Terapi Okupasi yang Membuat Anak Menjadi Lebih Mandiri

Salah satu terapi untuk membantu tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus

7 Juli 2020

Terapi Okupasi Membuat Anak Menjadi Lebih Mandiri
Freepik.com

Anak yang memiliki kebutuhan khusus mempunyai gangguan dalam bentuk fisik, emosional, mental, serta bersosialisasi. Selain itu, juga mengalami berbagai gangguan seperti gangguan perkembangan, kesulitan dalam pelajaran, keterampilan keseharian, dan kemandirian.

Namun, hal ini bukan berarti si Anak tidak mendapatkan perhatian seperti anak lainnya, contohnya dalam hal pendidikan. Anak berkebutuhan khusus juga memerlukan pendidikan khusus yang sesuai dengan kapasitas kemampuannya.

Salah satu cara meningkatkan perkembangan anak, Mama dapat memberikan terapi khusus yang dapat membantu anak untuk lebih mandiri, salah satunya dengan terapi okupasi atau Occupational Therapy (OT).

Agar Mama lebih mengetahui tentang terapi okupasi, kali ini Popmama.com akan menjelaskan tentang terapi okupasi yang dapat membantu tumbuh kembang anak.

1. Apa itu terapi okupasi?

1. Apa itu terapi okupasi
Twiniversity.com

Terapi okupasi atau yang disebut dengan OT, dapat membantu orang dari segala kalangan usia untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari mereka yang berfokus pada membantu anak-anak yang berkebutuhan khusus untuk meningkatkan keterampilan kognitif, fisik, sensorik, dan motorik mereka dalam meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Terapi okupasi juga dapat dilakukan kepada anak-anak walaupun tugas anak-anak hanya belajar dan bermain, namun terapi ini dapat mengevaluasi keterampilan anak-anak untuk bermain, kinerjanya di sekolah, dan pada kegiatannya sehari-hari, dan menyeimbangkan dengan apa yang sesuai dengan perkembangan pada kelompok umur anak.

Hal-hal yang mereka lakukan adalah dengan melatih tugas motorik halus dan kasar sehari-hari. Contohnya seperti, menggunakan sikat gigi, menulis dipapan tulis, mengatur tinggi rendahnya tas ransel. Selain itu juga dapat membantu anak-anak yang memiliki masalah pada pemrosesan sensorik.

Untuk anak-anak, terapi okupasi ini memberikan manfaat yang besar, terutama untuk anak-anak yang memiliki masalah dalam cara belajar.

Editors' Picks

2. Terapi okupasi digunakan untuk siapa?

2. Terapi okupasi digunakan siapa
Cerebralpalsy.org.au

Menurut American Occupational Therapy Association (AOTA), anak-anak dengan masalah medis ini mungkin mendapat manfaat dari terapi okupasi:

  • Cedera lahir atau cacat lahir,
  • gangguan pemrosesan sensorik,
  • cedera traumatis (otak atau sumsum tulang belakang),
  • gangguan pada belajar,
  • autisme / gangguan perkembangan meresap,
  • rematik artritis remaja,
  • masalah kesehatan mental atau perilaku,
  • patah tulang atau cedera ortopedi lainnya,
  • keterlambatan tumbuh kembang Si Anak,
  • kondisi pasca-bedah,
  • anak yang mengalami spina bifida,
  • amputasi traumatis,
  • kanker,
  • cedera tangan yang parah,
  • multiple sclerosis, cerebral palsy, dan penyakit kronis lainnya.

Namun, untuk mengetahui perawatan tentang kebutuhan anak dengan terapi okupasi ini, Mama dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter anak agar mendapatkan perawatan yang sesuai kepada si Anak.

3. Kegiatan apa saja yang dilakukan selama terapi okupasi?

3. Kegiatan apa saja dilakukan selama terapi okupasi
Studenttherapy.com

Terapi okupasi dapat membantu anak-anak dalam keterampilan motorik halus sehingga mereka dapat menangkap dan melepaskan mainan, lalu juga untuk mengembangkan keterampilan menulis tangan yang baik. Selain itu, juga melatih mengkoordinasi tangan-mata untuk meningkatkan keterampilan bermain anak-anak di lingkungan sekolah.

Terapi ini juga membantu anak-anak dengan keterlambatan perkembangan untuk mempelajari tugas-tugas dasar seperti mandi, berpakaian, menyikat gigi, dan makan. Pelatih terapi mengajari kebutuhan anak dengan peralatan khusus, seperti kursi roda, peralatan mandi, alat rias, atau alat bantu komunikasi.

Dalam hal berkomunikasi, terapi okupasi ini juga membantu anak-anak untuk mempertahankan perilaku positif di semua lingkungan agar dapat bersosialisasi dengan baik. Seperti, mengontrol emosi alih-alih memukul orang lain, menggunakan cara-cara positif untuk mengatasi kemarahan, seperti menulis tentang perasaan.

Selain itu, mengajarkan anak-anak berkebutuhan khusus untuk keterampilan menggunakan komputer dan meningkatkan kecepatan dan keterbacaan tulisan tangan mereka.

4. Terapi okupasi dapat ditemukan pada?

4. Terapi okupasi dapat ditemukan pada
Freepik.com

Praktisi terapi okupasi diwajibkan untuk menyelesaikan program kerja lapangan yang diawasi secara khusus dan harus melewati kelulusan ujian sertifikasi secara nasional. Izin praktik untuk terapi okupasi ini wajib di sebagian besar negara untuk mempertahankan lisensi tersebut.

Jika Mama ingin menemukan praktisi terapi okupasi yang baik dan terpercaya, Mama dapat mengunjungi tempat-tempat dibawah ini dan bertanya mengenai ketersediaan terapi okupasi untuk anak.

  • Rumah sakit,
  • sekolah untuk anak berkebutuhan khusus,
  • pusat rehabilitasi,
  • fasilitas kesehatan mental,
  • praktik pribadi,
  • klinik anak-anak,
  • panti asuhan.

Jika Mama berpikir si Anak mungkin harus mendapat manfaat perawatan dari terapi okupasi, minta dokter anak pilihan Mama untuk merujuk pada spesialis. Jika anak sudah bersekolah, coba untuk menghubungi perawat di sekolah atau penasihat bimbingan yang mungkin juga dapat merekomendasikan seseorang berdasarkan prestasi akademik atau sosial anak Mama di sekolah.

Mama juga dapat mencari secara online, atau menghubungi asosiasi terapi okupasi negara atau rumah sakit terdekat atau pusat rehabilitasi untuk referensi.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.