Sebelum masuk ke pembahasan mengenai kesadaran gender, Mama perlu memastikan terlebih dahulu bahwa anak tahu apa yang dimaksud dengan gender.
Gender adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Inggris.
Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, arti gender adalah jenis kelamin. Lebih dalam lagi, pengertian jenis kelamin menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sifat atau keadaan yang merujuk kepada jantan atau betina.
Pada manusia, gender terbagi menjadi jenis kelamin laki-laki atau perempuan sebagai identitas.
Perbedaan gender ini dapat dengan mudah terlihat dari segi fisik. Karena secara biologis, tubuh laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan hormon dan sistem reproduksi.
Secara kebudayaan, peran laki-laki dan perempuan juga berbeda.
Laki-laki biasanya lebih menjurus untuk mengerjakan pekerjaan berat. Sedangkan perempuan condong mengerjakan sesuatu yang butuh ketelitian tinggi, merawat, mengolah makanan, serta mengerjakan pekerjaan rumah.
Walau pembagian tersebut terus berjalan dari zaman dahulu hingga banyak ditemukan di masa kini, tak menutup kemungkinan juga bahwa peran laki-laki dan perempuan bisa saling menggantikan.
Pada dasarnya, baik laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama untuk dihargai sebagai manusia dan pastinya punya kemampuan yang setara untuk mandiri.
Mengerjakan pekerjaan rumah adalah hal yang normal sebagai manusia, bukan berarti hanya harus dikerjakan oleh perempuan. Begitu pun dalam hal bekerja, perempuan juga memiliki potensi untuk memiliki karier tinggi.
Oleh karena itu, supaya laki-laki dan perempuan bisa mendapatkan hak yang sama sebagai manusia, muncullah konsep kesadaran gender.