6 Cara Mengatasi Anak yang Sering Merengek dan Ngambek

Segera atasi kebiasaan ini, agar tidak terbawa hingga usianya besar!

27 September 2021

6 Cara Mengatasi Anak Sering Merengek Ngambek
Freepik/user18526052

Apakah anak mama sering merengek setiap kali Mama mengatakan tidak? atau merengek tentang segala sesuatu mulai dari makanan yang disajikan hingga suhu di dalam mobil? Yup, anak yang suka merengek dan ngambek itu sulit untuk didengarkan.

Merengek adalah masalah perilaku yang cukup umum pada anak-anak. Sejak usia dini, kebanyakan anak menyadari bahwa merengek seringkali efektif agar dikabulkan permintaannya.

Itulah mengapa penting untuk mengatasinya sesegera mungkin. Tanpa penanganan yang tepat, rengekan bisa menjadi lebih buruk, dan anak yang merengek kemungkinan akan berubah menjadi orang dewasa yang suka ngambek.

Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa cara yang dapat membantu Mama menghentikan anak yang suka merengek, yang dilansir dari Very Well Family.

1. Menetapkan aturan di rumah

1. Menetapkan aturan rumah
Freepik/Gpointstudio

Tetapkan aturan di rumah yang dapat mencegah anak untuk merengek, misalnya seperti, “Mintalah sesuatu dengan baik, dan terima jawabannya dengan tenang.” Ini membantu anak-anak memahami bahwa upaya mereka untuk merengek tidak akan efektif.

Pastikan orang dewasa lain yang berada di rumah juga menetapkan aturan yang sama. Karena jika pasangan atau pengasuh anak menyerah pada rengekan, maka itu akan melemahkan upaya Mama dalam menegakkan aturan ini.

Mama mungkin juga perlu mengingatkan anak tentang aturan dari waktu ke waktu. "Apa aturan kita tentang bagaimana kita meminta sesuatu?" atau "Apa cara yang tepat untuk merespons ketika seseorang mengatakan tidak?"

Tanggapan tersebut membantu anak melihat bahwa merengek adalah perilaku yang negatif, bukan alat yang dapat digunakan untuk meminta sesuatu.

2. Berikan peringatan untuk mengingatkan anak

2. Berikan peringatan mengingatkan anak
Freepik

Terkadang merengek bisa menjadi kebiasaan buruk bagi anak-anak, dan mereka jadi tidak menyadari ketika mereka melakukannya. Untuk menarik perhatian anak, berikan satu peringatan dengan mengatakan, “Jangan merengek,” atau, “Ingat, kita tidak merengek di rumah.”

Ini juga menjelaskan kepada anak bahwa mengemis, memohon, dan meminta berulang kali semuanya merupakan perilaku merengek. Peringatan juga memberi anak kesempatan untuk melakukan "perbaikan", yang memungkinkannya berperilaku dengan cara yang lebih tepat.

Editors' Picks

3. Tetap tenang dan jangan menyerah

3. Tetap tenang jangan menyerah
Freepik/Prostooleh

Walaupun mendengarkan rengekan anak seringkali dapat merusak suasana hati, namun penting bagi orangtua untuk tetap tenang. Ambil napas dalam-dalam, tinggalkan ruangan, atau putar musik jika itu akan membantu Mama tetap tenang.

Apa pun yang Mama lakukan, jangan menyerah. Karena jika frustrasi, Mama mungkin akhirnya berkata, “Baik, sana makan kue lagi!” Ini akan mengajari anak bahwa merengek adalah cara yang efektif untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.

Hindari memberikan segala jenis penguatan yang dapat mendorong anak untuk merengek di masa depan.

4. Mengabaikan rengekan

4. Mengabaikan rengekan
Freepik/Alf061

Memberikan perhatian dalam bentuk apapun, bahkan jika itu adalah perhatian negatif, dapat mendorong perilaku untuk berlanjut. Mengabaikan perilaku anak untuk mencari perhatian seperti merengek, adalah bentuk modifikasi perilaku yang efektif.

Jika anak mulai merengek saat Mama menyuruhnya mengambil mainannya, dan Mama terus berbicara dengannya saat ia merengek, ini dapat memperkuat perilaku tersebut. Selain itu, semakin lama terlibat dalam percakapan, maka semakin lama pula anak dapat menunda mengambil mainannya.

Mengabaikan berarti harus berpura-pura seolah-olah tidak dapat mendengar rengekan. Bukan berarti mengabaikan anak sama sekali. Namun bersiaplah karena anak mungkin mulai merengek lebih keras ketika melihat Mama tidak merespons.

Tetapi lanjutkan pengabaian ini sampai perilaku berhenti. Akhirnya, anak akan menyadari bahwa rengekannya tidak berhasil.

5. Berikan perhatian positif saat perilaku berhenti

5. Berikan perhatian positif saat perilaku berhenti
Freepik/prostooleh

Segera setelah rengekan berhenti, berikan anak perhatian positif. Puji anak dengan mengatakan sesuatu seperti, “Mama suka caramu bermain dengan tenang sekarang!”, atau "Begitulah cara tepat untuk meminta"

Dengan memberikan banyak perhatian positif pada perilaku anak yang positif, itu akan mendorongnya untuk mencari perhatian dengan cara yang positif, serta membuat anak ingat bahwa tidak merengek adalah berperilaku baik yang disukai oleh orang lain.

6. Mengajarkan keterampilan untuk mengatasi emosi

6. Mengajarkan keterampilan mengatasi emosi
Freepik/Racool_studio

Sebagai bentuk pencegahan di masa depan, Mama dapat memberikan anak keterampilan yang ia butuhkan untuk menangani emosi tidak nyaman seperti frustrasi, kekecewaan, dan kesedihan tanpa merengek.

Penting untuk mengajari anak tentang berbagai macam perasaan, sehingga ia dapat mengenali bagaimana perasaannya dan belajar bagaimana menghadapi perasaan yang mengganggu.

Misalnya, jika anak marah karena Mama memberi tahunya tidak boleh bermain di luar, dorong anak untuk mengatasi perasaan marah tersebut dengan melakukan sesuatu seperti mewarnai atau bermain permainan papan.

Keterampilan koping akan membantu anak mengatasi perasaan negatinfya dengan cara yang positif. Anak juga akan membutuhkan keterampilan memecahkan masalah untuk mengatasi perasaannya.

Jika anak merasa sedih karena hujan menggagalkannya untuk ke pantai, bantu ia menemukan aktivitas di dalam ruangan. Mengajarkan anak untuk memecahkan masalah akan mencegahnya merengek di kemudian hari.

Nah itulah beberapa cara untuk menghentikan perilaku anak yang suka merengek dan ngambek. Merengek adalah salah satu perilaku sering ditemukan pada sebagian besar anak. Penting bagi orangtua untuk mengajar, membimbing, dan mengoreksi perilaku negatif anak agar tidak berkembang hingga usianya besar nanti.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.