Niat serta Keutamaan Puasa Tarwiyah yang Harus Anak Ketahui

Puasa sunah satu tahun sekali

15 Juni 2021

Niat serta Keutamaan Puasa Tarwiyah Harus Anak Ketahui
Pexels/Gabby K

Sebelum Idul Fitri tiba, umat muslim diharuskan melaksanakan puasa selama satu bulan, Puasa Ramadan. Nah, hal tersebut pun berlaku untuk menyambut Idul Adha. 

Beedanya, puasa yang dilaksanakan untuk sebelum Idul Adha tidak dilaksanakan selama satu bulan, melainkan hanya dua hari. Yaitu puasa Tarwiyah dan Arafah. 

Puasa Tarwiyah sendiri hukumnya sunah. Namun, banyak sekali keutamaan yang akan didapat jika melaksanakannya. Untuk itu, yuk kita laksanakan puasa Tarwiyah!

Berikut ini Popmama.com telah merangkum  pengertian, niat, serta keutamaan puasa Tarwiyah. Simak yuk, Ma! 

1. Pengertian puasa Tarwiyah

1. Pengertian puasa Tarwiyah
Pixabay/ambroo

Puasa Tarwiyah adalah puasa yang dilaksanakan pada hari Tarwiyah, yaitu hari kedelalan di bulan Dzulhijjah. Puasa ini biasa dilakukan bersamaan dengan puasa Arafah di keesokan harinya. Tepatnya, puasa ini dilakukan dua hari berturut-turut sebelum Idul Adha. 

Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji, agar dapat ikut merasakan nikmat seperti yang dirasakan oleh para jemaah haji. 

Editors' Picks

2. Asal mula puasa Tarwiyah 

2. Asal mula puasa Tarwiyah 
Pexels/Nandhu Kumar

Tarwiyah berarti proses berpikir. Hal tersebut berkaitan dengan kisah Nabi Ibrahim AS yang menerima mimpi pada malam 8 Dzulhijjah. Dalam mimpi tersebut beliau diperintahkan Allah SWT untuk mengurbankan anaknya, Nabi Ismail AS.

Pada mulanya, Nabi Ibrahim ragu atas mimpi tersebut. Apakah mimpi yang dialami benar-benar berasal dari Allah SWT atau bukan. Hal tersebut membuat beliau berpikir dan merenung. 

Pada malam tanggal 9 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim AS kembali mengalami mimpi yang sama, yaitu menyembelih putranya. Hal tersebut mulai menimbulkan keyakinan dalam hati Nabi Ibrahim AS bahwa perintah ini benar berasal dari Allah SWT.

Akhirnya, Nabi Ibrahim AS menyampaikan mimpi tersebut pada sang anak, Ismail AS. 

يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ

Artinya: "Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.” (Qur'an Surat Ash-Shaffat ayat 102).

Mendapat kabar tersebut, Nabi Ismail AS ikhlas untuk disembelih karena itu adalah perintah dari Allah SWT. 

Akhirnya Nabi Ibrahim AS menyembelih Ismail AS pada tanggal 10 Dzulhijjah. Atas ketaatannya pada perintah Allah SWT, maka Allah SWT mengganti Ismail AS  dengan seekor Domba. 

3. Niat puasa Tarwiyah

3. Niat puasa Tarwiyah
Popmama.com/Novy Agrina

Sama seperti puasa Ramadan, puasa Tarwiyah pun harus didahului dengan niat. Berikut ini bacaan niat puasa Tarwiyah: 

نويت صوم التروية سنة لله تعالى

"Nawaitu shauma al tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala"

Artinya: "Saya niat berpuasa sunah Tarwiyah karena Allah SWT."

4. Keutamaan puasa Tarwiyah 

4. Keutamaan puasa Tarwiyah 
Pexels/Ahmed Aqtai

Berikut ini keutamaan yang akan didapatkan jika menjalankan puasa Tarwiyah:

1. Dihapuskan dosanya 

Puasa Tarwiyah akan menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan dosa satu tahun yang akan datang. Hal tersebut tercantum pada hadis riwayat Muslim. 


صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)

2. Melaksanakan perbuatan yang disukai oleh Allah SWT

Melakukan perbuatan baik sesuai perintah Allah SWT dan anjuran dalam agama sangat disukai oleh Allah SWT. Dengan begitu, tandanya seseorang taat kepada Sang Pencipta. 

Namun, dari banyaknya perbuatan baik yang diperintahkan, Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang melaksanakan puasa Tarwiyah. 

Menurut riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah SAW mengatakan bahwa tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT daripada perbuatan baik yang dilakukan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

3. Merasakan nikmat bulan Dzulhijjah 

Melaksanakan puasa Tarwiyah juga sebagai salah satu cara untuk ikut merasakan nikmat bulan Dzulhijjah yang dilakukan oleh jamaah haji di Tanah Suci.

4. Mengikuti teladan Rasulullah SAW

Dalam Hadis Riwayat Abu Dawud disebutkan Rasulullah SAW berpuasa pada sembilan hari di bulan Dzulhijjah, termasuk puasa Tarwiyah. Berarti, dengan Melakukan puasa tarwiyah, sama saja kita mengikuti teladan Rasulullah SAW. 

Imam Bukhari juga meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Dawud tentang puasa Dzulhijjah, puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ

Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari Asyura (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis."

5. Dijanjikan mendapat dua kebahagiaan dari Allah SWT

Allah SWT akan memberikan pahala bagi orang yang berpuasa. Selain itu Allah juga menjanjikan dua kebahagiaan lainnya, yaitu kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan-Nya.

Nah itulah bacaan niat beserta keutamaan yang bisa di dapat dari melaksanakan puasa Tarwiyah. Dengan melaksanakan puasa Tarwiyah, umat muslim jadi mengenang peristiwa yang dialami oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Selain itu, melakukan puasa Tarwiyah pun momen yang pas untuk merenung tentang ketaatan kita sebagai hamba Allah SWT, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS. Jadi, yuk ajak anak mama puasa Tarwiyah di tanggal 8 Dzulhijjah!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.