9 Cara Ampuh Mengatasi Panas Dalam pada Anak aat Berpuasa

Panas dalam bisa disebabkan akibat dehidrasi

28 April 2021

9 Cara Ampuh Mengatasi Panas Dalam Anak aat Berpuasa
Freepik/Waridsara.p

Panas dalam mungkin sudah tak asing lagi di telinga Mama, kondisi ini dapat menyebabkan tenggorokan sakit, bibir pecah-pecah, sariawan, hingga masalah di pencernaan.

Kurangnya cairan saat berpuasa dapat menyebabkan anak mengalami panas dalam, ditambah lagi dengan faktor pola makan yang tidak sehat, jarang aktivitas fisik, dan kualitas waktu tidur yang buruk.

Walaupun menjadi penyakit yang umum, panas dalam bisa mengganggu aktivitas anak dalam sehari-hari yang saat ini muncul bersamaan dengan berpuasa. Kali ini Popmama.com akan membahas 9 cara mengatasi panas dalam pada anak saat puasa.

Baca terus informasinya di bawah ini!

1. Jaga agar anak tetap terhidrasi

1. Jaga agar anak tetap terhidrasi
Freepik/Oigafeo

Minum banyak cairan penting untuk menjaga tenggorokan tetap lembab dan nyaman. Persiapkan hari puasa keesokan harinya dengan minum air yang cukup setelah berbuka puasa hingga waktu sahur. Ingatkan anak untuk minum satu atau dua cangkir setiap jam sebelum tidur.

Selain air mineral, teh juga dapat menenangkan tenggorokan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, seperti akar licorice, peppermint, jahe, atau akar marshmallow.

Air lemon juga bisa menjadi pilihan lain untuk mengurangi sakit tenggorokan, yaitu siapkan air hangat kemudian masukan air lemon ke dalamnya dan tambahkan sedikit madu. Kemudian sajikan minuman saat masih hangat.

2. Minta anak untuk berkumur dengan air garam

2. Minta anak berkumur air garam
Freepik/Racool_studio

Berkumur dengan air garam merupakan salah satu cara efektif untuk meredakan panas dalam yang menyebabkan sakit tenggorokan.

The Mayo Clinic menyarankan agar Mama mencampurkan ½ sendok teh garam dengan satu cangkir air hangat, dan minta anak berkumur di bagian belakang tenggorokannya. Pastikan anak dapat meludahkan campuran dan tidak menelannya secara tidak sengaja.

Namun hingga saat ini, belum banyak penelitian tentang apakah kumur air asin benar-benar bisa membunuh kuman di tenggorokan, atau garam dapat membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri.

Tetapi sebuah studi tahun 2013 yang terdapat dalam International Journal of Preventive Medicine menemukan bahwa berkumur dengan air garam dapat membantu mencegah infeksi pernapasan.

3. Sajikan sup ayam hangat

3. Sajikan sup ayam hangat
Freepik/Gannusia

Siapa yang dapat menolak cita rasa dan kehangatan sup ayam? Sup ayam dapat membantu menghangatkan tubuh anak dan mengembalikan energi.

"Sup ayam adalah obat rumahan yang paling sering diresepkan untuk sakit tenggorokan dan gejala pilek, dan sebenarnya ada data yang menunjukkan bahwa sup ayam bekerja dengan menghambat migrasi neutrofil, komponen di dalam tubuh Anda yang menyebabkan peradangan di tenggorokan," ujar Caroline Roberts, M.D., asisten direktur residensi di UNC Family Medicine.

Namun, Dr. Roberts juga mencatat bahwa penelitian ini belum dilakukan pada manusia, dan ia mengatakan bahwa resep sup buatan sendiri mampu bekerja lebih baik daripada sup yang dibeli di toko.

Editors' Picks

4. Sajikan kaldu ayam

4. Sajikan kaldu ayam
Pexels/jenvit

Selain sup ayam, kaldu ayam juga dapat menjadi alternatif ketika panas dalam pada anak membuatnya sulit makan. Alternatif yang baik untuk perut kosong adalah menyesap stok kaldu ayam hangat dalam bentuk apa pun saat berbuka puasa atau saat sahur.

Kaldu hangat dapat Mama masak sendiri atau membelinya di restoran agar dapat dipanaskan dalam sekejap.

Prianka Chawla, MD selaku Dokter Perawatan Primer di Tufts Medical Center, mengatakan kaldu hangat dapat membantu menenangkan tenggorokan yang kering sekaligus memberikan anak nutrisi saat makan.

5. Perbanyak makan sayur dan buah

5. Perbanyak makan sayur buah
Freepik
joker with card

Bukan rahasia umum lagi jika sayur dan buah kaya akan kandungan serat, vitamin, dan mineral yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak. Saat berbuka dan sahur, sajikan sayur dan buah yang berwarna terang pekat untuk memberikan kandungan nutrisi yang tinggi.

Seperti sayur bayam, kangkung, wortel, terong, brokoli, serta buah-buahan seperti stroberi, pepaya, apel, dan anggur untuk mengobati panas dalam anak. Untuk menambah asupan serat dan vitamin anak, jangan lupa berikan buah-buahan seperti apel dan anggur dengan kulitnya.

6. Cobalah berikan madu pada anak

6. Cobalah berikan madu anak
Pexels/Pixabay

Dilansir dari goodhousekeeping.com, beberapa penelitian menunjukkan bahwa madu dapat bekerja ampuh dalam meredakan sakit tenggorokan akibat panas dalam. Tak hanya memberikan lapisan pelindung pada tenggorokan, madu juga memiliki sifat antibakteri.

"Madu mengandung senyawa yang diubah menjadi hidrogen peroksida selain senyawa antimikroba lainnya. Namun, anak-anak yang berusia kurang dari satu tahun tidak boleh diberikan madu karena dapat meningkatkan risiko botulisme,” ujar Dr. Roberts.

7. Perbaiki jadwal tidur anak

7. Perbaiki jadwal tidur anak
Freepik/Valuavitaly

Saat menjalani ibadah puasa, jadwal tidur anak menjadi berubah. Jika anak memiliki kebiasaan tidur malam alias begadamg, minta anak untuk tidur lebih awal, karena ia harus bangun saat sahur. Singkirkan perangkat elektronik anak setidaknya satu jam sebelum tidur.

Untuk memulihkan energi anak, Mama juga bisa mengingatkan anak untuk tidur siang atau sore sekitar 15-30 menit. Pastikan untuk pasang alarm untuk membangunkan anak agar tak melewatkan jam buka puasa.

8. Berikan obat jika gejala tak kunjung pulih

8. Berikan obat jika gejala tak kunjung pulih
Freepik/Yanadjana

Jika anak tak kunjung pulih, Mama dapat memberikan obat panas dalam yang dijual di apotek untuk mengatasi sakit tenggorokan saat panas dalam. Mama dapat memilih obat sesuai gejala yang anak rasakan.

Jangan lupa untuk membaca ketentuan dosis untuk anak-anak, serta cara pakai yang sesuai petunjuk kemasan. Jika gejala anak masih tak membaik, Mama bisa segera berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan diagnosis serta perawatan yang tepat.

9. Mengaktifkan humidifier

9. Mengaktifkan humidifier
Pixabay/asundermeier

Panas dalam bisa diperparah oleh cuaca kering, hindari iritasi ini dengan menggunakan pelembab udara dingin di kamar tidur anak.

Menguapi saluran pernapasan bagian atas juga dapat membantu dengan mandi air hangat atau mandi. Mama dapat meminta anak untuk duduk di kamar mandi dan menyalakan shower yang panas hingga mengeluarkan uap bisa memberikan kelegaan.

Nah itulah beberapa cara untuk mengatasi panas dalam pada anak selama bulan puasa. Penting untuk menerapkan perawatan diri dasar seperti tidur, pola makan yang sehat, dan bersantai selama beberapa hari.

Sebaiknya ambil beberapa hari libur sekolah dan tidak keluar rumah terlebih dahulu, terutama jika merasa ada penyakit virus atau bakteri yang dapat menular ke anak.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.