Ketika anak-anak merasa sangat terhubung dengan Mama seperti merasa dicintai, dihargai, dan dipahami, anak hanya lebih terbuka terhadap pengaruh dari Mama. Di saat anak merasa stres dan Mama memintanya melakukan sesuatu, anak mungkin tidak langsung menuruti Mama.
“Jika anak mengalami tantrum, dan Mama berusaha untuk mendiamkan anak mungkin itu tidak berhasil karena otak untuk berpikir rasional tidak bisa bekerja, namun otak yang mengatur emosi sehingga tidak membiarkan anak untuk berpikir jernih,” ujar Shareen.
Hal pertama yang perlu Mama lakukan adalah terhubung dengan anak, setelah itu mulai koreksi anak. Ada beberapa cara yang bisa Mama lakukan.
Cara termudahnya adalah pahami kondisi anak. Jika anak mama menangis Mama bisa mengatakan “Mama tahu kamu sedih/marah/kesal,” hindari mengatakan “Jangan menangis!” atau “Jangan cengeng,”.
Karena hal tersebut tidak mengajarkan anak untuk mengatur emosinya. Jelaskan apa yang Mama lihat, berikan informasi, berikan penawaran, jelaskan apa yang Mama rasakan.
Misalnya, “Mama melihat ada kulit pisang di lantai, kamu atau orang lain di rumah bisa terjatuh jika menginjaknya, kamu mau membuang kulit pisang ini di tempat sampah luar atau di dapur? Mama akan kecewa jika melihat kulit pisang ada di lantai,”
Setelah itu, jika terjadi situasi serupa, Mama hanya tinggal memberikan kata singkat seperti, “ada kulit pisang yang jatuh”. Selain itu berikan sentuhan fisik secara lembut, karena dapat menunjukkan rasa kasih sayang Mama pada anak serta memudahkan saling terhubung satu sama lain.