Pilu! Ibu di Lebak Membunuh Anaknya karena Kesulitan Belajar Online

Dipukul dengan gagang sapu lebih dari lima kali hingga sang anak terjatuh

15 September 2020

Pilu Ibu Lebak Membunuh Anak karena Kesulitan Belajar Online
Freepik/Joliver78

Aparat Polres Lebak, Banten mengungkapkan sebuah fakta tentang kasus pembunuhan seorang anak berusia 8 tahun di Lebak. Mirisnya, pelaku dari pembunuhan tersebut adalah Ibu kandungnya sendiri yang berinisial LH (26).

LH Menganiaya anak perempuannya KS (8) yang masih duduk di bangku kelas 1 SD hingga tewas, karena kekesalan pada anaknya yang susah diajarkan belajar online.

Kasus ini pun terbongkar karena warga curiga dengan makam baru di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Cipalabuh, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten.

Berikut ini Popmama.com telah merangkum berita selengkapnya di bawah ini.

1. Kasus terbongkar karena kecurigaan warga saat melihat makam baru

1. Kasus terbongkar karena kecurigaan warga saat melihat makam baru
Freepik/Freestock

Kasus seorang perempuan yang membunuh anak kandungnya hanya karena tidak menurut saat mengikuti belajar online, menggegerkan warga Lebak, Banten.

Kasus ini pun terbongkar karena kecurigaan warga setelah melihat makam baru di TPU Cijaku.

Belakangan diketahui, mayat yang dikubur adalah KS anak asal Tangerang yang dibunuh Mama nya LH. Peristiwa tersebut terjadi pada 26 Agustus 2020, namun kasus pembunuhan ini baru terbongkar pada 13 September 2020.

"Ibu kandungya itu melakukan pemukulan lebih dari lima kali hingga anaknya KS kelas I SD meninggal dunia," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Lebak Ajun Komisaris David Adhi Kusuma di Lebak.

Editors' Picks

2. Memukul lebih dari lima kali dengan gagang sapu hingga sang anak terjatuh

2. Memukul lebih dari lima kali gagang sapu hingga sang anak terjatuh
Freepik/Pixabay

David mengungkapkan, sang Ibu dari korban merasa kesal melihat anak usia 8 tahun tersebut sulit diberitahu saat belajar daring hingga pelaku akhirnya melakukan tindakan kekerasan.

Menurutnya, perempuan 26 tahun ini mulai melakukan aniaya dengan mencubit. Lalu ia memukul anaknya lebih dari lima kali menggunakan gagang sapu hingga sang anak terjatuh ke lantai.

Saat ditangkap, tubuh anak kemudian mulai lemas dan mengalami sesak napas.

"Ketika diangkat, didudukkan, si korban ini merasa lemas dan sesak napas. Si Ibu merasa korban ini main-main, ditambah pukulan tiga kali ke arah belakang kepala," ujarnya.

3. Orangtua membawa jasad anaknya ke Lebak dengan dimasukkan ke dalam kardus

3. Orangtua membawa jasad anak ke Lebak dimasukkan ke dalam kardus
Freepik/Racool_studio

Menurut keterangan suaminya, IS (27) mengaku sempat akan melaporkan ke polisi begitu tahu anaknya sudah tidak sadarkan diri. Namun hal ini dihalangi oleh LH. Keduanya yang tinggal di Jakarta, kemudian membawa jenazah ke Lebak.

“Melihat anak itu tak berdaya, merasa panik dan mengajak suaminya IS (27) untuk pergi," ujar David.

Pasangan suami istri itu kemudian menggunakan sepeda motor dari Jakarta ke Lebak dengan membawa jasad anaknya yang dimasukkan ke dalam kardus.

Saat tiba di kampung halaman pada 26 Agustus 2020, kedua pelaku ziarah ke makan neneknya, sekaligus menguburkan anaknya secara diam-diam.

"Beruntung, warga mencurigai kuburan itu dan dibongkar, ternyata jasad anak berikut pakaianya," kata David.

4. Terdapat bukti di telepon genggam pelaku yang memperlihatkan foto korban dengan luka

4. Terdapat bukti telepon genggam pelaku memperlihatkan foto korban luka
Freepik/jannoon028

Berdasarkan hasil pemeriksaan, LH kerap menganiaya KS. Bahkan, penyidik mendapat bukti di telepon genggam pelaku yang memperlihatkan foto korban dengan luka lebam di bagian mata dan bibir.

"Pelaku kerap kali melakukan penganiayaan jika anaknya kesulitan belajar secara online," kata David.

Dokumentasi yang ditemukan dalah ponsel pelaku kemudian bisa dijadikan barang bukti.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.