Comscore Tracker
TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Amoxicillin: Dosis, Manfaat dan Efek Samping

Amoxcilin berfungsi mengobati akibat infeksi bakteri. Simak uraian ini ya, Ma

7 Desember 2022

Amoxicillin Dosis, Manfaat Efek Samping
poison.org

Mama sering mendengar amoxicillin? Amoxicillin merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh infeksi. Obat berbentuk tablet tergolong antibiotik penisilin.

Bakteri yang dapat diobati dengan obat ini antara lain Staphylococcus aureus, menyebabkan infeksi kulit dan keracunan makanan. Amoxicillin juga mampu mengatasi penyakit akibat bakteri jenis E. coli jenis tertentu. Bakteri ini mampu menyebabkan sakit perut dan diare.

Amoxicillin kerap dipakai mengobati karena infeksi bakteri, seperti infeksi di bagian dada (pneumonia), abses gigi, hingga dikombinasikan antibiotik lain untuk mengobati sakit maag.

Berikut Popmama.com uraian informasi mengenai amoxicillin: dosis, manfaat dan efek samping.

1. Apa itu amoxicillin?

1. Apa itu amoxicillin
Freepik

Amoxicillin sebagai antibiotik mampu mengobati berbagai macam infeksi bakteri. Dilansir dari Web MD, bekerja menghentikan pertumbuhan bakteri sehingga tidak tepat jika dipakai untuk mengobati penyakit akibat infeksi virus, seperti pilek dan flu.

Selain bakteri Staphylococcus aureus dan jenis E.coli tertentu, amoxicillin juga mampu mengobati penyakit karena bakteri Helicobacter Pylori atau H.pylori.

Penggunaan amoxicillin ketika tidak diperlukan berpotensi meningkatkan risiko terkena infeksi di masa mendatang. Bahkan menyebabkan penyakit tersebut menjadi kebal antibiotik.

2. Manfaat penggunaan amoxicillin

2. Manfaat penggunaan amoxicillin
Freepik

Mengutip dari Medine plus, amoxicillin digunakan untuk mengobati infeksi tertentu yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit-penyakit tersebut seperti pneumonia, bronkitis, infeksi pada telinga, hidung, tenggorokan, saluran kemih, infeksi kulit, abses gigi dan tukak lambung.

Amoxicillin juga sering digunakan untuk mengobati bisul yang disebabkan H. Pylori. Namun, pemakaiannya harus dikombinasikan dengan antibiotik lain guna menghentikan pertumbuhan bakteri.

Laman NHS.UK, menuliskan amoxicillin sering diresepkan untuk mengobati infeksi telinga dan infeksi dada pada anak-anak.

Editors' Picks

3. Aturan dosis pemakaian amoxicillin yang tepat

3. Aturan dosis pemakaian amoxicillin tepat
Freepik/rawpixel.com

Dosis amoxicillin berbeda-beda sesuai dengan usia dan infeksi bakteri yang diderita pasien. Dokter akan meresepkan dosis, banyaknya obat yang harus dikonsumsi, serta jadwal meminum obat ini tergantung berdasarkan seberapa parah masalah medis yang dialami pasien.

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut aturan dosis pemakaian amoxicillin oral tablet yang tepat agar mampu mengatasi penyakit dengan maksimal.

Pengobatan akibat infeksi bakteri

  • Anak-anak dengan berat badan >40 kg: 250-500 mg setiap 8 jam atau 500-875 mg setiap 12 jam.
  • Anak-anak dan bayi lebih dari 3 bulan dengan berat badan <40 kg: 20-40 mg setiap 8 jam, 25-45 mg per 12 jam.
  • Bayi berusia <3 bulan: 30 mg setiap 12 jam

Pengobatan gonore

  • Dewasa, remaja, anak-anak dengan berat badan >40 kg: 3 gram yang dikonsumsi sebagai dosis tunggal (sehari sekali).
  • Anak-anak berusia >2 tahun dengan berat <40 kg: 50 mg per hari yang dikombinasikan dengan 25 mg probenesid yang diminum sebagai obat tunggal.
  • Anak-anak berusia <2 tahun: Tidak dianjurkan.

Pengobatan gonore pun biasanya dilakukan untuk orang dewasa, namun tidak menutup kemungkinan dibutuhkan bagi anak remaja.

4. Efek samping amoxicillin

4. Efek samping amoxicillin
Freepik/cookie_studio

Ada kalanya obat-obatan akan memberikan efek samping jika tidak dikonsumsi tidak sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter. Efek samping juga bisa terjadi pada kondisi tertentu bagi yang mengonsumsi obat. 

Amoxicillin memiliki efek samping umum hingga serius yang mungkin akan dialami oleh pasien. Berikut uraian yang dikutip dari Mayo Clinic dan Medine Plus.

Efek samping umum

Efek samping umum ini terjadi pada sekitar 1 dari 10 orang. Tetap minum obat ini dan konsultasikan dengan dokter atau apoteker jika efek samping ini mengganggu atau tidak segera membaik.

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Perubahan rasa
  • Sakit kepala

Efek samping serius

Efek samping yang serius ini jarang terjadi dan dialami dari 1 dari 1.000 orang.

  • Diare yang disertai kram perut yang mengandung darah atau lendir atau diare berat yang berlangsung lebih dari 4 hari.
  • Tinja berwarna pucat dan kencing berwarna gelap.
  • Bagian putih mata atau kulit menjadi kuning.
  • Mengalami memar atau perubahan warna kulit.
  • Nyeri sendi atau otot yang datang setelah 2 hari minum obat.
  • Ruam kulit dengan bercak merah melingkar.
  • Kesulitan menelan atau bernapas.
  • Pembengkakan wajah, tenggorokan, lidah, bibir, dan mata.

5. Cara mengonsumsi amoxicillin

5. Cara mengonsumsi amoxicillin
Freepik/gpoinstudio

Laman Web MD menjelaskan bagaimana Mama harus mengonsumsi amoxicillin. Minum obat ini melalui mulut setelah maupun sebelum makan sesuai arahan dari dokter, biasanya setiap 8 atau 12 jam. Dosis didasarkan pada kondisi medis dan respons terhadap pengobatan.

Jangan lupa untuk mengonsumsi banyak cairan selama masa pengobatan menggunakan amoxicillin. Pengecualian apabila dokter Anda memberi tahu sebaliknya. Minum amoxicillin dengan jarak waktu yang sama setiap harinya.

Tujuannya agar Mama mudah mengingat jadwal mengonsumsi obat ini dan tidak terlewat. Apabila Mama melewatkan satu dosis maka tidak perlu menggandakan dosis sekaligus pada waktu selanjutnya.

Minumlah sesegera mungkin. Namun, jika sudah hampir waktunya untuk dosis berikutnya, lewati saja dosis yang terlewat dan kembali ke jadwal dosis rutin.

Konsumsi amoxicillin sampai jumlah yang diresepkan dokter habis. Meskipun bahkan jika gejala hilang setelah beberapa hari. Menghentikan pengobatan terlalu dini dapat membuat bakteri terus tumbuh sehingga menyebabkan kembalinya infeksi.

6. Hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi amoxicillin

6. Hal harus diperhatikan sebelum mengonsumsi amoxicillin
Freepik/myoceanstudio

Ada beberapa hal yang perlu Mama perhatikan sebelum mengonsumsi amoxicillin. Melansir dari Drugs, sebaiknya pasien tidak menggunakan amoxicillin jika mempunyai alergi terhadap antibiotik penisilin. Termasuk ampisilin , dikloksasilin , oxacillin , penisilin, atau ticarcillin.

Di samping itu, Mama harus memastikan dan memberitahu dokter bahwa Mama tidak mengidap penyakit-penyakit berikut. Jadi dokter dapat meresepkan obat lain untuk mengatasi penyakit yang diderita.

  • Penyakit ginjal.
  • Mononukleosis.
  • Diare yang disebabkan oleh minum antibiotik.
  • Alergi makanan atau obat yang mengandung antibiotik sefalosporin seperti Omnicef , Cefzil , Ceftin , dan Keflex.

7. Merek dagang dan harga amoxicillin

7. Merek dagang harga amoxicillin
Freepik

Amoxicillin memiliki beberapa merek dagang yang beredar di pasaran. Antara lain Amoxil, Amoxil Pediatric Drops, Dispermox, Latorid Suspension, Moxatag, Polymox Suspension, Trimox, Trimox Pediatric Drops, Wymox, Talicia, dan p-Hydroxyampicillin.

Obat antibiotik ini dijual dengan kisaran harga Rp 500-900 per tablet. Setiap satu strip terdiri dari 10 tablet maka setiap strip dijual mulai dari Rp 5-9 ribuan. Pembelian harus disertai resep dokter karena amoxicillin termasuk golongan obat merah atau obat keras.

Demikian paparan informasi mengenai amoxicillin: dosis, manfaat dan efek samping.Konsumsi amoxicillin sesuai dengan arahan dokter dan jangan lupa untuk menghabiskan amoxicillin yang diresepkan oleh dokter.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk