Nah, untuk anak yang sudah beranjak remaja atau duduk di bangku SMP dan SMA, orangtua harus menghilangkan rasa canggung sendiri.
Bayangkan sedang membicarakan resep masakan. Ajak bicara sambil melakukan aktivitas sampingan atau saat di dalam mobil, sehingga bisa menghindari kontak mata langsung agar anak lebih nyaman.
Orangtua bisa menjelaskan pada anak mengenai pornografi yang nampak nyata, tapi sebenarnya palsu.
Mama bisa mengajarkan pada anak untuk membayangkan jika mereka nonton video tutorial masak. Ternyata nasinya pakai lem, ayamnya pakai lilin, dan kuahnya pakai sabun cair biar keliatan meletup-meletup.
Cantik memang, tapi nggak bisa dimakan aatau palsu. Nah, sama seperti itu ddengan konten dewasa yang mereka lihat.
Apa yang ditampilkan di video pornografi bukanlah gambaran hubungan intim yang sebenarnya. Semua sudah diatur, mulai dari adegan, dialog, sampai ekspresi wajah.
Beri tahu anak bahwa nggak ada yang bisa dipelajari dari situ. Kalau anak remaja belajar tentang seksualitas dari pornografi, sama saja dengan belajar masak dari video yang pakai lem dan lilin yang mana hasilnya akan berantakan, Ma.