Libur Sekolah Tiba, Amankah Mengajak Anak Traveling Naik Kereta?

Liburan anak sekolah sudah di depan mata, yuk wisata pakai kereta!

16 Juni 2021

Libur Sekolah Tiba, Amankah Mengajak Anak Traveling Naik Kereta
Freepik

Libur telah tiba. Setelah belajar selama enam bulan, kini anak sekolah berada di penghujung semester genap dan akan segera libur. Salah satu agenda yang dilakukan ketika libur ialah  bertamasya ke luar kota. 

Biasanya, seseorang yang bepergian ke luar kota untuk bertamasya dan staycation, atau bisa juga berlibur mengunjungi kakek nenek. Salah satu oda trasnportasi yang sering digunakan untuk ke luar ibu kota yaitu kereta api. 

Kereta api merupakan moda transportasi yang cepat dan anti macet sehingga penumpang lekas sampai tempat tujuan. Selain itu, kereta api pun memiliki berbagai protokol kesehatan yang ketat sehingga aman sekali untuk dijadikan transport berlibur bersama anak. 

Nah, berikut ini Popmama.com telah merangkumkan informasi mengenai berbagai protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh para penumpang kereta api agar perjalanan aman dan nyaman. Simak yuk, Ma! 

1. Peraturan membawa anak bepergian menggunakan kereta api

1. Peraturan membawa anak bepergian menggunakan kereta api
Instagram.com/ugm.yogyakarta

Ada peraturan yang harus ditaati sebelum menggunakan kereta antar kota dengan anak yaitu peraturan tentang tes bebas Covid-19.

Dalam SE No. 27 Tahun 2021 Kementerian Perhubungan dijelaskan bahwa anak di bawah umur 5 tahun tidak diwajibkan untuk menyerahkan bukti tes RT-PCR/ rapid test anti gen/ GeNose test sebagai syarat perjalanan.

Berarti untuk usia di atas lima tahun wajib melaksanakan tes RT-PCR/ rapid test anti gen/ GeNose test. Sampel tes harus diambil dalam kurun waktu 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Editors' Picks

2. Protokol kesehatan yang harus ditaati untuk berlibur keluar kota menggunakan kereta api

2. Protokol kesehatan harus ditaati berlibur keluar kota menggunakan kereta api
Freepik/pvproductions

Hal-hal di bawah ini merupakan peraturan-peraturan yang harus ditaati jika Mama dan Papa ingin mengajak anak berlibur naik kereta api. 

Berikut peraturan yang berlaku dan harus ditaati:

1. Menunjukkan surat keterangan bebas COVID-19 dari hasil tes RT-PCR/ rapid test anti gen/ GeNose test

Menunjukkan haril tes merupakan peraturan yang sangat wajib ditaati oleh para penumpang yang berusia lima tahun ke atas. Jika tidak menunjukkan hasil tes ini, Mama, Papa beserta anak-anak tidak akan diizinkan masuk ke dalam stasiun.

Jika Mama beserta keluarga belum melakukan tes PCR atau tes rapid anti gen, maka bisa melakukan tes GeNose di stasiun kereta api. Hingga kini sudah ada 63 stasiun kereta api yang menediakan tes GeNose. 

2. Penumpang harus dalam keadan sehat

Penumpang harus dalam keadaan sehat saat akan melakukan perjalanan menggunkan kereta api, tidak menderita flu, batuk, dan demam. Serta suhu tubuh maksimal 37,3 derajat Celcius.

3. Mengenakan pakaian lengan panjang seperti jaket, sweater, atau lainnya yang menutupi lengan

Kenakan baju lengan panjang jika ingin bepergian menggunakan kereta. Hal ini untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan agar terhindar dari virus corona. Mama dan Papa beserta anak-anak boleh menggunakan pakaian lengan panjang apa saja. Misalnya, kemeja lengan panjang, kaos lengan panjang, sweater, hoodie, atau jaket. 

4. Pakai masker serta face shield

Saat virus corona datang ke Indonesia, masker memang menjadi teman sejati untuk keluar rumah. Ke mana pun perginya harus mengenakan masker. 

Nah, hal tersebut pun berlaku saat ingin naik kereta api. Penumpang kereta api wajib menggunakan masker kain tiga lapis atau masker medis menutupi hidung dan mulut serta menggunakan face shield. Hal ini merupakan protokol kesehatan yang wajib ditaati. 

5. Tidak berbicara satu arah maupun dua arah selama perjalanan

Saat dalam perjalanan tidak diperkenankan berbicara satu arah melalui telepon atau berbicara dua arah dengan penumpang lainnya melalui telepon.

6. Dilarang makan atau minum pada perjalanan kereta api kurang dari dua jam

Tidak diperkenankan untuk makan atau minum saat dalam perjalanan yang kurang dari 2 (dua) jam, terkecuali bagi individu yang harus mengonsumsi obat-obatan tertentu dalam rangka proses pengobatan.

3. Perencanaan budget untuk pergi ke luar kota menggunakan kereta api 

3. Perencanaan budget pergi ke luar kota menggunakan kereta api 
Freepik

Sebelum berlibur, Mama dan Papa harus membuat perencanaan keuangan terlebih dahulu. Ada beberapa biaya yang perlu disiapkan untuk berlibur ke luar kota menggunakan kereta api sebagai berikut:

  1. Tiket kereta api. Ini adalah hal utama. Harga tiket kereta api bervariasi, tergantung jenis kereta api yang digunakan. Pilihlah jenis kereta yang dirasa aman dan nyaman untuk membawa anak-anak.
  2. Tes RT-PCR/ rapid test anti gen/ GeNose test. Salah satu syarat naik kereta api yaitu menunjukkan hal tes bebas korona. Tes RT-PCR/ rapid test anti gen/ GeNose test dapat dilakukan di mana saja. Untuk tes GeNose sendiri dapat dilakukan di stasiun keberangkatan. Setiap orang yang melakukan tes GeNose akan dikenakan biaya RP 30.000.
  3. Face shield dan masker. Demi keamanan kesehatan, para penumpang harus menggunakan face shield dan masker. Untuk face shield, Mama dapat mulai membelinya dari sekarang. Untuk mempermudah, Mama bisa membeli melalui e-commerce. Jangan lupa juga untuk membeli masker ya, Ma.
  4. Penginapan. Tentukan penginapan yang akan ditempati. Saat memilih tempat penginapan, Mama dapat membandingkan harga, fasilitas, dan lokasi. Jangan lupa juga perhatikan kebersihan tempat penginapan ya, Ma. Hal teesbut agar Mama dan keluarga sehat selalu selama liburan hingga pulang liburan.
  5. Tiket liburan. Sebelum berkunjung ke suatu tempat wisata, Mama dapat survey terlebih dahulu tentang tempat wisata. Pertimbangkan apakah tempat wisata tersebut cocok untuk anak seusia anak mama atau tidak. Selain itu, cari tahu juga biaya masuk ke tempat tersebut. 

4. Protokol kesehatan untuk mengunjungi tempat wisata 

4. Protokol kesehatan mengunjungi tempat wisata 
Freepik/Travnikovstudio

Agar mencegah penyebaran Covid-19, Ada beberapa protokol kesehatan yang Mama, Papa, dan anak-anak harus patuhi, seperti:

  1. Menggunakan masker 
  2. Suhu badan maksimal 37,3 derajat Celcius
  3. Sering mencuci tangan dan menggnakan handsinetizer

Namun, bisa jadi ada beberapa tempat wisata yang meminta hasil tes bebas corona. Jadi, persiapkan saja ya, Ma.

Selain itu, untuk mencegah penyebaran virus corona, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno berpesan, “Kita inginkan supaya pergerakan liburan sekolah ini dari hijau ke hijau. Bukan dari merah ke hijau atau orange ke hijau. Jadi kita harus memastikan bahwa masyarakat atau anak-anak yang libur sekolah betul-betul tidak menciptakan klaster baru."

Nah, itulah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum berlibur keluar kota menggunakan kereta api. Semoga Mama dan Papa beserta anak-anak dapat berlibur dengan senang dan terbebas dari virus hingga selesai berlibur. Selamat berlibur ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.