5 Cara Membuat Anak agar Berani Beropini dan Berkarya

Berani beropini dan berkarya memudahkan anak mencapai cita-citanya di masa depan

24 Oktober 2021

5 Cara Membuat Anak agar Berani Beropini Berkarya
Freepik/Mego-studio

Sebagian besar orangtua memiliki harapan besar pada anaknya agar tumbuh menjadi pribadi pintar dan sukses, namun tak jarang mereka lupa bahwa hal tersebut perlu dibangun dari bimbingan sejak usia dini.

Jika anak selalu ditekan atau tidak diberi kesempatan untuk menyatakan pendapat dan kebebasan dalam berkreasi, dampaknya adalah ia jadi takut untuk beropini dan melakukan sesuatu. Ini tentu bisa mengganggu masa-masa pendidikan anak selama di sekolah.

Nah jika Mama ingin menghindari hal tersebut, ada beberapa cara yang dapat Mama lakukan agar bisa mengembangkan kepribadian anak yang berani beropini dan berkarya.

Berikut Popmama.com telah menyiapkan beberapa tipsnya di bawah ini. Langsung terapkan tips-tipsnya ya, Ma!

1. Jangan memarahi atau melarang anak saat berkreasi

1. Jangan memarahi atau melarang anak saat berkreasi
Freepik

Tips pertama jika kamu ingin anak berani untuk bebas berkarya ialah dengan membebaskannya berkreasi sejak usia muda. Misalnya Mama bisa memberikan anak peralatan lukis, seperti buku gambar atau kanvas, cat air, kertas origami, lem, pensil warna, dan lain-lain.

Lalu biarkan anak menggambar apapun yang ia inginkan. Jika anak ingin menggambar monster, biarkan ia melakukannya. 

Jangan pernah memarahi anak atau melarang ia saat berkreasi. Meski cara ini tersebut mungkin membuat Mama harus menyediakan pernak-perniknya, namun percayalah bahwa ini juga bisa membantu Mama menemukan bakat terpendam anak.

Editors' Picks

2. Berikan arahan agar imajinasi anak tidak ke luar batas

2. Berikan arahan agar imajinasi anak tidak ke luar batas
Freepik

Walaupun membebaskan anak sangat penting untuk mengembangkan kreativitasnya, yang perlu Mama lakukan adalah cukup arahkan imajinasi anak agar tidak ke luar batas.

Seperti apa kreativitas yang di luar batas?

Misalnya anak merasa kesal dengan temannya atau saudaranya, kemudian ia menggunakan kebebasan untuk menggambar wajah teman atau saudaranya dengan gambar yang buruk atau menyeramkan. Ini tentu bukan cara yang benar, dan tidak dapat dibiarkan. 

Namun ketika anak menggunakan bakatnya untuk hal-hal yang positif, biarkan ia berpikir bebas sesuai imajinasinya. Hal ini nanti akan memudahkannya untuk menciptakan ide-ide baru. Bukankah itu sangat diperlukan untuk kesuksesannya di masa depan anak, Ma?

3. Selalu memberikan dukungan pada anak

3. Selalu memberikan dukungan anak
Freepik/Mego-studio

Setelah Mama merasa yakin bahwa anak telah menemukan bakatnya di sebuah bidang, penting untuk memberikan dukungan kepadanya. Supaya anak lebih termotivasi untuk mengembangkan kemampuannya.

Entah itu kemampuannya dalam menggambar, public speaking, bermain musik, olahraga, dan lain-lain. Ini juga dapat membuat anak lebih mungkin meraih prestasi.

Selain itu, tanyakan pada anak apakah sekiranya ia ingin lebih memperdalam bakatnya tersebut atau tidak. Jika iya, Mama bisa mempertimbangkan untuk mendaftarkan anak pada kursus yang sesuai dengan bidangnya tersebut.

Karena siapa tahu dukungan orangtua untuk anak di usia muda ini, menjadi pintu karier anak di masa depan!

4. Berikan pujian pada pencapaian anak secara spesifik

4. Berikan pujian pencapaian anak secara spesifik
Pexels/gustavo-fring

Ketika Mama melihat anak meraih pencapaian tertentu, jangan lupa untuk memberikan pujian. Terlepas dari apakah pencapaian itu masih kecil atau sudah besar namun tetaplah menunjukkan kebanggaanmu padanya.

Namun hindari pujian yang berlebihan, karena anak mungkin dapat merasakan bahwa pujian yang Mama berikan tidak tulus. Melainkan, berikan pujian pada pencapaian anak yang spesifik.

Misalnya ketika anak telah menyelesaikan gambarnya, berikan pujian seperti "Wow, gambarmu sangat indah, Mama suka dengan cara kamu menyatukan warnanya dengan baik.".

Mama juga bisa bertanya pada anak bagaimana cara ia melakukan hal yang membuat Mama bangga. Ini dapat membuat anak merasa memiliki sesuatu dalam dirinya, yang membuat orang lain terkagum-kagum. Dan dengan begitu anak tidak berkecil hati dan semangat untuk berjuang lebih keras.

5. Ajak anak untuk berdiskusi dan biarkan ia berpendapat

5. Ajak anak berdiskusi biarkan ia berpendapat
Freepik/Pch.vector

Terakhir dan tidak kalah penting adalah, selalu ajak anak berbicara. Mungkin ini mudah, namun Mama harus benar-benar mendengarkan anak, dengan memberikan perhatian penuh kepadanya.

Jika Mama ingin anak berani beropini dan memiliki pemikiran cemerlang, maka sering-seringlah mendengarkan pendapat anak tentang berbagai hal.

Tidak perlu menunggunya dewasa untuk bisa melakukan ini, namun mulai sejak ia kecil dan diskusikan hal-hal sederhana yang membuatnya berani mengeluarkan opini sendiri.

Nah itulah beberapa cara yang dapat Mama lakukan untuk mengajarkan anak agar ia tumbuh berani beropini dan berkarya.

Tak dapat dipungkiri bahwa mendidik anak memang bukan suatu hal yang mudah, namun jangan lupakan bahwa semua itu juga ada cara-caranya.

Seperti beberapa tips di atas yang bisa Mama terapkan pada keseharian anak di rumah. Ingatlah bahwa ini memerlukan proses, sehingga penting untuk sabar dan terus dukung anak.

Baca  juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.