dan harmonis. 

Anjuran untuk hidup saling mengasihi telah diatur dalam Al-Quran surat An-Nisa. Allah SWT memerintahkan untuk bertaqwa dan menjaga tali kasih sayang kepada sesama.

"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-Mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan) mempergunakan (nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan) peliharalah (hubungan) silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu."

Selain itu, saling mengasihi juga berlaku terhadap seluruh makhluk ciptaan Allah SWT. Seperti, hewan, tumbuhan, dan lainnya. 

7. Mengajarkan anak untuk patuh terhadap orangtua

7. Mengajarkan anak patuh terhadap orangtua
Pexels/August de Richelieu

Meyakini terjadinya Hari Akhir juga dapat mengajarkan anak untuk patuh terhadap kedua orangtua. Mengingat Mama dan Papa adalah keluarga pertama yang menjadi teman belajar dan bermain untuk si Kecil. 

Saat anak percaya Hari Akhir, ia pun akan selalu ingin melibatkan kedua orangtua dalam kebaikan. Hal ini karena anak pasti menginginkan kehadiran orangtua mereka saat hidup di tempat yang lebih kekal (akhirat) nanti.

Dalam Al-Quran, Allah SWT juga menganjurkan untuk patuh pada orangtua. Sebagaimana dalam surat Luqman ayat 14 yang artinya:

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu."

Itulah 7 manfaat mengajarkan anak meyakini hari kiamat atau Hari Akhir. Anak akan termotivasi untuk selalu berbuat kebaikan dan terhindar dari perbuatan buruk yang mendatangkan dosa. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.