9 Tips Membangukan Anak di Pagi Hari dengan Mudah, Tanpa Perlu Ngomel

Mulailah hari dengan suasana hati yang gembira, untuk menjalani hari dengan semangat

18 Oktober 2021

9 Tips Membangukan Anak Pagi Hari Mudah, Tanpa Perlu Ngomel
Freepik

Bukan rahasia umum jika membangunkan anak menjadi tugas orangtua yang cukup sulit, dan ini bisa terjadi pada usia berapa pun. Kesulitan bangun dari tempat tidur bisa karena beberapa alasan, dan kemungkinan besar, salah satunya adalah kemalasan.

Alih-alih stres ketika membangunkan anak tepat waktu untuk pergi ke sekolah, atau untuk memulai hari, ada beberapa cara yang bisa Mama lakukan untuk tetap menjaga hari tetap indah tanpa perlu emosi di pagi hari.

Ketika pikiran dan hati jernih, Mama akan menemukan solusinya jauh lebih mudah.

Untuk membantu Mama membangunkan anak di pagi hari dengan mudah tanpa mengomel, berikut Popmama.com akan memberikan beberapa ide tentang cara membangunkan anak di pagi hari tanpa ngomel-ngomel. Yuk simak, Ma!

1. Membiarkan cahaya masuk lewat jendela

1. Membiarkan cahaya masuk lewat jendela
Freepik/gpointstudio

Ketika anak masih berusia balita, Mama berusaha agar membuat anak mendapatkan waktu tidur ekstra. Sehingga tak jarang Mama memilih untuk menggunakan tirai yang memblokir cahaya agar menghalangi cahaya pagi agar ia bisa tinggal di tempat tidur sedikit lebih lama.

Namun ketika anak sudah cukup besar atau sudah memasuki usia sekolah, biarkan cahaya alami pagi hari membangunkan anak, cukup dengan membuka gordennya, atau menggunakan gorden tipis yang akan membiarkan cahaya pagi meresap masuk secara alami.

Membuka tirai akan jauh lebih mudah dan menyenangkan bagi anak, daripada dibangunkan oleh jam alarm.

2. Berikan waktu tambahan untuk menguap dan meregangkan tubuh

2. Berikan waktu tambahan menguap meregangkan tubuh
Freepik/wayhomestudio

Ketika anak sulit dibangunkan di pagi hari, ia mungkin suka begadang dan sulit tidur lebih awal, atau mungkin jam internal tubuhnya memerlukan sedikit lebih banyak waktu untuk mulai berdetak. Jika Mama tahu anak membutuhkan lebih banyak waktu untuk bangun, berikan kepadanya.

Ini bukan untuk membiarkan anak tidur lebih lama atau justru mengatur alarm satu jam lebih awal dari jadwalnya, tetapi cukup berikan 10 menit yang memungkinkan anak meregangkan tubuh dan menguap, sebelum akhirnya bangun dari tempat tidur dengan sukarela.

Bangun pagi yang tenang membantu suasana hati anak menjadi lebih baik, dibandingkan dengan tiba-tiba tersentak dari tempat tidur.

3. Membangunkan anak dengan musik

3. Membangunkan anak musik
Freepik/Wirestock

Jika sebelumnya cahaya alami bisa membangunkan otak melalui mata, cara selanjutnya adalah fokus pada sistem pendengaran.

Miliki jam alarm yang memberikan pilihan untuk membangunkan anak dengan musik favoritnya, dan anak akan bangun di tempat yang jauh lebih baik, daripada dibangunkan dengan diomeli dengan suara nyaring dari dapur.

Dilansir dari Nurture and Thrive, Dr. David Greenberg, seorang psikolog mengkhususkan diri pada bagaimana musik dapat memengaruhi kesehatan mental, untuk membuat daftar putar pagi yang sempurna untuk membantu orang bangun. 

Dalam memilih lagu, Dr. Greenberg menggunakan tiga elemen untuk membuat daftar putarnya, yaitu:

  • Musik yang membangun (lagu yang dimulai dengan lembut dan kemudian meningkat).
  • Positif (lagu dengan lirik dan pesan positif).
  • Lagu dengan ketukan yang kuat.

Mama bisa memasukkan beberapa lagu soundtrack film favorit anak ke dalam daftar putarnya, dan Mama akan mulai memainkannya pada tingkat volume sedang saat masuk ke kamar dan membuka tirainya.

Editors' Picks

4. Letakkan jam alarm di bagian terjauh dari tempat tidur anak

4. Letakkan jam alarm bagian terjauh dari tempat tidur anak
Pexels/Enikő Tóth

Jika ketiga cara di atas tidak berhasil untuk membangunkan anak, jam alarm bisa menjadi solusi yang ampuh. Umumnya, orangtua meletakkan jam alarm di samping tempat tidur anak, karena akan lebih mudah dijangkau untuk dimatikan.

Namun, gunakan cara sebaliknya untuk membangunkan anak dengan efektif. Mama dapat meletakkan jam alarmnya di bagian terjauh dari tempat tidur, misalnya sudut seberang tempat tidur anak. Sehingga ia harus turun dari tempat tidur untuk mematikannya.

Cara ini mengurangi kemungkinan anak akan menekan tombol "snooze" atau tunda.

5. Pastikan apakah anak mendapatkan waktu tidur cukup

5. Pastikan apakah anak mendapatkan waktu tidur cukup
Pexels/cottonbro

Seperti yang dikatakan sebelumnya, ada beberapa alasan mengapa anak sulit tidur sehingga membuatnya susah bangun di pagi hari. Namun ada juga banyak hal yang dapat Mama lakukan untuk membantu.

Perhatikan beberapa faktor berikut, apakah ketika bangun pagi anak kekurangan nutrisi dan merasa lesu? Atau apakah anak tidak cukup berolahraga untuk menenangkan diri? 

Mengerahkan energi sepanjang hari, atau berolahraga bersepeda di malam hari setelah makan malam, mungkin menjadi solusi bagi anak untuk menerima waktu tidur pada jam yang layak.

Memastikan anak memiliki makanan yang sehat akan membantunya merasa waspada di siang hari, dan memudahkannya tidur nyenyak di malam hari.

6. Menetapkan rutinitas

6. Menetapkan rutinitas
Freepik

Miliki rutinitas yang jelas yang menunjukkan jadwal di hari itu. Bagan rutin visual membantu menjaga anak-anak tetap di jalur dan memberdayakannya, karena akan membantu anak merasa seperti bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Ketika memulai rutinitas baru, anak mungkin ragu-ragu atau bahkan menolak pada awalnya. Tetapi jika Mama konsisten membangunkan anak dengan cara-cara ini, ia akan lebih terbiasa dan tubuhnya akan mulai mengatur waktu pola tidur-bangunnya sendiri.

Setelah anak terbiasa memiliki rutinitas, dan itu konsisten, ia tahu apa yang akan dilakukannya esok hari. Dan inilah yang membuatnya merasa aman. Ketika anak-anak merasa aman, mereka cenderung memiliki stres yang lebih rendah, dan membuat pagi harinya lebih bahagia!

7. Membiarkan anak mendapatkan konsekuensi alami

7. Membiarkan anak mendapatkan konsekuensi alami
Freepik/User15160105

Dilansir dari University of Washington Departments, konsekuensi alami adalah hal-hal yang terjadi sebagai respons terhadap perilaku anak tanpa keterlibatan orang tua. Konsekuensi ini terjadi karena faktor alam, masyarakat, atau orang lain.

Misalnya dengan membiarkan anak mendapatkan konsekuensi dari apa yang ia lakukan. Misalnya, jika anak tidak mau bangun dari tempat tidur tepat waktu, biarkan ia tidur.

Anak mungkin akan terbangun terburu-buru, melewatkan sarapan, tidak membawa pekerjaan rumah, atau datang terlambat ke sekolah dan mendapatkan teguran dari gurunya. 

Konsekuensi alami ini akan membuat anak berpikir dua kali tentang keputusannya untuk mengabaikan ketika orang lain atau jam alarm membangunkannya. Namun tentu cara ini hanya ideal pada hari-hari umum dan tidak ada ujian atau acara khusus.

8. Membatasi penggunaan perangkat elektronik di malam hari

8. Membatasi penggunaan perangkat elektronik malam hari
Freepik

Sebagai orang dewasa, Mama mungkin tahu rasanya sulit untuk tertidur ketika tidak lelah, dan itu pasti sama untuk anak-anak.

Ketika Mama mulai mengatur waktu tidur anak lebih awal, seringkali aturan yang dibuat hanyalah berada di tempat tidur pada waktu tertentu. Namun jika anak masih tidak lelah, selain membaca buku, ia juga bisa main gadget.

Dan inilah yang bisa membuat anak sulit tidur di malam hari dan sulit dibangunkan di pagi harinya
Mengapa?

Menurut Scientific American, layar di gadget memiliki konsentrasi cahaya biru yang lebih tinggi daripada cahaya lainnya. Cahaya biru diketahui mengurangi kadar melatonin, hormon yang menyebabkan anak tertidur.

Jika anak mama selalu menggunakan perangkat tepat sebelum tidur, itu dapat berdampak negatif pada waktu tidurnya. Selain menetapkan jam tidur anak, penting juga untuk menetapkan batas penggunaan perangkat di malam hari.

9. Menyiapkan pakaian di malam sebelumnya

9. Menyiapkan pakaian malam sebelumnya
Freepik/Noxos

Ini adalah penghemat waktu dan akan mengajarkan anak untuk mengambil inisiatif. Ketika pakaiannya sudah ditata pada malam sebelumnya, siap dipakai, lebih mudah bagi anak untuk bersiap-siap karena ia tahu persis apa yang harus dilakukan.

Hal yang sama dapat dilakukan untuk buku sekolah dan makan siang. 

Nah itulah beberapa cara membangunkan anak di pagi hari dengan mudah dan tanpa perlu mengomel yang bisa Mama lakukan. Memulai hari Mama dan anak dengan bahagia dan pikiran jernih akan membantu menjalani sisa hari dengan semangat dan ceria.

Bagaimana cara Mama untuk membangunkan anak di rumah?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.