Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Freepik
Freepik

Di era digital ini, akses informasi lebih mudah didapatkan. Informasi parenting juga sering ditemukan melalui media sosial. Munculnya tren seperti gentle parenting dan positive discipline menandai, berkembangnya tren dan gaya pengasuhan yang menekankan pola kualitas komunikasi orangtua dan anak.

Alih-alih mendidik anak secara searah dan orangtua yang banyak mengatur, dahulu biasa disebut pola asuh otoriter dan sekarang dikenal sebagai gaya parenting VOC.

Namun, seiring berkembangnya ilmu psikologi dan meningkatnya pemahaman orangtua mengenai tumbuh kembang anak, Pendekatan ini dinilai kurang memberikan ruang komunikasi bagi kebutuhan emosional anak.

Oleh karena itu, pemilihan gaya parenting yang tepat, menjadi faktor penting dalam kehidupan anak.

Mama tidak perlu binggung, berikut Popmama.com telah merangkum gaya parenting terkini, yang dapat membantu menemukan gaya yang tepat untuk anak.

1. Kesehatan mental sebagai prioritas

Freepik

Isu kesehatan mental saat ini, bukan lagi menjadi suatu hal yang tabu untuk dibicarakan dan diterapkan di kehidupan keluarga.

Orangtua modern kini lebih proaktif dalam mengenali indikator stres, kecemasan, hingga kelelahan emosional yang sering kali tersembunyi di balik perilaku anak.

Dengan memprioritaskan kesehatan mental sejak dini, Mama sebenarnya sedang memberikan "asuransi batin" bagi masa depan anak.

Daripada merespons anak tantrum dengan amarah, sebaliknya Mama dapat menciptakan lingkungan rumah yang psychologically safe.

Sebuah ruang di mana anak merasa didengar, divalidasi, dan bebas mengekspresikan perasaannya tanpa adanya penolakan.

2. Growth oriented parenting

Freepik

Di tengah tuntutan dunia yang sering kali hanya berkutat pada hasil akhir dan pencapaian instan. Muncul sebuah pendekatan yang memliki pendekatan segar sekaligus memberdayakan, yakni growth-oriented parenting.

Gaya parenting ini, mengajak kita untuk mengalihkan pandangan sejenak dari deretan angka di rapor atau medali perlombaan anak.

Dan mulai memberikan perhatian penuh pada bagaimana anak berjuang, belajar, dan beradaptasi dalam kesehariannya.

Melalui gaya pengasuhan ini, peran orangtua berubah sebagai pemandu yang membantu anak, memahami bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah anak tangga menuju keberhasilan.

3. Pendekatan parenting dengan dukungan sistem AI

Freepik

Artificial Intelligence (AI) saat ini bukan lagi sekadar tren teknologi yang jauh dari jangkauan. Banyaknya pengguna AI di berbagai aspek kehidupan menandai keberhasilan dari sistem pembantu yang dahulu hanya sebatas sebagai angan-angan saja.

Salah satu yang cukup menarik adalah pendekatan parenting dengan dukungan sistem AI.

Bayangkan jika Mama tidak perlu lagi bersusah payah mencari materi belajar yang cocok untuk anak yang mungkin cepat bosan. Teknologi AI sekarang bisa membaca kapan anak sedang bersemangat atau kapan mereka mulai jenuh, lalu secara otomatis menyesuaikan materi belajar mereka.

Urusan jadwal harian tambahan, seperti kapan harus berhenti main gadget atau mulai tidur siang kini juga bisa diatur melalui berbagai asisten digital yang kini banyak mengadaptasi sistem AI.

4. Authoritative parenting: tegas, hangat, dan komunikatif

Freepik

Pernahkah Mama merasa bimbang antara ingin menjadi orangtua yang disiplin, tetapi takut jika anak menjadi tertutup? Gaya asuh authoritative muncul sebagai jawaban yang tepat.

Singkatnya, gaya parenting jenis seni berfokus bagaimana orangtua tetap bisa menetapkan aturan yang jelas, tanpa harus kehilangan kedekatan emosional dengan anak.

Orangtua tidak perlu menjadi "wasit" yang kaku, melainkan menjadi pemandu yang bijak untuk si Anak.

Saat orangtua memberikan sebuah aturan, itu bukan lagi perintah satu arah yang harus dipatuhi secara mentah-mentah. Melainkan waktu untuk memberikan penjelasan yang logis dibalik alasan tersebut.

Anak belajar untuk patuh bukan karena takut pada hukuman, melainkan karena mereka paham akan nilai tanggung jawab.

5. Values based parenting

Unsplash/Antoni Shkraba Studio

Pernahkah Mama memikirkan, bekal apa yang cukup kuat untuk melindungi jati diri anak agar ia tidak sekadar menjadi pengikut di tengah arus dunia yang kian impersonal?

Gaya parenting ini, mengajak kita, untuk kembali menanamkan prinsip dasar seperti empati yang tulus, kejujuran, dan rasa tanggung jawab sosial dalam keseharian.

Nilai-nilai ini bukanlah sesuatu yang bisa diajarkan hanya melalui kata-kata atau nasihat saja, melainkan melalui "bahasa teladan" yang kita tunjukkan setiap hari.

Mama perlu ingat bahwa anak adalah peniru yang hebat. Mereka belajar empati dari cara kita menolong tetangga, memahami kejujuran dari cara kita mengakui kesalahan, dan menghargai perbedaan melalui sikap inklusif yang kita tunjukkan.

6. Transitional parenting

Pexels/Vanessa Loring

Tanpa disadari, hidup anak adalah rangkaian perpindahan dari satu fase ke fase berikutnya. Fase inilah yang merupakan titik penting, sebagai penanda beralihnya satu fase kehidupan ke ke tahap selanjunya yang lebih kompeks.

Mulai dari langkah pertama memasuki gerbang sekolah, transisi menuju masa remaja yang penuh gejolak, hingga memasuki usia dewasa. Di saat-saat penuh ketidakpastian inilah, Transitional Parenting hadir sebagai sebuah pelukan yang menenangkan.

Secara praktis, Mama bisa membantu si anak menavigasi masa transisi mereka, dengan memberikan gambaran bertahap tentang apa yang akan terjadi di depan sana.

Seperti melibatkan mereka dalam keputusan-keputusan kecil, memilih perlengkapan sekolah baru atau menata kamar di rumah, bisa memberikan mereka rasa memegang kendali atas hidupnya sendiri.

7. Mindful parenting

Unsplash/Antoni Shkraba Studio

Di tengah hiruk-pikuk dunia modern yang menuntut kita untuk selalu bergerak cepat, Mindful Parenting hadir sebagai tanda yang mengajak Mama kembali pada hakikat pengasuhan yang paling dasar, yaitu kehadiran.

Pendekatan ini menjadi semakin krusial di era sekarang, di mana distraksi digital dan tuntutan kehidupan, sering kali membuat waktu berkualitas bersama anak terasa kian menipis.

Hadir secara utuh bukan hanya berarti berada di ruangan yang sama secara fisik, tetapi benar-benar menanggalkan beban pekerjaan dan gangguan ponsel.

Itulah gaya parenting menarik yang bisa Mama praktikan di rumah.

Editorial Team