Kandungan Al-Hujurat ayat 12, Mengajarkan Anak Tidak Berburuk Sangka

Buruk sangka dan membicarakan orang adalah hal yang harus dihindari

14 April 2022

Kandungan Al-Hujurat ayat 12, Mengajarkan Anak Tidak Berburuk Sangka
Freepik/freepik

Alquran merupakan pedoman hidup yang diturunkan oleh Allah SWT. Di dalam Alquran terdapat larangan dan anjuran yang harus dilakukan oleh manusia. Salah satunya dalam QS. Al-Hujurat ayat 12 yang berisikan tentang larangan untuk berprasangka buruk. 

Makna yang terkandung dari surat ini sangat penting untuk diajarkan pada anak lho. Sebab, prasangka buruk dapat dirasakan oleh siapa saja, termasuk anak-anak yang masih berusia muda. 

Dengan mengajarkan anak untuk tidak berprasangka buruk sejak dini, maka ia akan tumbuh menjadi seseorang yang berpikir positif terhadap orang lain. Perilaku tersebut termasuk perbuatan terpuji. 

Untuk itu, mari kita belajar bersama tentang makna kandungan surah Al-hujurat agar tak berburuk sangka melalui informasi yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.

Editors' Picks

1. QS. Al-Hujurat Ayat 12

1. QS. Al-Hujurat Ayat 12
Freepik

Berikut ini bunyi surat Al-Hujurat Ayat 12 yang tertera dalam Alquran 

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اجۡتَنِبُوۡا كَثِيۡرًا مِّنَ الظَّنِّ اِنَّ بَعۡضَ الظَّنِّ اِثۡمٌ‌ۖ وَّلَا تَجَسَّسُوۡا وَلَا يَغۡتَبْ بَّعۡضُكُمۡ بَعۡضًا‌ ؕ اَ يُحِبُّ اَحَدُكُمۡ اَنۡ يَّاۡكُلَ لَحۡمَ اَخِيۡهِ مَيۡتًا فَكَرِهۡتُمُوۡهُ‌ ؕ وَاتَّقُوا اللّٰهَ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيۡمٌ

Yaaa ayyuhal laziina aamanuj tanibuu kasiiram minaz zanni inna ba'daz zanniismunw wa laa tajassasuu wa la yaghtab ba'dukum ba'daa; a yuhibbu ahadukum any yaakula lahma akhiihi maitan fakarih tumuuh; wattaqul laa; innal laaha tawwaabur Rahiim

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

2. Peristiwa yang melatar belakangi turunnya QS Al-Hujurat ayat 12 

2. Peristiwa melatar belakangi turun QS Al-Hujurat ayat 12 
Pexels/Abdullah Ghatasheh

Sebelum diturunkannya ayat Alquran oleh Allah SWT, pasti ada suatu peristiwa yang melatarbelakangi, termasuk QS. AL-Hujurat ayat 12. 

Disebutkan oleh As-Suyuti berdasarkan riwayat dari Ibnu Mundzir, turunnya QS. Al-Hujurat ayat 12 ini berkaitan dengan peristiwa seorang sahabat Nabi yang bernama Salman Al-Farisi. 

Suatu hari, Salman Al-Farisi menyantap sebuah makanan dan setelahnya ia langsung tertidur  dengan mendengkur. 

Peristiwa tersebut ternyata disaksikan oleh sahabat Nabi yang lain. Kemudian sahabat Nabi tersebut menceritakan peristiwa ini kepada orang lain. 

Dengan adanya peristiwa ini, Allah SWT menurunkan QS. Al-Hujurat ayat 12 sebagai peringatan untuk orang islam agar tidak mengumpat menggunjing dan menyebarkan aib orang lain.

3. Akhlak terpuji yang terkandung dalam QS. Al-Hujurat ayat 12

3. Akhlak terpuji terkandung dalam QS. Al-Hujurat ayat 12
Freepik/jcomp

Setelah mengetahui asbabun nuzul (peristiwa yang melatar belakangi), mari kita lihat apa saja sih perilaku terpuji yang harus kita contoh dan perilaku buruk yang harus kita tinggalkan sesuai kandungan yang tertera dalam QS. Al-Hujurat ayat 12.

1. Jauhi prasangka buruk

Di awal surah AL-Hujurat terdapat perintah untuk menjauhi prasangka buruk

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. (QS. Al Hujurat: 12)

Menurut KBBI, prasangka adalah pendapat (anggapan) yang kurang baik mengenai sesuatu sebelum (menyaksikan, menyelidiki) sendiri. 

Berprasangka buruk ini bukan hanya dapat dilakukan manusia terhadap orang lain saja lho. Seseorang juga dapat berprasangka buruk terhadap diri sendiri bahkan terhadap Allah SWT. 

Berikut ini beberapa contoh berprasangka buruk:

  • Berprasangka buruk kepada orang lain: menuduh orang lain mencuri padahal kita tidak melihat dengan mata kepala kita sendiri bahwa ia benar-benar mencuri. 
  • Berprasangka buruk kepada diri sendiri: kita merasa bahwa kita akan gagal dalam ujian. Padahal kita sendiri belum mencobanya. 
  • Berprasangka buruk kepada Allah SWT: Sebagai umat-Nya kita selalu berpikir bahwa Dia tidak menyayangi kita dan tidak memberikan segala kebutuhan kita. 

Jadi, sebelum kita mengetahui apa yang terjadi, yuk berpikir positif! 


2. Jangan memata-matai orang lain 

Dalam QS. AL-Hujurat ayat 12, Allah SWT melarang setiap manusia mencari-cari dan memata-matai orang lain.

....وَلَا تَجَسَّسُوا

Artinya: ..Dan janganlah mencari-cari keburukan orang.. 

Dalam Tafsir Fi Zilalil Quran, tajassus merupakan kegiatan yang mengiring dugaan dan kadang-kadang sebagai kegiatan awal untuk menyingkap aib dan keburukan seseorang. 

Contohnya, seorang bernama Suci mencari-cari keburukan Adi. Sesudah mengetahuinya, Suci membeberkan keburukan tersebut kepada teman-temannya. 

Ini merupakan perilaku tidak terpuji yang harus dihindari. 

3. Jangan suka membicarakan seseorang (ghibah)

Kedua perilaku di atas berujung pada ghibah atau membicarakan keburukan orang lain saat orang tersebut tidak ada. 

Perilaku tersebut harus dihindari. Sebab, ghibah diibaratkan sebagai memakan bangkai saudaranya sendiri. 

Saat zaman Rasulullah, ghibah benar-benar menghasilkan bau busuk yang dapat tercium oleh indera penciuman. Baunya seperti bangkai yang sangat busuk. 

Suatu ketika bau itu muncul saat Jabir bin Abdullah dan sejumlah sahabat Rasul berkumpul. Kemudian, Rasulullah bersabda:

أَتَدْرُونَ مَا هَذِهِ الرِّيحُ هَذِهِ رِيحُ الَّذِينَ يَغْتَابُونَ الْمُؤْمِنِينَ

“Tahukah kalian, bau apakah ini? Ini adalah bau orang-orang yang suka menggunjing orang lain.” (HR. Ahmad).

Perbuatan-perbuatan tercela tersebut sudah terkandung dalam Alquran. Artinya, perbuatan tersebut dilarang langsung oleh ALlah SWT Sang Maha Pencipta. Maka, sebagai umatnya marilah kita taati larangan tersebut dengan cara menjauhi perbuatan-perbuatan yang telah disebutkan di atas.

Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT dan bisa menghindari segala perbuatan buruk. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk