5 Langkah Mudah Mengenalkan Sosok Pahlawan Nasional Kepada Anak

Semuanya bisa dilakukan melalui berbagai cara yang lebih menyenangkan

26 Februari 2019

5 Langkah Mudah Mengenalkan Sosok Pahlawan Nasional Kepada Anak
Pixabay/PublicDomainPictures

Memperkenalkan sosok pahlawan ke anak-anak bisa dimulai sejak dini ya, Ma. Apalagi sosok pahlawan nasional perlu diketahui agar anak mama mampu belajar menanamkan sikap patriotisme adn nasionalisme. 

Pembelajaran serta pengenalan sosok pahlawan kepada anak-anak juga bisa membuat dirinya memahami berbagai sejarah bangsa Indonesia dengan lebih baik. 

Sebenarnya ada banyak beberapa cara yang bisa dilakukan Mama sebagai orangtua dalam mengenalkan para pahlawan nasional kepada si Anak. Tentunya melalui cara-cara yang lebih menyenangkan agar semakin mudah diingat. Untuk Mama yang ingin mengetahui beberapa cara agar mudahnya, kali ini Popmama.com sudah merangkum menjadi berbagai cara menarik. 

Yuk Ma, mulai memperkenalkan sosok pahlawan kepada anak-anak sejak dirinya masih kecil!

1. Menonton bersama mengenai film pahlawan

1. Menonton bersama mengenai film pahlawan
Freepik

Untuk anak-anak menonton film pasti menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan ya, Ma. Apalagi kalau si Anak menonton film-film dengan berbagai karakter favoritnya.

Walaupun sekarang banyak bermunculan film animasi atau film superhero, Mama tidak ada salahnya memberikan sebuah tontonan mengenai film pahlawan untuk anak-anak di rumah. 

Dari banyaknya para sineas yang mengangkat film pahlawan ke layar lebar, ini juga bisa menjadi sebuah kesempatan untuk memperkenalkan beragam tokoh pahlawan kepada si Anak. Sebuah film animasi berjudul Battle of Surabaya juga bisa menjadi pilihan ketika ingin memperkenalkan tokoh pahlawan kepada anak-anak dalam bentuk film. 

Film ini  bercerita mengenai pertempuran 10 November di Surabaya antara para pejuang kemerdekaan ketika melawan tentara sekutu yang dibentengi oleh Belanda. 

Selain film Battle of Surabaya, Mama bisa mengajak si Kecil menonton beberapa film lainnya seperti kisah dari H.O.S Tjokroaminoto berjudul Guru Bangsa Tjokroaminoto, R.A Kartini di film Kartini, dan KH Hasyim Asyari berjudul Sang Kiai.

Baca juga: 7 Nilai Plus Anak Suka Menonton Film Horor untuk Kesehatan

2. Mengunjungi museum sejarah

2. Mengunjungi museum sejarah
Unsplash/MichaƂ Parzuchowski

Seberapa sering mengajak anak-anak pergi ke museum sejarah nih, Ma?

Salah satu cara memperkenalkan berbagai tokoh pahlawan sejak dini ke anak-anak bisa dimulai dari cara sederhana seperti mengujungi museum sejarah. 

Selain bisa mengurangi kebiasaan untuk pergi ke pusat perbelanjaan, Mama bisa mengajak pergi sekeluarga ke museum sejarah. Museum nasional maupun museum daerah bisa dijadikan tempat untuk memperkenalkan sosok pahlawan kepada si Anak apalagi ada banyak koleksi yang berkaitan dengan sejarah. 

Bahkan di beberapa kota juga ada museum militer. Saat berkunjung ke museum militer bersama keluarga, anak-anak bisa melihat berbagai koleksi sejarah ketika masa-masa perjuangan para pahlawan kemerdekaan. 

Yuk, jalan-jalan ke Museum Sumpah Pemuda, Museum Fatahilah, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Satria Mandala, atau Rumah Perjuangan Jendral Ahmad Yani di Jakarta, Museum Benteng Vredeburg di Yogyakarta, atau Museum Perjuangan di Kota Bogor. 

Editors' Picks

3. Melihat monumen serta patung pahlawan

3. Melihat monumen serta patung pahlawan
Popmama.com/Vanny El Rahman

Jika Mama tinggal di Jakarta atau di kota-kota lain, tak jarang banyak sekali monumen nasional atau patung-patung pahlawan di berbagai daerah. 

Seperti tujuan awal pembuatan monumen atau patung pahlawan, ini tentu bertujuan mengenang jasa pahlawan serta banyak generasi muda yang mengetahui sosok pahlawan tanah air. 

Saat berolahraga pagi di kawasan hari bebas kendaraan bermotor bersama keluarga, Mama bisa sekaligus memperkenalkan beberapa monumen serta patung pahlawan yang ada di sekitar jalan. Cara ini tentu akan membuat si Anak lebih tertarik untuk mengetahui lebih banyak mengenai sosok pahlawan yang ditemuinya dalam wujud patung. 

Mama tahu kan dimana letak patung Pangeran Diponegoro dan Panglima Besar Sudirman di Jakarta? Sudah pernah lihat juga Monumen Jogja Kembali, Monumen Pembebasan Irian Barat, Patung Christina Martha Tiahahu di Ambon, Patung Tentara Pejuang di Bandung?

4. Berziarah ke Taman Makam Pahlawan

4. Berziarah ke Taman Makam Pahlawan
Unsplash/rawpixel

Mengenang jasa-jasa para pahlawan tentu bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti belajar banyak mengenai sejarah melalui berbagai media atau sekedar berziarah ke Taman Makam Pahlawan. 

Mama bisa memilih atau menyempatkan waktu di tanggal-tanggal penting seperti 10 November sebagai peringatan hari Pahlawan. 

Makam tokoh pahlawan yang bisa dikunjungi bersama anak-anak seperti Taman Makam Pahlawan di daerah Kalibata, Jakarta atau di Cikutra, Bandung. Saat berada di area makam, si Anak bisa melihat deretan nama-nama dari para pahlawan. 

Selain berziarah, anak-anak bisa mengetahui sejarah mengenai berbagai pahlawan tanah air yang telah gugur di medan perang. 

5. Memperkenalkan buku cerita atau komik bertema pahlawan

5. Memperkenalkan buku cerita atau komik bertema pahlawan
Popmama.com/Fx Dimas Prasetyo

Kini komik anak-anak tidak hanya menceritakan superhero saja, namun sudah ada buku komik dengan cerita pahlawan nasional. Kisah pahlawan seperti sosok Dewi Sartika dan Wahid Hasyim sudah hadir dalam buku cerita berbentuk komik. Salah satu yang menarik adalah seri Biografis Pahlawan Nasional dengan tema "Berkawan dengan Pahlawan: Menanamkan Nilai Kepahlawanan kepada Generasi Milenial".

Fikri Somyadewi, Brand Development Manager Esensi, penerbit buku itu ingin anak-anak bisa membaca sebuah buku pahlawan dengan cara menyenangkan. "Sebagai bacaan visualisasi grafis, diharapkan bacaan ini dapat  lebih mudah menjembatani anak untuk meneladani sifat kepahlawanan yang sekaligus mendukung program Penguatan Pendidikan Karakter di sekolah," ucap  Fikri.

Itulah beberapa tips mengenalkan sosok pahlawan tanah air kepada si Anak. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat ya, Ma!

Baca juga: 15 Buku Cerita Anak Terbaik yang Harus Dibaca Sebelum Usia 12 Tahun