Kenali Gejala dan Penanganan Chikungunya pada Anak

Disebabkan oleh nyamuk yang dapat berkembang biak di sekitar lingkungan manusia

15 Mei 2020

Kenali Gejala Penanganan Chikungu Anak
Freepik

Chikungunya adalah penyakit akibat virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus dan menyerang manusia melalui gigitan. Jenis nyamuk tersebut adalah jenis nyamuk yang sama menyebabkan demam berdarah.

Nyamuk tersebut mendepatkan virus chikungunya saat menggigit seseorang yang sebelumnya telah terinfeksi dan terjadi penularan jika orang lain digigit oleh nyamuk yang membawa virus tadi.

Perlu diketahui bahwa virus chikungunya tidak menyebar secara langsung dari orang ke orang.

Virus ini dapat menyerang siapa saja, namun risiko terserang penyakit ini lebih tinggi pada bayi yang baru lahir, lansia berusia 65 tahun ke atas, dan individu yang memiliki kondisi medis seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.

Berikut Popmama.com telah menyiapkan informasi selengkapnya di bawah ini:

1. Nyamuk jenis Aedes aegypti atau Aedes albopictus lebih banyak berkembang biak di tempat dekat manusia

1. Nyamuk jenis Aedes aegypti atau Aedes albopictus lebih banyak berkembang biak tempat dekat manusia
Britannica.com

Virus chikungunya ini banyak ditemukan di negara-negara tropis, umumnya nyamuk menyerang di siang hari, namun biasanya gigitan terutama terjadi saat dini hari dan sore hari. Nyamuk ini lebih banyak hidup dan berkembang biak di tempat yang dekat dengan manusia, khususnya dalam ruangan.

Jenis nyamuk ini umumnya senang untuk mendiami beberapa jenis tempat lembab, seperti wadah penampungan air, bak mandi, hingga pot atau vas bunga yang berisi air. Anak dapat berisiko tinggi terkena chikungunya jika tinggal di negara tropis, setelah berpergian ke wilayah yang endemis chikungunya, atau tinggal di wilayah dengan kebersihan yang buruk.

2. Gejala yang timbul akan mulai terasa pada 4 hingga 8 minggu yang diawali dengan demam

2. Gejala timbul akan mulai terasa 4 hingga 8 minggu diawali demam
Freepik

Gejala yang timbul setelah tergigit nyamuk yang membawa virus chikungunya akan mulai terasa pada 4-8 hari, namun juga dapat dirasakan sejak 2-12 hari setelah gigitan. Gejala awal yang ditimbulkan menyerupai gejala flu. Berikut adalah gejala Chikungunya yang perlu diperhatikan:

  • Tiba-tiba muncul demam pada anak, demam merupakan salah satu gejala utama chikungunya
  • Nyeri sendi yang dapat menghambat gerakan tubuh, biasanya dapat berlangsung selama berminggu-minggu, dan juga merupakan gejala utama. Biasanya gejala ini muncul tidak lama setelah demam
  • Nyeri otot
  • Kedinginan
  • Sakit kepala parah
  • Muncul ruam atau bintik-bintik merah di seluruh tubuh
  • Tubuh lemas dan mudah kelelahan
  • Mual dan muntah.

Pada kasus yang jarang terjadi, chikungunya dapat menyebabkan komplikasi, seperti gangguan yang muncul pada saraf, mata, jantung, dan saluran pencernaan.

Editors' Picks

3. Proses diagnosa dokter dengan menjalankan tes ELISA atau Enzyme-linked Immunosorbent Assays

3. Proses diagnosa dokter menjalankan tes ELISA atau Enzyme-linked Immunosorbent Assays
Freepik/pressfoto

Gejala chikungunya mirip dengan gejala demam berdarah dan virus zika, sehingga jika anak mengalami gejala tersebut segera melakukan pemeriksaan di dokter agar dapat diberikan penanganan yang tepat. Kemudian beri tahu dokter apa yang dilakukan anak sebelum gejala muncul, misalnya seperti berpergian atau bermain ke daerah endemis chikungunya.

Informasi tersebut akan membantu dokter mendiagnosis anak dengan tepat. Lalu untuk memastikan hasil diagnosis, dokter biasanya akan menjalankan tes ELISA atau Enzyme-linked Immunosorbent Assays. Tes ini merupakan tes serologi untuk mengecek antibodi IgM dan IgG yang terkait dengan chikungunya.

Umumnya jika anak terkena chikungunya, kadar antibodi IgM-nya akan sangat tinggi pada 3-5 minggu setelah gejala muncul, dan bisa bertahan hingga 2 bulan.

4. Penanganan yang dapat Mama lakukan pada anak yang terkena penyakit chikungunya

4. Penanganan dapat Mama lakukan anak terkena penyakit chikungunya
Freepik/wavebreakmedia

Jika anak positif virus chikungunya, dianjurkan untuk menghabiskan banyak waktu untuk istirahat dan tidak melakukan banyak aktivitas berat terlebih dahulu. Selain itu, pemberian obat pereda rasa sakit dan antiradang hanya bertujuan untuk mengurangi gejala.

Dalam menangani gejala demam yang dapat berlangsung dalam durasi yang cukup panjang, Mama dapat memberikan anak obat penurun demam. Sebagian pengidap chikungunya dapat merasa dehidrasi atau kekurangan cairan akibat kehilangan nafsu makan dan malas minum. Sehingga perlu diberikan cairan oralit atau infus agar mencegah dehidrasi yang berlebih.

5. Komplikasi berbahaya yang jarang terjadi dapat disebabkan dari virus chikungunya

5. Komplikasi berbahaya jarang terjadi dapat disebabkan dari virus chikungunya
Freepik
ilustrasi sakit

Pada beberapa kasus yang jarang terjadi, chikungunya dapat menimbulkan komplikasi berbahaya pada anak, seperti:

  • Uveitis yaitu terjadinya radang pada bagian mata yang disebut uvea
  • Retinitis yaitu terjadinya peradangan pada retina mata
  • Miokarditis atau peradangan otot jantung
  • Nefritis atau peradangan pada ginjal
  • Hepatitis atau radang hati
  • Meningoensefalitis radang pada selaput otak
  • Mielitis peradangan pada satu bagian saraf tulang belakang
  • Sindrom Guillain- Barré yang merupakan gangguan sistem saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan

6. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk pencegahan mewabahnya dan penyebaran virus chikungunya

6. Hal-hal dapat dilakukan pencegahan mewabah penyebaran virus chikungunya
Freepik/Natthapon.sa

Mama dapat melakukan pencegahan chikungunya sama seperti pencegahan penyakit lain yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Cara utama yang dapat dilakukan adalah dengan pemberantasan sarang nyamuk dengan tindakan 3M Plus yaitu meliputi:

  • Menutup rapat setiap tempat penyimpanan air di rumah.
  • Menguras tempat-tempat penampungan air di rumah.
  • Mengubur setiap barang bekas yang dapat menampung air.

Sedangkan tindakan tambahnnya yang dapat diterapkan di rumah untuk untuk membantu 3M agar lebih maksimal, yaitu:

  • Menaburkan bubuk abate pada setiap tempat penampungan air.
  • Memasang kawat anti-nyamuk di ventilasi rumah.
  • Menggunakan kelambu di kamar untuk menghindari gigitan nyamuk saat tidur.
  • Menanam tumbuhan pengusir nyamuk.
  • Menghentikan kebiasaan menggantung pakaian.

Di samping langkah-langkah di atas, Mama dapat melakukan beberapa langkah pencegahan lainnya, terutama jika akan melakukan perjalanan ke wilayah dengan endemik chikungunya, antara lain:

  • Menggunakan lotion anti nyamuk yang memiliki kandungan N,N-diethylmetatolumide (DEET) secara rutin. Namun jika Mama dan anak akan mengenakan tabir surya, oleskan lotion tersebut setelah menggunakan tabir surya.
  • Lalu juga menggunakan obat nyamuk bakar yang dapat diletakkan di luar untuk membantu mengusir dan membunuh nyamuk.
  • Serta menggunakan baju dengan lengan panjang dan celana panjang setiap waktu.

Segera lakukan pencegahan diatas dan jika melihat gejalanya pada anak, langsung lakukan pemeriksaan di dokter anak untuk diberikan penanganan selanjutnya ya Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.