Penting! Lakukan Brain Breaks agar Anak Kembali Semangat Belajar

Alangkah baiknya dilakukan setiap hari

6 Mei 2021

Penting Lakukan Brain Breaks agar Anak Kembali Semangat Belajar
verywellfamily.com

Semenjak virus corona hadir di Indonesia, proses pembelajaran dialihkan secara daring (online). Dalam proses belajar ini, anak-anak ternyata membutuhkan kekuatan ekstra lho, Ma!

Anak-anak diminta untuk selalu stand by di depan komputer untuk mengikuti kelas. Tak hanya itu, mengerjakan tugas pun terkadang harus secara daring. Bayangkan deh, Ma, betapa lelahnya mata anak-anak harus di depan media elektronik dengan waktu yang cukup lama. 

Jika Mama membiarkan saja anak-anak dalam kondisi tersebut, berarti Mama sedang mendorongnya kepada keterpurukan. Sebab, kondisi teresebut bisa membuat anak pada akhirnya stress. Selain itu, bisa jadi ilmu yang dipelajarinya hanya menjadi angin lalu alias masuk kuping kanan keluar kuping kiri, sayang sekali kan kalau sudah begini?  

Supaya anak tidak merasa kelelahan dan berujung stress saat belajar, Mama bisa mengajaknya untuk brain breaks.

Brainbreaks atau istirahat otak adalah mengambil jeda waktu dari aktivitas belajar atau tugas sekolah untuk melakukan aktivitas tubuh.

Menurut hasil penelitian, istirahat otak ini dapat meningkatkan fokus anak-anak ketika belajar, bisa bertahan lebih lama saat belajar, serta membuat anak lebih efektif saat mengerjakan tugas.

Jika Mama ingin anak-anak melakukan brain breaks, berikut ini Popmama.com telah merangkumkan beberpa informasinya. 

1. Strategi penting sebelum melakukan brain breaks 

1. Strategi penting sebelum melakukan brain breaks 
shutterstock.com

Biasanya, saat di sekolah anak-anak akan melakukan brain breaks dengan cara menggerakkan badan mengikuti video yang ditayangkan. Namun, karena saat belajar di rumah sudah terlalu banyak melihat layar komputer, usahakan melakukan aktivitas brain breaks dengan cara lain ya, Ma.

Mama dapat menggunanakan berbagai peralatan di rumah, seperti bangku, kertas, dan mainan anak.  Atau dapat juga menggunakan peralatan olahraga. 

2. Durasi yang tepat untuk melakukan brain breaks

2. Durasi tepat melakukan brain breaks
vistaeducation.com

Biasanya anak kecil yang baru memulai sekolah seperti taman kanak-kanak, bisa melakukan brain breaks selama 10 menit. Sedangkan untuk anak usia yang lebih besar seperti SD dan SMP bisa 30 menit atau lebih. 

Akan tetapi, sebenarnya tidak ada waktu ideal untuk melakukan brain breaks. Semuanya dikembalikan kepada masing-masing anak.

Mungkin ada beberapa anak SD atau SMP melakukan brain breaks 1 jam setelah melakukan pembelajaran selama 1 jam.  Adapula anak diseusia mereka yang membutuhkan brain breaks lebih sebentar namun lebih sering dilakukan, seperti 10 menit belajar 10 menit brain breaks. Atau ada juga siswa yang belajar 30 menit dan brain breaks 10 menit. 

Semua itu dikembalikan pada kebutuhan anak-anak untuk mengistirahatkan otaknya. Jika sudah mulai kehilangan fokus, yuk langsung ajak anak untuk melakukan brain breaks!

3. Beberapa aktivitas brain breaks di dalam rumah 

Berikut ini beberpa baktivitas brain breaks yang dapat mamalakukan bersama anak di dalam rumah.

1. Jumping jack, jumping rope, dan high knees

1. Jumping jack, jumping rope, high knees
app.sworkit.com

Tantang anak mama untuk melakukan beberapa jenis lompatan tertentu. Selain itu, Mama juga dapat menantang anak dengan jumlah lompatan yang harus dicapai dengan waktu yang telah ditentukan. Misalnya, 60 kali lompatan selama 60 detik. 

2. Shadowbox 

2. Shadowbox 
istockphoto.com

Apakah anak mama gemar olahraga bela diri? Jika iya, aktivitas ini sangat cocok untuknya. Anak mama dapat melakukan pukulan dan tendangan dengan bayangan atau tidak ada target. 
 
Mintalah anak mama untuk mencoba berbagai rankaian pukulan tangan, seperti memukul ke depan, pukulan hook, hingga pukulan uppercut. Selain itu mintalah anak mama melakukan beberapa tendangan agar otot-otot kaki pun ikut bergerak. Berbagai gerakan tendangan yang dapat dilakukan antara lain, tendangan samping, tendangan depan, dan tendangan putaran.

Jika anak-anak sudah terbiasa dengan gerakan tersebut, Mama dapat mencari referensi gerakan lainnya melalui internet. 

3. Bermain hula hoop

3. Bermain hula hoop
hoopnotica.com
Permainan outdoor untuk anak perempuan

Hula hoop juga menjadi salah satu permainan yang dapat dimanfaatkan untuk brain breaks. Mama dapat menargetkan berapa lama anak dapat mempertahankan hula hoopnya. Buatlah target waktu. Mama bisa mulai dari waktu yang sebentar hingga waktu yang lebih lama. 

Jika sudah bisa mempertahankan hula hoop dengan stabil. Anak mama dapat mencoba untuk mengkreasikan gerakan bermain hula hoop, seperti menaikkan dan menurunkan hula hoop di tubuh mereka.     

Editors' Picks

4. Beer pingpong

4. Beer pingpong
justbeerapp.com

Aktivitas ini membutuhkan lima bola pingpong dan enam gelas plastik atau kertas. Susun gelas-gelas tersebut di ujung meja menjadi 3-2-1 sehingga seperti membentuk segitiga. Lalu, dari ujung meja yang berlawanan mintalah anak mama untuk melempar bola-bola pingpong untuk dimasukkan ke gelas. 

Agar permainan lebih semangat dan menyenangkan, Mama dapat memberikan hadiah pada anak jika mereka dapat memasukkan semua bola ke dalam gelas. Hadiahnya tidak perlu mewah kok, Mama dapat memberinya camilan. 

5. push-up, plank, downward dog, atau pose yoga

5. push-up, plank, downward dog, atau pose yoga
Freepik/Teksomolika
Dok. Jovee

Mama dapat mengajak anak-anak melakukan beberapa gerakan peregangan seperti push-up, plank, downward dog, atau pose-pose yoga yang lain. Gerakan-gerakan tersebut dapat meregangkan otot-otot anak sehingga ia akan kembali fresh untuk kembali belajar.   

4. Beberapa aktivitas brain breaks di luar rumah 

Jika anak-anak merasa bosan di dalam rumah terus, Mama juga dapat melakukan brain breaks di luar rumah dengan beberapa aktivitas berikut ini.

1. Berjalan atau berlari di daerah sekeliling rumah 

1. Berjalan atau berlari daerah sekeliling rumah 
Freepik

Aktivitas ini dapat membantu memompa darah sehingga aliran darah dalam tubuh menjadi lancar. Agar aktivitas ini lebih menantang, pasanglah timer. Minta anak mama menyelesaikan jarak tertentu dengan waktu yang telah mama tentukan. 

2. Bersepeda 

2. Bersepeda 
bicycle.ns.ca

Bersepeda mengitari sekitar rumah dapat membantu anak menghirup udara segar sehingga mereka akan fresh kembali untuk belajar. Selain itu, mengayuh pedal sepeda pun dapat menguatkan otot-otot kaki. 
 

3. Badminton

3. Badminton
thedoublecheck.co

Jika Mama memiliki peralatan olahraga ini secara lengkap, boleh banget ajak anak bermain badminton. Selain menggerakkan tubuh untuk meregangkan otot-otot, badminton juga dapat meningkatkan fokus lho, Ma. Jadi cocok banget nih untuk dimainkan dengan anak-anak. Setelah bermain, anak jadi fokus lagi deh belajarnya. 

4. Taplak gunung 

4. Taplak gunung 
reddit.com

Sediakan kapur tulis, lalu mintalah anak mama untuk menggambar taplak gunung. Jika sudah selesai digambar dan diberi nomor, taplak gunung siap untuk dimainkan. 

Cara memainkan permainan ini yaitu melompati satu kotak ke kotak lainnya. Saat mendarat dari lompatan, kaki tidak boleh mengenai garis.

Permainan ini bisa membuat anak mama menjadi aktif bergerak dan lebih fokus.

5. Bermain dengan teman-teman sekitar rumah 

5. Bermain teman-teman sekitar rumah 
Freepik/Rawpixel-com

Ma, semenjak belajar melalui daring anak sangat jarang bersosialisasi secara langsung. Maka biarkan anak mama tetap main dengan anak-anak sebayanya yang berada di sekitar rumah. Dengan seperti itu, anak mama tidak kehilangan waktu bermain di masa kecilnya. 

Nah itulah aktivitas yang dapat Mama lakukan bersama anak jika anak sudah jenuh dalam belajar. Alih-alih berdebat tentang tugas sekolah, lebih baik Mama ajak anak untuk mengistirahatkan otak terlebih dahulu supaya semangat dan fokus kembali saat belajar. 

Aktivitas ini tidak membuang-buang waktu dan mengganggu waktu belajar anak kok, Ma. Hanya beristirahat sebentar, anak akan semangat dan bugar kembali saat belajar. Semangat terus ya Ma untuk mendampingi anak-anaknya tumbuh ke arah yang positif! 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.