Kekhawatiran Anak saat Orangtuanya Menikah Lagi Setelah Bercerai

Banyaknya perubahan baru dapat membuat anak menjadi cemas

27 Juli 2021

Kekhawatiran Anak saat Orangtua Menikah Lagi Setelah Bercerai
Freepik/Yanalya

Ketika orangtua harus menghadapi perceraian, dan Mama atau Papa menikah lagi, anak yang terlibat mungkin akan memiliki banyak kekhawatiran, terutama karena ada banyak perubahan di sekelilingnya, bisa seperti rumah baru, keluarga baru, lingkungan baru, dan lain-lain.

Tingkat perubahan ini akan menjadi sesuatu yang akan membutuhkan waktu bagi setiap anak untuk membiasakan diri. Sehingga penting bagi Mama untuk mengetahui apa penyebab kekhawatiran anak dan bagaimana cara mengatasinya.

Kali ini Popmama.com akan membahas kekhawatiran anak saat orangtua menikah lagi. Inilah yang umum terjadi dalam diri anak.

1. Anak khawatir ketika memiliki Mama atau Papa baru

1. Anak khawatir ketika memiliki Mama atau Papa baru
Freepik/Bearfotos

Ketika orangtua tiri menjadi bagian dari kehidupan anak, ia mungkin khawatir mereka akan menggantikan orangtua kandungnya. Anak mungkin juga tidak tahu bagaimana harus memanggil orangtua tiri baru atau bagaimana memperlakukannya.

Yakinkan anak bahwa pasangan baru bukanlah pengganti, tetapi hanya tambahan yang menjadi bagian dari keluarga.

Pelajari semua aturan rumah sebagai sebuah keluarga dan pastikan Mama, anak, dan pasangan baru berada di aturan yang sama dengan aturan dan disiplin.

Seorang anak yang usianya lebih tua atau remaja mungkin awalnya sangat menolak untuk mendengarkan orang dewasa baru sebagai orangtuanya, dan ini dapat dimengerti.

Mengasuh anak adalah salah satu bagian tersulit ketika Mama harus memadukan keluarga, dan inilah yang membuat setiap orang perlu mengetahui perannya.

2. Memberikan waktu untuk orangtuanya bersama seseorang yang baru

2. Memberikan waktu orangtua bersama seseorang baru
Freepik/Peoplecreations

Ketika perceraian terjadi, seorang anak biasanya menghabiskan lebih banyak waktu dengan satu orangtua daripada yang lain karena anak tentu akan tinggal dengan salah satu orangtuanya saja.

Ikatan yang dikembangkan berdua antara anak dan orangtua selama ini bisa menjadi sangat dalam. Sehingga ketika orangtua mulai berkencan lagi, anak mungkin akan merasa bahwa ia harus mulai merelakan waktu berduanya, agar orangtua bisa bersama seseorang yang baru.

Itulah kekhawatiran dan ketakutan anak saat orangtua akan menikah lagi setelah bercerai.

Penyesuaian tersebut dapat membuat anak merasa cemas dan tidak bahagia. Sehingga pastikan untuk tetap menyisihkan waktu khusus untuk berdua bersama anak dan meyakinkannya bahwa ia adalah prioritas nomor satu.

Editors' Picks

3. Takut akan dilupakan

3. Takut akan dilupakan
Pixabay/PublicDomainPictures

Seorang anak yang orangtuanya menikah lagi bisa takut akan dilupakan dalam berbagai hal. Dilansir dari Happy Children, beberapa anak mungkin bertanya-tanya di mana mereka cocok dengan pasangan baru orangtua serta keluarganya.

Melihat Mama atau Papanya memulai sebuah keluarga baru bisa tampak seperti orangtua menemukan hal baru yang membuatnya lebih bahagia.

Hal ini karena, membutuhkan dan menginginkan pasangan romantis bukanlah konsep yang akan dipahami oleh seorang anak.

Namun, seiring berjalannya waktu dan anak mulai mengenal dinamika keluarga baru, perasaan ini akan mereda dan ia akan mulai merasa disertakan.

Terlebih lagi ketika Mama tetap memprioritaskan anak dalam menentukan keputusan, seperti aktivitas yang akan dilakukan akhir pekan atau mendiskusikan menu makan malam bersama.

4. Anak khawatir jika orangtua baru atau saudara tiri tidak menyukainya

4. Anak khawatir jika orangtua baru atau saudara tiri tidak menyukainya
Pexels/Eren Li

Setiap orang ingin disukai dan pemikiran ini akan menjadi yang terdepan di benak setiap anak seiring perubahan dinamis keluarga mereka.

Sebelum pernikahan apa pun terjadi, berikan waktu yang cukup bagi pasangan baru dan anak mama untuk saling mengenal. Jika pasangan juga membawa anak ke dalam pernikahan, anak-anak dari kedua belah pihak kemungkinan akan memiliki ketakutan yang sama.

Maka itu, penting untuk perkenalkan semua orang secara perlahan dengan harapan mereka akan saling akrab satu sama lain. Seiring berjalannya waktu, setiap anak akan menemukan kecocokannya dan belajar untuk menyukai atau menoleransi satu sama lain.

5. Takut tidak akan menemui orangtuanya lagi

5. Takut tidak akan menemui orangtua lagi
Freepik

Perubahan adalah sumber dari semua ketidaknyamanan ini dan anak mungkin khawatir bahwa ia tidak akan melihat orangtuanya yang baru menikah lagi. Terutama jika orangtua yang menikah lagi tidak memiliki hak asuh utama.

Siapa pun yang akan menikah lagi perlu meluangkan waktu tambahan dengan anak. Sehingga anak mengerti apa arti hubungan ini baginya, dan pastikan bahwa Mama atau Papa pasti akan tetap bertemu dengannya.

6. Anak mengkhawatirkan pihak orangtua kandungnya yang lain

6. Anak mengkhawatirkan pihak orangtua kandung lain
Freepik/Karlyukav

Dilansir dari Family Education,  bahwa seorang anak yang orangtuanya menikah lagi mungkin khawatir tentang orangtuanya yang lain yang tidak menikah.

Anak tidak ingin orangtuanya cemburu atau merasa ditinggalkan atau kesepian. Seorang anak yang mengembangkan sifat protektif dan tidak ingin melihat orangtuanya terluka lagi.

Ketika ini terjadi, beritahu anak agar ia tidak perlu khawatir tentang perasaan orang dewasa dan bagaimana orangtua melakukannya secara emosional.

Biarkan anak tahu bahwa apa yang terjadi bukanlah kesalahannya dan ia seharusnya tidak memikul tanggung jawab apa pun untuk itu.

Nah itulah beberapa kekhawatiran anak yang muncul ketika orangtuanya menikah lagi. Menikah lagi perlu menjadi pertimbangan besar, terlebih lagi jika Mama atau Papa memiliki anak yang sudah mengerti tentang kebersamaan keluarga.

Memastikan anak mengenali pasangan baru serta keluarganya, dan selalu menyertakan anak pada keputusan yang sesuai usianya, dapat membuat ia merasa memiliki peran penting dalam kehidupan orangtua dan tentunya ini dapat mengurangi rasa cemasnya dalam menghadapi perubahan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.