TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Hati-Hati! Gigi Berlubang pada Anak Bisa Memicu Keluhan Kesehatan Lain

Mulai dari sinusitis hingga penyakit jantung. Wajib hati-hati!

14 September 2022

Hati-Hati Gigi Berlubang Anak Bisa Memicu Keluhan Kesehatan Lain
maplebrookdental.ca

Sakit gigi menjadi penyakit yang dapat menyerang siapa saja dan kapan saja. Meski jarang menyebabkan kematian namun, sakit gigi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan anak susah makan.

Selain itu, apabila kondisi gigi dan mulut yang perlu perawatan dapat ditemukan pada tahap awal, penanganan dapat segera dilakukan sebelum kondisi menjadi semakin parah.

Masalah gigi yang berlubang juga tak boleh dibiarkan berlarut-larus lho! Karena jika tidak ditangani secepatnya, dapat menyebabkan keluhan kesehatan lainnya.

Ingin tahu informasi selengkapnya seputar kesehatan gigi anak?

Berikut Popmama.com telah merangkumnya berdasarkan informasi dari drg. Hanny Ilanda, Sp.KG, selaku Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi, dari RS Pondok Indah – Puri Indah.

Yuk simak!

1. Kenali apa saja penyebab gigi berlubang

1. Kenali apa saja penyebab gigi berlubang
Freepik/prostooleh

drg. Hanny Ilanda, Sp.KG, menjelaskan bahwa faktor dominan penyebab gigi berlubang adalah kondisi mulut anak yang tidak bersih.

Hal ini menjadi awal timbulnya lubang gigi (karies) yang terbentuk karena adanya sisa-sisa makanan di sekitar gigi dan jaringan pendukung yang terkontaminasi dengan bakteri.

Lama-kelamaan, sisa makanan yang menumpuk ini akan membentuk plak, dan berubah menjadi asam. Suasana asam dari sisa makanan inilah yang menyebabkan demineralisasi dari email dan dentin yang ada di permukaan gigi.

Lubang pada gigi yang masih belum ditangani juga dapat menembus dan merusak tulang di sekitar gigi anak, dan pada akhirnya akan mengganggu saraf gigi.

Apabila masih dibiarkan, gigi akan mati dan membusuk.

Editors' Picks

2. Gigi berlubang juga berisiko memicu munculnya kondisi kesehatan lain

2. Gigi berlubang juga berisiko memicu muncul kondisi kesehatan lain
Freepik/prostooleh

Bakteri dalam gigi yang sudah membusuk dapat menyebar dan mengakibatkan peradangan pada bagian tubuh yang lain, mulai dari otot jantung, ginjal, hidung, hingga mata, bahkan mengakibatkan peradangan artritis pada sendi.

Penyebaran penyakit dari gigi ke organ tubuh lain ini dapat dijelaskan melalui teori fokal infeksi. Fokal infeksi merupakan infeksi kronis di suatu tempat yang memicu penyakit di lokasi lain dalam tubuh.

Racun, sisa-sisa kotoran, maupun mikroba penginfeksi bisa menyebar ke organ tubuh lainnya melalui sirkulasi dan pembuluh darah.

Lesi-lesi pada mulut yang merupakan fokal infeksi di antaranya adalah gigi dengan:

  • Infeksi saluran akar
  • Abses
  • Kista
  • Granuloma
  • Peradangan
  • Infeksi jaringan periodontal (penyangga gigi) yang melibatkan gusi dan tulang alveolar.

Pada gigi-gigi tersebut, perlu dilakukan prosedur berupa perawatan saluran akar guna
membersihkan mikroorganisme yang terdapat di dalamnya, ataupun pembersihan karang gigi dan perawatan jaringan penyangga gigi/gusi.

3. Bakteri dalam mulut anak juga dapat menyebabkan kondisi sinusitis

3. Bakteri dalam mulut anak juga dapat menyebabkan kondisi sinusitis
Freepik

Sudah umum diberitakan bahwa bakteri dalam gigi dapat menyebabkan penyakit jantung. Namun ternyata tak hanya itu saja, bakteri dalam mulut anak juga dapat menyebabkan sinusitis.

Sinus sendiri merupakan beberapa pasang ruang kosong yang terhubung ke rongga hidung.

Sinus maksilaris adalah rongga sinus terbesar yang letaknya berada di bawah mata dan di atas gigi geraham rahang atas. Akar gigi geraham rahang atas umumnya berada sangat dekat dengan dasar sinus maksilaris.

Bahkan, pada beberapa kasus, ada yang akar giginya menyatu dengan dasar sinus. Posisi anatomis tersebutlah yang menyebabkan infeksi gigi yang meluas hingga ke akar bisa menyebabkan sinusitis.

Begitu juga sebaliknya, radang yang terjadi pada sinus juga akan menyebabkan sakit pada gigi di bawahnya.

Apabila anak sudah mengalami kondisi ini, maka tak hanya perawatan pada gigi yang harus dilakukan, melainkan juga disertai dengan penanganan sinusitis dengan terapi antibiotik dan obat-obatan penunjang.

4. Cara mencegah gigi berlubang pada anak

4. Cara mencegah gigi berlubang anak
Freepik/gpointstudio

Agar anak terhindar dari gigi berlubang dan gangguan pada gigi lainnya, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa Mama lakukan. Tenang saja Ma, langkah-langkahnya cukup sederhana lho! Yaitu hanya dengan melakukan hal-hal berikut ini:

  • Menyikat gigi pada pagi hari sesudah sarapan dan malam hari sebelum tidur
  • Menggosok lidah selama 30 detik untuk mengurangi jumlah bakteri dalam mulut
  • Jika usia anak sudah cukup besar, Mama dapat mengajarkannya menggunakan dental floss agar sisa makanan yang tersangkut di celah-celah gigi anak dapat terangkat
  • Berkumur dengan mouthwash (yang tidak mengandung alkohol) untuk mengoptimalkan pembersihan gigi
  • Menghindari konsumsi makanan setelah menyikat gigi pada malam hari
  • Mengurangi konsumsi makanan yang manis dan lengket
  • Memperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayur
  • Memperkuat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluoride
  • Mengganti sikat gigi setiap dua bulan pemakaian dan atau ketika bulu-bulu sikat gigi sudah mekar
  • Menjaga sikat gigi selalu kering jika tidak digunakan agar tidak berlumut dan berjamur

5. Jangan lupa memeriksakan anak ke dokter gigi setiap enam bulan sekali

5. Jangan lupa memeriksakan anak ke dokter gigi setiap enam bulan sekali
Freepik/senivpetro

Meski sudah melakukan cara-cara pencegahan di atas, jangan lupakan juga selalu rutin memeriksakan anak ke dokter gigi setiap enam bulan sekali untuk mendapatkan perawatan gigi dan rongga mulut yang sesuai dengan kondisi gigi dan mulutnya.

Beberapa perawatan yang dapat dilakukan oleh dokter gigi dalam pemeriksaan rutin, adalah:

  • Pemeriksaan seluruh permukaan gigi
  • Membersihkan gigi dari berbagai plak dan noda akibat makanan atau minuman
  • Penambalan dilakukan ketika ditemukan karies
  • Pembersihan karang gigi dengan scaller
  • Jika gigi sudah terbebas dari masalah, seluruh permukaan gigi dioles dengan fluoride yang berfungsi melindungi gigi dari karies

Nah itulah informasi seputar bagaimana gigi berlubang pada anak bisa memicu keluhan kesehatan lain. Jadi, mulai sekarang, pastikan untuk mengajak anak ke dokter gigi secara rutin.

Yuk, bentuk kebiasaan pada anak sejak dini, agar ia rajin menjaga kesehatan gigi dan memeriksakan kondisi gigi serta mulutnya ke dokter gigi hingga dewasa kelak!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk