5 Alasan Mengapa Anak Harus Cukup Umur Saat Masuk SD

Cukup umur agar anak mampu mengikuti kegiatan belajar mengajar

16 Juli 2019

5 Alasan Mengapa Anak Harus Cukup Umur Saat Masuk SD
Freepik

Anak mama tidak sabar bersekolah SD?

Benarkah anak yang tidak sabar atau orangtua yang ingin cepat-cepat anak mencicipi bangku sekolah dasar?

Mama tentu tahu, umur menjadi salah satu persyaratan penting dalam mendaftarkan anak masuk SD. Aturan umur ini lebih ketat diterapkan oleh SD negeri. Bukan sekadar anak sudah mampu baca, tulis, dan berhitung semata yang menjadi tolak ukur diterimanya anak di SD.

Sesuai kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk bisa duduk di bangku kelas 1 SD, anak harus berusia 7 tahun, minimal 6 tahun. Tentu saja kebijakan ini bukannya tanpa alasan, Ma.

Ada 5 alasan yang dikumpulkan Popmama.com ini tentang mengapa anak harus sudah cukup umur ketika ingin masuk bangku SD.

1. Keterampilan motorik anak sudah lebih matang

1.	Keterampilan motorik anak sudah lebih matang
Pexels/Iqwan Alif

Aspek fisik meliputi motorik kasar dan halus anak relatif lebih matang pada usia 7 tahun. Motorik kasar misalnya, terkait dengan kekuatan dan ketahanan fisik anak untuk duduk tegak dalam waktu cukup lama. Kemudian, ia juga mempunyai daya tahan tubuh baik sehingga bisa mengikuti kegiatan sekolah selama setengah hari.

Sedangkan untuk motorik halus, anak sudah menguasai beberapa keterampilan dasar, seperti memegang pensil dengan benar, menulis huruf (meski belum sempurna), menggunting, dan menempel.

2. Rentang konsentrasinya cukup panjang

2.	Rentang konsentrasi cukup panjang
Freepik/jcomp

Usia 6 tahun ke atas biasanya anak relatif mampu duduk tenang memperhatikan dan mendengarkan. Rentang konsentrasinya pun sudah cukup panjang, sekitar 30 menit sampai 1 jam. Itulah kenapa biasanya jam pelajaran sekolah anak kelas 1 SD paling lama 40 menit saja.

Dengan rentang konsentrasi demikian, anak pun lebih mampu menyimak dan memahami pelajaran yang disampaikan guru. Bandingkan dengan anak yang lebih kecil, misalnya usia 4 tahun. Rentang konsentrasinya berkisar 10-25 menit saja. Tentu ia akan kesulitan mengikuti pelajaran karena lekas merasa bosan saat harus duduk dan mengerjakan sesuatu dalam waktu lama.

Editors' Picks

3. Kematangan emosi anak cukup baik

3.	Kematangan emosi anak cukup baik
focusonthefamily.com

Kematangan emosi juga menjadi alasan lain yang menguatkan anak harus cukup umur saat sekolah SD. Sebab di bangku SD, guru tidak bisa memperhatikan anak satu per satu seperti di TK. Anak harus mau dan mampu mengatur dirinya sendiri, termasuk memahami kebutuhan atau keinginannya dan menyesuaikan dengan situasi saat itu.

Misalnya, kalau ia merasa bosan di tengah pelajaran, anak harus pandai mengelola rasa bosannya dan mengalihkan perhatian ke hal lain, sehingga tidak sampai mengganggu pelajaran. Begitu juga ketika bersosialisasi dengan teman-teman dan guru, termasuk saat harus bertemu dengan teman baru atau bekerja sama dalam kelompok.

4. Aspek kognitif telah berkembang baik

4.	Aspek kognitif telah berkembang baik
Pixabay/Geralt

Aspek kognitif di sini bukan hanya sekadar bisa baca, tulis, dan berhitung, Ma. Namun, juga bagaimana anak bisa mengikuti setiap instruksi yang disampaikan guru dan melakukannya kembali dengan tepat.

Kalau anak hanya bisa mematuhi instruksi, tetapi mengalami kendala saat menyelesaikan tugas-tugasnya, berarti ia harus mengasah lagi kemampuan kognitifnya. Lebih lanjut, kemampuan anak memahami huruf dan angka turut membantu anak dalam beradaptasi dengan pelajaran-pelajaran di tingkat SD.

5. Anak sudah lebih mandiri

5.	Anak sudah lebih mandiri
Pexels.com/pixabay

Ya, kemandirian termasuk salah satu aspek menonjol yang menjadi alasan mengapa anak harus cukup umur untuk sekolah di SD. Setidaknya anak harus bisa mengatur dirinya sendiri, memahami kebutuhan dasarnya, dan bisa mengandalkan diri sendiri dalam menyelesaikan beberapa tugas sederhana.

Termasuk dalam kemandirian adalah bisa ke toilet sendiri, makan dan minum tanpa disuapi, membereskan perlengkapan sekolah, dan mengerjakan tugas sekolah sendiri. Jadi, Mama bisa tenang meninggalkan anak di sekolah tanpa merepotkan guru karena anak belum bisa ini dan itu. Lagipula, siswa di kelasnya kan bukan hanya si Kecil. Tidak mungkin guru mengurus anak satu per satu.

Bagaimana, Ma, jelas bukan alasan mengapa untuk sekolah SD anak harus cukup umur?

Untuk mengukur sejauh mana kesiapan anak bersekolah SD, Mama bisa membawa anak ke psikolog guna melakukan pemeriksaan psikologis atau psikotes secara mandiri. Cukup umur menunjukkan kematangan anak bersekolah secara fisik dan psikologis, sehingga anak senang dan semangat bersekolah.

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;