Biar Terkenal? Apa Alasan Anak Kecanduan Unggah Video di Media Sosial?

Apakah anak mama termasuk yang suka banget ingin video dan fotonya diunggah di media sosial?

14 Juli 2019

Biar Terkenal Apa Alasan Anak Kecanduan Unggah Video Media Sosial
Freepik

Zaman kini, bahkan anak-anak pun tidak akan jauh kehidupannya dari gadget dan aplikasi media sosial. Apakah anak mama sudah punya akun sosial media, atau punya aplikasi sharing video, misalnya Tik Tok, Musical.ly, dan aplikasi sejenis lainnya memang sering digunakan untuk seru-seruan.

Mungkin Mama heran atau bertanya-tanya, kenapa aplikasi seperti ini bisa menarik perhatian anak-anak?

Untuk Mama yang penasaran, kali ini Popmama.com akan merangkum beberapa alasan anak-anak menggunakan aplikasi kekinian ini.

Dibaca sampai habis ya, Ma.

1. Ada rasa penasaran

1. Ada rasa penasaran
Freepik/yanalya

Sama seperti orang dewasa, anak-anak itu pasti juga punya rasa penasaran. Hal kecil yang buat mereka mencengangkan pasti bisa langsung menarik perhatiannya.

Rasa penasaran bisa menjadi salah satu faktor si Anak mulai mengunduh aplikasi ini. Apalagi kalau sudah ada teman atau lingkungan mereka yang memainkan aplikasi ini. Si Anak jadi tambah ada rasa ingin mencoba nih, Ma.

Editors' Picks

2. Alternatif untuk menghabiskan waktu

2. Alternatif menghabiskan waktu
Freepik

Ada banyak cara untuk bisa menghabiskan waktu luang. Namun, ada baiknya si Anak bisa diarahkan untuk mengisi waktu dengan hal-hal positif.

Dengan bermain aplikasi musik atau media sosial bisa menjadi salah satu alternatif untuk menghabiskan waktu. Si Anak pun bisa mengajak teman dekatnya untuk sekadar seru-seruan bersama. Apalagi di aplikasi musik memang menawarkan beragam editan musik pengiring, sehingga ia bisa memilih sesuka mereka.

Terlihat sangat seru sepertinya ya.

3. Memancing kreativitas

3. Memancing kreativitas
Freepik

Sebenarnya aplikasi semacam Tik Tok dan Musical.ly itu bagus untuk memancing kreativitas si Anak nih, Ma. Video pendek yang direkamnya bisa diberikan iringan musik-musik sesuai dengan keinginan mereka.

Dari aplikasi semacam ini, kreativitas si Anak diuji. Mereka akan berpikir konten menarik seperti apa yang ingin dibuat. Setidaknya, ia bisa menyalurkan kreativitasan mereka dengan cara yang positif. Dari aplikasi semacam ini, mereka juga belajar lho untuk lebih berani tampil di depan umum.

4. Mengikuti arus tren

4. Mengikuti arus tren
Freepik

Aplikasi yang memudahkan penggunanya untuk membuat video-video pendek ini memang sedang digemari nih, Ma. Kemajuan teknologi dan tren yang berkembang di masyarakat bisa membuat si Anak ikut-ikutan download aplikasi semacam ini.

Kalau tidak mengikuti apa yang sedang hits sekarang, si Anak jadi merasa tertinggal dan tidak bisa mengimbangi teman-temannya. Apalagi anak zaman sekarang suka banget mengikuti tren yang sedang berkembang.

Meskipun ini suatu hal yang bisa dimainkan si Anak, tetapi ada baiknya Mama masih bisa mengawasi konten-konten yang mereka buat. Usahakan jangan sampai ada konten yang terkesan negatif dan justru akan merusak mentalnya, apalagi teknologi yang kian maju.

5. Ingin menjadi terkenal

5. Ingin menjadi terkenal
Pixabay/StockSnap

Melihat banyaknya orang bahkan remaja yang mudah terkenal dengan cara instan, memicu si Anak juga ingin merasakan hal yang serupa. Inilah yang membuatnya terdorong untuk mencoba berbagai aplikasi yang sedang hits.  

Sebenarnya kalau ia bisa konsisten dengan apa yang mereka lakukan, secara tidak langsung mereka bisa memperkaya tingkat kreativitasnya sendiri. Bahkan Si Anak bisa lho menjadi content creator suatu saat nanti.

Wah, keren ya Ma.

Setelah membaca beberapa alasan di atas, Mama jadi lebih paham nih kenapa ia jadi lebih sibuk bersama gadget pribadi mereka.

Selama Si Anak masih berkreasi dengan positif, biarkan saja ya asalkan tidak berlebihan. Intinya Mama harus tetap mengarahkan dan memberikan pemahaman ke Si Anak ya.

Mama harus tetap semangat ya!

Baca juga: 5 Alasan Anak Harus Tidur Tanpa Gadgets

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.