10 Tips Jitu agar Anak Tak Lagi Malas Mengerjakan PR

Duh, ada saja alasannya saat disuruh mengerjakan PR

11 Januari 2021

10 Tips Jitu agar Anak Tak Lagi Malas Mengerjakan PR
Pixabay/ White77

Pekerjaan rumah alias PR menjadi salah satu momok menakutkan bagi si Anak. Apalagi untuk tingkatan kelas 3 SD ke atas, di mana materi pelajarannya semakin banyak dan kompleks.

Mendapat tugas untuk dikerjakan di rumah bagaikan kehilangan waktu main dan bersantai. Ada saja alasannya untuk mengelak dan meminta bantuan Mama untuk mengerjakan.

Anak mama sering begini ketika mengerjakan tugas?

Yuk, coba 10 tips jitu agar anak tak malas mengerjakan PR yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.

1. Buat agenda

1. Buat agenda
maxpixel.freegreatpicture

Begitu anak mama pulang sekolah, segera Mama tanyakan apakah ada tugas rumah yang diberikan. Bantu ia mencatat tugas-tugasnya di sebuah papan kecil atau buku catatan.

Mama bisa juga membantu anak mama mengingat deadline dari tiap tugas. Lama-lama ia akan terbiasa mencatat dan menandai sendiri mana tugas terdekat yang harus diselesaikan.

2. Tegakkan disiplin

2. Tegakkan disiplin
publicdomainpictures

Mama harus membantu anak disiplin mengerjakan tugas sekolah. Minta anak mama mengerjakan di sore hari atau harus selesai sebelum pukul 20.00 agar tidak mengganggu kegiatan istirahatnya. 

3. Siapkan ruang belajarnya

3. Siapkan ruang belajarnya
Pixabay/wokandapix

Sediakan ruang belajar yang kondusif, jauh dari keramaian atau gangguan yang bisa mengacaukan konsentrasi anak mama.

Jauhkan dari televisi atau ruang keluarga agar ia tidak terganggu obrolan anggota keluarga lainnya. Mama bisa juga memutarkan musik-musik klasik untuk menstimulasi otaknya bekerja lebih fokus.

4. Menjadi teman cerita

4. Menjadi teman cerita
Freepik/Yanalya

Jika anak mama adalah tipikal suka bekerja sambil mengobrol dengan orang lain, temani ia saat mengerjakan tugasnya. Ajak ia bercerita agar soal-soal di buku tulisnya tidak terasa membosankan.

Editors' Picks

5. Menahan diri

5. Menahan diri
Pxhere

Jangan terlalu banyak menanyakan apakah tugas si Anak sudah hampir selesai atau belum. Pertanyaan Mama bisa membuatnya tertekan dan merasa diburu-buru.

Daripada bertanya, Mama bisa mengintip sedikit dari balik tubuhnya, sekaligus memastikan apakah ia mengalami kesulitan atau tidak.

6. Beri asupan gizi

6. Beri asupan gizi
maxpixel.freegreatpicture

Sediakan camilan favorit anak mama sebagai penyemangat belajar. Agar ia lebih semangat, Mama bisa menanyakannya dulu sejak sore hari apa yang ingin ia makan setelah PR nya tuntas. 

7. Beri "hadiah"

7. Beri "hadiah"
Pxhere

Buatkan minuman hangat yang menenangkan, seperti coklat atau susu. Antarkan ke mejanya saat ia sibuk menyimak soal demi soal lalu berusaha mencari jawabannya. Kemunculan Mama dengan segelas minuman penuh cinta itu bisa membuat mood-nya membaik.

8. Beri semangat!

8. Beri semangat
Static.pexel.com

Berikan suntikan semangat lewat kata-kata. Cukup dengan mengatakan “Kalau capek istirahat dulu, Nak.” Itu sudah membuatnya tenang dan merasa dapat dukungan.

9. Dampingi Si Anak

9. Dampingi Si Anak
osanairbase.com

Berikan apresiasi setelah si Anak selesai mengerjakan PR nya.

Apresiasi bisa sangat sederhana seperti menanyakan apakah si Anak mengalami kesulitan atau bantu memeriksa hasil pekerjaannya.

Cara ini juga efektif untuk membantunya mengecek hasil kerja, apakah ada salah penulisan atau perhitungan yang kurang tepat. Si Anak jadi merasa tidak berjuang sendirian untuk menyelesaikan tugasnya.

10. Fokus saja pada PR

10. Fokus saja PR
bluediamondgallery/ Nick Youngson

Setelah pekerjaan rumahnya selesai, Mama tidak perlu memaksa anak mama belajar lagi.

Beberapa orangtua menginginkan anaknya giat belajar dengan membaca buku atau mengulang pelajaran di sekolah. Padahal mereka sudah dibebani pekerjaan rumah yang harus dikumpulkan sesuai deadlinenya.

Perintah belajar tambahan ini justru membuat si Anak kesal dan malas terhadap buku-buku pelajaran. Toh, mengerjakan PR itu sama dengan belajar lho, Ma! 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.