6 Cara Agar Anak Terhindari dari Dehidrasi di Musim Kemarau

Jangan sampai anak kurang cairan tubuh dan mengalami dehidrasi ya, Ma!

26 Juni 2019

6 Cara Agar Anak Terhindari dari Dehidrasi Musim Kemarau
Pexels/Oleksandr Pidvalnyi

Mulai memasuki musim kemarau, sinar matahari kini terasa semakin panas terik. Rasa haus pun seakan tak pernah hilang. Di waktu seperti ini, risiko dehidrasi pada tubuh bisa semakin meningkat.

Terutama bagi anak-anak yang biasanya malas minum dan tidak mau banyak minum air putih. Padahal dehidrasi bisa sangat berbahaya dan bahkan memengaruhi aktivitasnya sehari-hari.

Perhatikan jika anak tampak lemas, pucat, bibirnya tampak pecah-pecah dan urinenya terlihat berwarna kuning pekat, ini bisa menjadi pertanda anak dehidrasi.

Terlebih pada anak yang sedang aktif-aktifnya bermain, memenuhi kebutuhan cairan tubuh pun menjadi sangat penting. Berikut beberapa trik yang bisa Mama lakukan untuk mencegah anak dari dehidrasi, seperti dirangkum Popmama.com dari Parents.

1. Membuat es dari potongan buah segar

1. Membuat es dari potongan buah segar
Freepik

Jika anak bosan dan tidak mau minum air putih, cobalah untuk mengakali supaya cairan tubuhnya tetap terpenuhi dengan cara yang unik. Salah satunya membuat es dari potongan buah segar.

Semangka pun bisa menjadi contoh buah yang digunakan. Selain memberikan rasa manis alami, semangka juga memiliki warna yang menggugah selera.

Potong semangka bentuk bentuk kubus kecil, letakkan di atas loyang dan bekukan di freezer. Adanya tambahan buah segar ini akan memberikan rasa manis alami pada air putih.

Pakar nutrisi Stephanie Middleberg, MS, RD menyebutkan cara mudah untuk mendapatkan manfaat dari es buah ini adalah dengan memasukkan beberapa es ke gelas air putih si Anak.

2. Tetap tingkatkan jumlah air putih yang diminum

2. Tetap tingkatkan jumlah air putih diminum
Freepik

Di tengah aktivitas anak yang sangat padat, jangan lupa selalu ingatkan bahwa minum air putih adalah kebiasaan yang baik dan penting. Jika perlu, sediakan gelas dan sedotan dengan desain yang lucu serta penuh warna.

Jangan lupa pilih sedotan yang berbahan aman dan bisa dicuci ulang supaya tidak menambah sampah plastik ya, Ma.

Selain itu, Mama juga bisa menyiapkan beberapa stiker-stiker lucu dengan gambar kesukaan anak. Setiap kali mereka bisa menghabiskan air minumnya, tempelkan stiker tersebut pada tempat minumnya.

Mama juga bisa membuat tempat menempel stiker sendiri sebagai ukuran apakah anak sudah minum cukup setiap harinya. Tempat tempel berupa water-drinking chart akan membuat anak terpacu untuk bisa menempel stiker lebih banyak agar tampak menarik.

3. Sediakan susu jika anak aktif berolahraga

3. Sediakan susu jika anak aktif berolahraga
Pexels/Samer Daboul

Susu mungkin sering terabaikan, namun penelitian baru-baru ini menemukan bahwa susu justru lebih baik daripada minuman khusus olahraga. Terutama jika anak aktif berolahraga.

Para peneliti yang berasa dari McMaster University, Kanada, menyebutkan bahwa susu bisa menggantikan natrium yang hilang dalam keringat dan membantu tubuh mempertahankan cairan dengan lebih baik.

Selain itu, susu juga menyediakan protein yang dibutuhkan oleh anak-anak untuk perkembangan dan pertumbuhan otot, yang tidak ditemukan dalam minuman lain.

"Susu akan lebih baik untuk tubuh daripada minuman olahraga. Ini karena minuman olahraga biasanya mengandung tinggi gula,” kata Deborah Malkoff-Cohen, MS, RD, dari City Kids Nutrition, New York.

Protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh, sehingga anak akan mendapat manfaat dari nutrisi ini selain terhindari dari risiko dehidrasi.

Editors' Picks

4. Selalu sediakan menu sayur-mayur

4. Selalu sediakan menu sayur-mayur
Freepik/jat306

Saat menyiapkan menu makan di rumah maupun bekal sekolah anak, jangan lupa selalu sediakan menu sayur ya, Ma. Sayur memiliki kandungan air yang baik untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

Malkoff-Cohen menyebutkan biasanya memang akan sulit untuk membujuk anak-anak makan sayuran, jadi Mama harus lebih kreatif.

Selain dibuat menjadi menu makanan, sayuran juga segar dijadikan jus, lho. Misalnya seperti wortel dan tomat.

Beberapa jenis sayuran yang baik untuk anak karena mengandung sekitar 90 persen air di dalamnya yakni seperti paprika, brokoli, seledri, dan mentimun.

5. Membuat camilan es loli buah di rumah

5. Membuat camilan es loli buah rumah
Pexels/Pixabay

Es loli alias popsicle membutuhkan persiapan yang sangat minimal, menu ini pun bisa dijadikan sebagai camilan pencegah dehidrasi untuk anak. Mama bisa menggunakan cetakan es loli khusus, kemudian memilih bahan-bahan yang sehat alami.

Misalnya seperti jus buah segar dan air kelapa. Tambahan potongan buah segar juga bisa memberikan manfaat lain, Ma. Misalnya seperti menambahkan potongan mangga, jus jeruk, madu, atau bahan apapun yang disukai anak mama.

6. Beri contoh pada anak mama

6. Beri contoh anak mama
Pexels/Rawpixel.com

Salah satu cara terbaik untuk membuat anak minum lebih banyak air adalah dengan memberikan contoh dari orangtua. Ini berarti Mama juga harus minum banyak air putih dan mengonsumsi sumber air lain seperti buah serta sayur.

“Anak akan sangat mengamati kebiasaan dan meniru perilaku orang tua. Jadi jika orang tua ikut melakukan kebiasaan-kebiasaan baik, anak biasanya akan menjadi lebih mau untuk melakukannya juga,” ungkap Robyn Youkilis, penulis buku Go with Your Gut and Thin From Within.

Jika orangtua hanya menyuruh anak untuk banyak minum air putih, atau makan sayur, menghabiskan buah, tetapi tidak mau melakukan hal tersebut juga, anak bisa jadi justru akan malas.

Jadi, jangan lupa untuk memberikan contoh yang baik dulu kepada anak ya, Ma!

Baca juga:  Dampak Buruk dari Kekurangan Cairan alias Dehidrasi

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!