Bermakna, 8 Tips Memberikan Anak Pujian yang Memberdayakan

Memberikan pujian yang terlalu banyak juga tak baik untuk anak lho!

23 Juni 2021

Bermakna, 8 Tips Memberikan Anak Pujian Memberdayakan
Freepik/photohobo

Sebagai orangtua, Mama tentunya adalah pendukung terbesar untuk anak, bukan? Itu sebabnya banyak orangtua yang cenderung memuji anak.

Entah itu saat anak belajar naik sepeda, karya yang ia ciptakan, atau bahkan saat membersihkan mainan tanpa disuruh. Tapi tak semua pujian dapat memberdayakan anak, bahkan terlalu banyak memberikan pujian bisa membuat anak mempertanyakan kemampuannya sendiri.

Namun ada cara bagaimana kata-kata positif dan niat baik Mama bisa membuat anak merasa lebih bangga, percaya diri, dan termotivasi.

Bagaimana cara memberikan pujian yang tepat pada anak?

Berikut ini Popmama.com akan membahas 8 tips ini untuk memuji anak dengan cara yang benar sehingga bermakna dan memberdayakan. Baca terus ya!

1. Puji karakter anak, bukan keterampilannya

1. Puji karakter anak, bukan keterampilannya
Freepik/liuntova

Terkadang, "Kamu sangat baik kepada anak laki-laki yang jatuh di taman bermain itu," bisa lebih berarti bagi seorang anak, daripada mengatakan "Kamu anak yang baik."

Menunjukkan perilaku yang spesifik, positif, dan didorong secara emosional akan mendorong lebih banyak hal baik dan membantu anak mengembangkan perilaku dan empati yang lebih positif terhadap orang lain.

Itu tidak berarti Mama tidak boleh memuji keterampilan fisik anak juga ya, tetapi jangan lupa untuk memberi anak dukungan untuk pilihan emosional positif dan interaksi sosialnya yang baik.

2. Fokus pada upayanya, bukan hasil

2. Fokus upayanya, bukan hasil
Freepik/Rawpixel-com

Alih-alih mengatakan, "Kamu pemain bola basket yang hebat!" coba katakan, “Mama dapat memberitahu kalau kamu telah bekerja keras pada keterampilan mengoper bola. Kamu memainkan permainan yang hebat.”

Ketika orangtua menggunakan pernyataan secara luas, anak tidak memiliki ketulusan tertentu. Bahkan pemain basket internasional mungkin tidak selalu "luar biasa" sepanjang waktu. Ditambah, ini dapat memberi banyak tekanan pada anak, saat ia berhasil ataupun gagal.

Ada kata-kata dari penemu bola lampu pijar, Thomas Edison yang mengatakan, “Jenius adalah 1 persen inspirasi, 99 persen keringat.” Di mana orangtua dapat menyampaikan pada anak bahwa mereka memahami bahwa kerja keras adalah yang terpenting. Terlepas dari hasilnya.

3. Ketika anak memberi tahu tentang pencapaiannya, bantu ia untuk memuji diri sendiri

3. Ketika anak memberi tahu tentang pencapaiannya, bantu ia memuji diri sendiri
Freepik/user23443555

Sebagai orangtua, Mama mungkin sering menggunakan kata-kata yang terlalu umum, “Kerja bagus, aku sangat bangga padamu!”.

Tetapi, jika mengulanginya sedikit, dengan, “Wow! Kamu pasti merasa sangat bangga pada diri sendiri” maka Mama membantu membuat pujian pada anak secara internal, bukan eksternal.

Kunci kepercayaan diri yang penting untuk pertumbuhan anak adalah ketika ia tidak harus mencari persetujuan dari orang lain.

Setelah Mama mendorong anak untuk mengungkapkan betapa hebat dirinya tentang apa yang dicapainya, maka Mama dapat mengatakan, "Mama juga bangga denganmu!"

Editors' Picks

4. Mengatakan lebih sedikit terkadang lebih banyak makna

4. Mengatakan lebih sedikit terkadang lebih banyak makna
Freepik/Ake1150sb

Memberikan jempol setelah anak laki-laki mama mencetak gol dalam pertandingan sepak bola atau memberikan tos setelah anak perempuan mama memenangkan perlombaan, terkadang lebih kuat daripada pujian verbal.

Ini sering terjadi pada anak atau remaja yang pemalu, yang tidak menginginkan semua perhatian. Gerakan kecil ini bisa terasa istimewa dan intim karena bersifat pribadi, antara Mama dan anak. Mama juga masih bisa berkata, "Bagus sekali!" tetapi dengan cara yang nyaman dan tidak terlalu menekan.

5. Pujilah anak mama di depan orang lain

5. Pujilah anak mama depan orang lain
Freepik/Pixel-shot.com

Biarkan anak mendengar Mama memujinya dihadapan orang lain saat anak berada dalam jangkauan pendengaran. Tentu saja, ada kalanya Mama mungkin pernah meneriakkan pujian dan bagaimana rasanya meluap-luap dengan bangga.

Jika Mama ingin melakukannya, pastikan anak berada dalam jangkauan pendengaran. Jika Mama sedang bertelepon dengan orangtua Mama sendiri, katakan, “Ma, saya sangat bangga dengan (nama anak mama) hari ini. Dia telah berlatih sangat keras untuk mengendarai sepedanya tanpa roda, dan hari ini ia berhasil melakukannya!”

Mendengarkan Mama menceritakan betapa bangganya terhadap anak pada seseorang, dapat membuat pujian itu tampak lebih tulus.

6. Alih-alih pujian, lakukan pengamatan dan komentar dengan cara yang membesarkan hati

6. Alih-alih pujian, lakukan pengamatan komentar cara membesarkan hati
Freepik/Lovelyday12

Pengamatan yang mendorong seringkali lebih tulus daripada pujian yang netral dan dapat memotivasi anak, terutama anak yang lebih kecil atau balita, untuk mencoba hal-hal baru dan mencapai lebih banyak tujuan.

Jika anak mama masih belajar mengikat sepatunya tanpa bantuan apa pun, Mama dapat berkata sambil tersenyum, “Kamu bisa mengikat sepatumu sendiri!”. Dengan mengulangi kata-kata tersebut, Mama dapat memuji anak dengan cara yang jauh lebih konstruktif.

7. Puji prosesnya, dengan spesifik

7. Puji prosesnya, spesifik
Freepik/Rawpixel-com

Alih-alih mengatakan, "Kamu penari yang luar biasa!" katakan, "Kamu memiliki gerakan yang indah ketika kamu menari,"

Alih-alih berkata, "Mama suka gambar yang kamu buat!" katakan, "Warna oranye dan kuning yang kamu gunakan untuk menggambar matahari ini, membuat gambarmu begitu cerah dan ceria."

Menjadi spesifik dengan pujian membuat anak tahu bahwa Mama benar-benar memerhatikan dan mendorongnya agar terus memotivasi diri supaya mengasah bakat dengan maksimal.

8. Ketika menemukan kegagalan, bersikaplah nyata dan akui perasaan anak

8. Ketika menemukan kegagalan, bersikaplah nyata akui perasaan anak
Freepik/Mne_len

Ketika anak lupa dialognya di pertunjukan sekolah, jangan hanya mengatakan, “Kamu luar biasa!” Alih-alih, bersikaplah nyata dan akui bagaimana perasaannya, seperti, “Maaf, kamu mengalami kesulitan di sana. Itu pasti terasa sedikit tidak nyaman. Tetapi, bahkan dengan kesalahan kecil itu, kamu masih menyenangkan untuk ditonton, dan penampilanmu secara keseluruhan sangat bagus.”.

Adele Faber dan Elaine Mazlish, penulis buku parenting saya How to Talk So Kids Will Listen & Listen So Kids Will Talk, dan psikolog sosial Dr. Susan Newman, memiliki beberapa pemikiran bagus tentang pujian yang efektif.

Mereka memperingatkan bahwa ketika orangtua memuji secara berlebihan, atau secara konsisten memuji anak atas pencapaiannya yang bahkan bukan pencapaian besar, kata-kata kita kurang tulus dan dapat menjadi kontraproduktif.

Nah itulah beberapa tips dalam memberikan pujian yang bermakna dan memberdayakan seorang anak. Inilah yang perlu orangtua lakukan dengan anak, dengan memberi tahunya bahwa ia dicintai dan dihargai serta memuji kekuatannya dan mengakui prestasi.

Anak menginginkan pujian, dan Mama perlu memberikannya kepada anak dengan lebih fokus pada kualitas pujian daripada kuantitas. Dan pada gilirannya, Mama melakukan peran dalam membesarkan generasi anak-anak yang percaya diri, mandiri, dan bijaksana.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.