Pertemanan menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang anak. Lewat hubungan dengan teman sebaya, anak belajar berkomunikasi, bekerja sama, menyelesaikan konflik, hingga memahami perasaan orang lain.
Namun, tidak semua hubungan pertemanan selalu membawa pengaruh yang sehat. American Psychological Association (APA) menjelaskan bahwa kebutuhan anak untuk merasa diterima dan menjadi bagian dari kelompok bisa memengaruhi perilakunya. Dalam beberapa situasi, kebutuhan untuk diterima tersebut bahkan dapat mendorong anak mengambil risiko atau mengikuti perilaku kelompok.
Karena itu, tugas orangtua bukan sekadar menentukan siapa yang boleh atau tidak boleh menjadi teman anak. Mama dan Papa juga perlu membantu si Kecil mengenali seperti apa hubungan pertemanan yang sehat serta kapan ia perlu menjaga jarak.
Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu anak memilih lingkungan pertemanan yang sehat.
