Anak Perlu Tahu! 7 Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia

Adakah tradisi dari kota tempat tinggalmu?

15 Juni 2021

Anak Perlu Tahu 7 Tradisi Unik Idul Adha Indonesia
gosulsel.com

Idul Adha adalah hari raya umat muslim. Hari raya ini sering juga disebut hari raya kurban. Umat muslim yang mampu dalam keadaan finansial dianjurkan untuk berkurban.  

Biasanya, seseorang yang akan berkurban membeli hewan ternak di pedagang dan langsung diserahkan ke masjid. Lalu, saat hari raya tiba, hewan tersebut akan disembelih di masjid.

Nantinya, hewan ternak yang sudah disembelih akan dibagikan ke warga sekitar. Setelah itu prosesi penyembelihan dinyatakan selesai. 

Namun, ternyata, ada beberapa daerah yang memiliki tradisi khusus saat Idul Adha lho, Ma. Tadisi ini sangat beragam, bisa dilaksanakan sebelum dan sesudah Idul Adha. Contohnya mendandani sapi sebelum disembelih hingga menggendong kambing layaknya bayi dari rumah ke masjid. Daerah mana saja ya yang memiliki tradisi unik dan menarik ini? 

Berikut Popmama.com telah rangkumkan beberapa informasi mengenai tradisi unik Idul Adha di beberapa daerah di Indonesia. Simak yuk, Ma! 

1. Manten sapi

1. Manten sapi
pasuruankab.go.id

Tradisi manten sapi biasa dilaksanakan penduduk di Desa Wates Tani, Kecamatan Granti, Kabupaten Pasuruan. Tradisi ini dilakukan guna menghormati hewan kurban yang akan disembelih. 

Dalam menjalankan tradisi ini, para sapi yang akan dikurbankan dirias sedemikian rupa layaknya pengantin. Selain itu, sapi pun akan diberi kalung bunga tujuh rupa lalu dibalut dengan kain kafan, serban dan sajadah. Semua sapi yang telah didandani akan diarak oleh warga menuju masjid setempat. 

Setelah disembelih para perempuan memeriahkan acara dengan membawa peralatan masak serta bumbu dapur untuk acara masak bersama.

2. Mepe kasur

2. Mepe kasur
budayajawa.id

Masyarakat Banyuwangi pun memiliki tradisi unik menjelang Idul Adha yakni mepe kasur. Dalam bahasa Indonesia, mepe kasur berarti menjemu kasur. 

Jadi, dalam menjalankan tradisi ini warga Banyuwangi akan menjemur kasur dan menepuk-nepuknya. Proses mepe kasur dilaksanakan serentak mulai dari pagi hari. 

Mepe kasur dilakukan untuk mengingatkan warga akan kebersihan kasur supaya terhindar dari debu dan penyakit. Selain itu, tradisi mepe kasur dipercaya mampu menolak bala sekaligus menjauhkan segala hal-hal buruk dari rumah.  

3. Grebeg gununngan, Yogyakarta

3. Grebeg gununngan, Yogyakarta
YouTube/Mbak Pujas

Di Yogyakarta, ada tradisi grebegan yang dilakukan setiap hari besar agama Islam, yakni grebeg Syawal saat Idulfiitri dan grebeg gunungan menjelang Idul Adha.  

Tradisi ini dilakukan dengan membawa tiga buah gunungan (pareden) berisi berbagai makanan dan hasil bumi. Nantinya, gunungan tersebut akan diarak dari keraton menuju masjid untuk upacara pembacaan doa.

Setelah prosesi doa, warga diperbolehkan mengambil isi gunungan tersebut. Masyarakt setempat percaya bahwa makanan yang berhasil diambil dari gunungan bisa mendatangkan rezeki. 

Editors' Picks

4. Apitan, Semarang

4. Apitan, Semarang
YouTube/Mandra Production

Tradisi apitan biasa dilakukan oleh masyarakat di Kelurahan Sampangan, Semarang, Jawa Tengah menjelang Idul Adha. Tradisi ini juga dikenal Sedekah Bumi Apitan. 

Tradisi ini dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki berupa hasil bumi yang diberikan. Nantinya, masyarakat akan melakukan pembacaan doa untuk keselamatan warga dan dilanjutkan dengan melakukan arak-arakan. 

Diakhir acara, masyarakat akan berlomba mengambil hasil bumi yang sudah diarak, seperti padi, jagung, cabai, tomat, dan sejenisnya. Masyarakat setempat percaya bahwa hasil bumi yang didapat akan membawa berkah. 

5. Kaul Negeri dan Abda’u, Maluku

5. Kaul Negeri Abda’u, Maluku
beautiful-indonesia.umm.ac.id

Dalam tradisi Kaul Negeri dan Abda’u, para pemuka agama di daerah-daerah di Maluku Tengah usai shalat Idul Adha.

Nantinya, pemuka agama akan menggendong kambing yang akan dikurbankan. Kambing akan digendong layaknya seorang bayi yakni dibalut dengan kain. 

Sebelum dikurbankan dan diserahkan kepada panitia kurban, kambing akan diarak mengelilingi rumah penduduk terlebih dahulu. Selama arak-arakan berlangsung, zikir dan sholawat akan dikumandangkan.

Nantinya, daging yang telah disembelih akan diberikan kepada fakir miskin. Tradisi ini dilakukan guna menjaga hubungan persaudaraan antar masyarakat.

6. Accera Kalompoang, Gowa

6. Accera Kalompoang, Gowa
gosulsel.com

Di Gowa, Sulawesi Selatan, masyarakat akan merayakan Idul Adha dengan melakukan tradisi accera kalompoang.

Accera kalompoang adalah tradisi pencucian benda-benda pusaka milik Kerajaan Goa yang digelar selama dua hari, yaitu sehari sebelum dan tepat pada hari Idul Adha. 

7. Meugang , Aceh

7. Meugang , Aceh
acehpressphoto.com

Tradisi Meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh untuk memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga, kerabat, dan yatim piatu. Tradisi ini dilakukan dua hari sebelum Idul Adha tiba. Meugang dilakukan sebagai rasa syukur selama 11 bulan mencari nafkah.

7. Toron, Madura

7. Toron, Madura
IDN Times/Reza Iqbal

Ada tradisi toron di Madura saat menyambut Idul Adha. Tradisi ini dilakukan oleh seluruh masyarakat Madura yang tinggal di luar kota tersebut untuk kembali ke Madura. Tradisi ini sama halnya dengan mudik Idulfitri. Jadi, biasanya menjelang Idul Adha jembatan Suramadu akan ramai. 

Nah itulah tujuh tradisi unik perayaan Idul Adha di Indonesia yang bisa Mama beritahu pada anak. Semoga anak mama semakin kaya akan pengetahuan umum. Semangat terus dalam mendidik anak ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.