Penting! Ini Cara Mengatasi Anak yang Bersikap Sok Jagoan

Anak mama sangat percaya diri atau ia merasa jagoan sih? Yuk, dianalisa

20 Oktober 2019

Penting Ini Cara Mengatasi Anak Bersikap Sok Jagoan
Unsplash/takeshi2

Memiliki anak yang percaya diri tentu membanggakan.

Ia berani tampil di muka umum, tidak takut atau malu, dan yakin akan kemampuannya. Anak yang percaya diri biasanya disertai dengan sikap mandiri dan berani. Ia juga lebih mudah bersosialisasi dengan orang lain.

Tapi pernahkah Mama membayangkan sesuatu yang buruk dari sikap percaya diri anak?

Sikap percaya diri adalah hal yang baik. Namun, seringkali anak bukan tampil percaya diri melainkan bersikap sok jagoan atau dalam istilah psikologis sikap superioritas kompleks.

Superioritas kompleks adalah gangguan mental yang muncul ketika seseorang merasa minder namun berusaha menutupinya dengan sikap menonjolkan diri yang berlebihan. Ketika seseorang merasa dirinya superior, sikapnya cenderung ingin selalu menang dan merasa paling benar.

Agar Mama lebih paham, yuk Popmama.com jelaskan lebih jauh mengenai sikap superior ini. 

Ciri-ciri Superioritas Kompleks

Ciri-ciri Superioritas Kompleks
Education Degree

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, superior diartikan sebagai unggul atau lebih. Maka superioritas adalah sikap merasa lebih unggul pada satu atau beberapa hal sekaligus dibanding orang lain.

Berbeda dengan percaya diri, yang artinya adalah sikap yakin terhadap kemampuan dan pola pikir diri sendiri.

Secara simpel, sikap percaya diri diiringi dengan tanggung jawab sementara superioritas tidak.

Sejenak orangtua boleh bangga ketika melihat anaknya tumbuh menjadi sosok percaya diri. Tapi lama-lama harus diawasi, apakah sikap tersebut dibarengi dengan tanggung jawab atau malah menjadi kesombongan.

Situs Healthline menuliskan psikolog Alfred Alder adalah psikolog pertama yang menemukan masalah kejiwaan ini. Adler menuliskan ciri-ciri pengidap superioritas: 

  • Suka pamer,
  • tidak mau disalahkan,
  • cenderung meremehkan orang lain,
  • mudah marah dan kecewa ketika keinginannya tidak terpenuhi,
  • membesar-besarkan diri sendiri tanpa bukti nyata,
  • selalu mencari perhatian,
  • tidak mau mendengar orang lain,
  • mengalami perubahan mood yang mendadak dan seringkali berbeda dengan yang lain, misalnya orang lain senang, ia malah merasa sedih,
  • selalu merasa dirinya lebih penting, lebih cerdas, lebih berguna dibandingkan orang lain.

Editors' Picks

Penyebab dan Cara Mengatasi Anak yang Bersikap Sok Jagoan

Penyebab Cara Mengatasi Anak Bersikap Sok Jagoan
Pxhere

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, bagaimana seorang anak kecil bisa mengalami superioritas? Ini adalah analisa dari psikolog yang bisa menjawab mengapa anak bisa mengalami gangguan superior: 

  • Pola asuh yang salah serta pengaruh lingkungan,
  • anak terlalu sering menerima pujian, sehingga haus pujian dan selalu berusaha menarik perhatian orang-orang di sekitarnya,
  • sosok orangtua yang perfeksionis, 
  • selalu mengharuskan nilai bagus, mahir olah raga tertentu, mengikuti kursus bahasa asing, dan sebagainya,
  • anak terlalu dituntut berprestasi dan menjadi idola sejak kecil. Sehingga ia merasa lebih bisa dari teman-teman sebayanya,
  • mendandani anak secara berlebihan,
  • memotivasi anak dengan menceritakan keburukan orang lain juga berdampak buruk.

Jika sikap ini dibiarkan, ia akan tumbuh dewasa membawa kebiasaan buruk menjadi superior. Untuk itu selagi masih kecil, Mama bisa mencegah dan mengatasi sikap berlebihan itu dengan cara:

  • Mengimbanginya dengan pendidikan moral,
  • menegur jika ia kelewat sombong atau pamer, 
  • melatih kemampuan bersosialisasinya dengan mengikutkan kegiatan seni, kunjungan ke panti asuhan, atau pengabdian sosial lainnya,
  • membenahi pola asuh di rumah. Jangan hanya berfokus pada prestasi akademik, namun mulai memikirkan kecerdasan sosialnya,
  • memupuk sikap bertanggung jawab, mulailah dari memberikan ia tugas kecil di rumah. Wajib membereskan kamar, mencuci piring setelah makan, atau menyiram tanaman,
  • mengurangi bantuan saat si Anak mengerjakan tugas, kecuali keadaannya mendesak.

Penting sekali untuk membentuk anak menjadi sosok mandiri bukan merasa paling hebat sendiri. Sikap mandiri dan percaya diri adalah sikap mental yang baik sementara sok jagoan adalah gangguan mental yang harus dibenahi. Efeknya rumit jika sikap sok jagoan dibiarkan, si Anak bisa tumbuh menjadi orang dewasa yang mengalami masalah sosial. Tidak mau begitu kan, Ma? 

Baca juga: Langkah Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Anak

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!