Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Hal tentang Deep Learning yang Perlu Mama Tahu
Pexels/ROMAODINTSOV
  • Pemerintah menyoroti pentingnya penerapan deep learning pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak.
  • Pendekatan deep learning menekankan pemahaman mendalam, berpikir kritis, serta proses belajar yang berfokus pada eksplorasi dan pengembangan potensi anak secara menyeluruh.
  • Guru berperan sebagai fasilitator dan orangtua didorong ikut mendukung di rumah melalui diskusi serta penghargaan terhadap rasa ingin tahu anak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di momen Hari Pendidikan Nasional 2026, pemerintah kembali menyoroti pentingnya kualitas pendidikan anak, Ma. Salah satu pendekatan yang mulai didorong adalah deep learning atau pembelajaran mendalam.

Hal ini juga disampaikan oleh Rizky Aditya Putra dalam peringatan Hardiknas di Nanga Bulik.

Lantas, apa saja yang perlu Mama pahami tentang deep learning ini? Yuk, simak penjelasannya.

1. Deep learning bukan sekadar menghafal

Pexels/ROMAODINTSOV

Pendekatan ini mengajak anak untuk memahami materi secara lebih dalam, bukan hanya mengingat.

Anak didorong untuk tahu alasan di balik suatu konsep, sehingga pembelajaran terasa lebih bermakna.

2. Anak dilatih berpikir kritis

Pexels/ROMAODINTSOV

Dalam deep learning, anak akan lebih sering diajak bertanya dan berdiskusi.

Hal ini membantu mereka terbiasa mencari solusi, bukan hanya menunggu jawaban.

3. Fokus pada proses, bukan hanya hasil

Pexels/ROMAODINTSOV

Nilai memang penting, tapi bukan satu-satunya tujuan.

Proses belajar anak, seperti memahami, mencoba, dan mengeksplorasi, juga menjadi hal yang utama.

4. Mengembangkan potensi anak secara menyeluruh

Pexels/ROMAODINTSOV

Pembelajaran ini tidak hanya fokus pada akademik, tapi juga aspek emosional dan sosial anak.

Sejalan dengan konsep pendidikan yang memanusiakan manusia, anak diharapkan bisa berkembang secara utuh.

5. Guru berperan sebagai fasilitator

Pexels/ROMAODINTSOV

Dalam pendekatan ini, guru tidak hanya memberi materi, tetapi juga membimbing anak untuk menemukan jawabannya sendiri.

Dengan begitu, anak jadi lebih aktif dalam belajar.

6. Didukung dengan metode dan teknologi yang lebih interaktif

Pexels/ROMAODINTSOV

Pembelajaran deep learning biasanya dikombinasikan dengan metode yang lebih menarik, termasuk penggunaan teknologi.

Hal ini membuat anak tidak mudah bosan saat belajar.

7. Orangtua juga punya peran penting di rumah

Pexels/ROMANODINTSOV

Meski diterapkan di sekolah, Mama tetap bisa mendukung dari rumah, lho.

Coba mulai dengan mengajak anak berdiskusi, memberi ruang untuk bertanya, dan menghargai rasa ingin tahunya.

Perubahan cara belajar ini memang tidak instan, Ma. Namun, dengan pendekatan yang lebih mendalam, anak diharapkan bisa tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tapi juga siap menghadapi tantangan di masa depan.

Editorial Team