Anak Mama pasti sudah tidak asing dengan berbagai makanan khas Tionghoa yang ada di Indonesia.
Bakpao dengan isian daging atau kacang merah yang menjadi camilan favorit banyak anak, lumpia dengan isian rebung dan ayam, atau siomay dan bakso adalah makanan yang sangat populer dan mudah ditemukan di mana-mana.
Selain itu, ada juga mie ayam dengan kuah yang gurih, pangsit goreng yang renyah dan juga kue keranjang saat Imlek yang tidak boleh dilewatkan.
Makanan-makanan ini sudah menjadi bagian dari kuliner Indonesia dan dinikmati oleh semua kalangan tanpa memandang latar belakang etnis.
Intinya, Ma Tionghoa adalah identitas etnis yang merujuk pada keturunan Tiongkok. Sudah tepatkah pemahaman Mama selama ini tentang istilah Tionghoa?
Tionghoa sama China apakah sama? | Penggunaan istilah Tiongkok merujuk pada negara Republik Rakyat Tiongkok, sedangkan Tionghoa mengacu pada warga negara Indonesia keturunan China. |
Apa saja suku Tionghoa? | Suku Tionghoa memiliki banyak subkelompok berdasarkan daerah asal di Tiongkok, yang paling dikenal di Indonesia antara lain Hokkian (Fujian), Hakka (Khek), Kanton (Guangdong), Tiochiu (Chaoshan), dan Hainan (Hailam). Masing-masing suku ini memiliki dialek, makanan khas, dan sejarah migrasi yang berbeda, seperti Hokkian yang banyak menyumbang kosakata bahasa Indonesia, atau Hakka yang dikenal sebagai "keluarga tamu" karena sering berpindah. |
Siapa orang Tionghoa pertama di Indonesia? | Orang Tionghoa datang ke Indonesia melalui beberapa tahap migrasi, pertama kali diawali oleh Fa Hien (seorang pendeta Budha yang berlayar menuju Sri Lanka dan terdampar di Pulau Jawa). Migrasi terbesar adalah pada masa penjajahan Belanda, etnis Tionghoa banyak didatangkan ke Indonesia sebagai buruh perkebunan. |