9 Tips Membatasi Screen Time untuk Mencegah Anak Kecanduan Gadget

Gunakan cara yang sesuai dengan kebutuhan anak ya, Ma!

29 Juli 2021

9 Tips Membatasi Screen Time Mencegah Anak Kecanduan Gadget
Freepik

Mungkin dulu Mama sering melihat anak-anak bermain dengan mainan dan permainan di luar ruangan. Namun dengan kondisi pandemi saat ini, membuat anak-anak lebih banyak aktivitas di rumah dan menggunakan gadget lebih sering dari biasanya.

Penggunaan gadget memang tidak selalu buruk sepanjang waktu, tetapi beberapa dampak kesehatan seperti mata lelah, insomnia,hingga gangguan mental bisa menjadi alasan mengapa pembatasan screen time perlu dilakukan.

Mengurangi waktu layar anak tidak sesulit kedengarannya kok, Ma! Karena ada beberapa cara yang efektif yang dapat Mama lakukan untuk menerapkannya. Simak beberapa tipsnya yang telah Popmama.com siapkan di bawah ini:

1. Berikan ruang di mana elektronik tidak diijinkan

1. Berikan ruang mana elektronik tidak diijinkan
Freepik/pch.vector

Salah satu cara yang mudah bagi orangtua untuk membuat anak membatasi screen time adalah dengan memberi tahunya untuk tidak menggunakan perangkat tersebut di area tertentu.

Misalnya, sangat penting bagi anak untuk menyimpan ponsel ketika sedang berada di meja makan, sehingga ia dapat mengambil bagian dalam percakapan dengan keluarga, dan mendapatkan beberapa koneksi keluarga yang sangat dibutuhkan.

Dengan menetapkan area tertentu yang bebas layar, lebih sulit bagi anak-anak untuk menemukan celah dan alasan, dan ini akan menjadi kebiasaan untuk meletakkan ponsel begitu ia memasuki area tersebut.

2. Tunjukkan pada anak bagaimana cara membatasi penggunaan gadget

2. Tunjukkan anak bagaimana cara membatasi penggunaan gadget
Freepik

Seperti yang Mama tahu, anak suka meniru apa yang ia lihat, sehingga ini dapat menjadi keuntungan dalam mengasuh anak.

Orang yang paling suka ditiru oleh anak adalah orangtuanya, jadi pastikan bahwa perilaku yang Mama contohkan untuk anak adalah perilaku yang ingin Mama harapkan darinya.

Ini berarti bahwa Mama juga harus membatasi screen time di depan anak, menyimpan ponsel sendiri di zona bebas layar, dan cobalah untuk menggunakan gadget lebih sedikit di depan anak.

Ini tidak hanya membantu memberikan contoh yang baik, tetapi juga mengurangi pemakaian gadget yang baik untuk kesehatan diri sendiri serta memiliki lebih banyak waktu berkualitas dengan anak dan keluarga.

3. Beri tahu anak risiko penggunaan layar yang berlebihan

3. Beri tahu anak risiko penggunaan layar berlebihan
Freepik/Pch.vector

Ketika anak berada di dekat kompor yang panas, tentu Mama akan menyuruhnya untuk tidak menyentuh kompor, karena itu akan melukainya. Mama mungkin harus memiliki pendekatan yang sama dalam menggunakan ponsel.

Dilansir dari ehtrust.org, ponsel telah dikaitkan dengan kanker otak, meskipun ada banyak kontroversi seputar studi ini, Mama perlu lebih banyak pencegahan karena ada banyak risiko kesehatan dan perkembangan lainnya yang berasal dari terlalu banyak waktu di depan layar.

Maka dari itu penting untuk berkomunikasi dengan anak dan memberi tahunya tentang risiko ini. Kemudian, anak akan mengerti mengapa ia tidak boleh menghabiskan banyak waktu terpaku pada gadget, daripada melihat batas waktu sebagai aturan atau hukuman.

Editors' Picks

4. Membagi waktu kapan boleh dan tidak boleh menggunakan gadget

4. Membagi waktu kapan boleh tidak boleh menggunakan gadget
Freepik/Pvproduction

Jika tidak dapat memiliki area tertentu di rumah untuk membatasi screen time, seperti anak harus mengerjakan pekerjaan rumah dengan komputer, atau Mama perlu menelpon untuk meeting, pendekatan lain adalah mengatur kapan layar dapat menyala dan kapan harus dimatikan.

Misalnya, anak dapat menggunakan smartphone atau tabletnya setelah makan malam ketika belum waktunya tidur, atau setelah pekerjaan rumah selesai. Mungkin pagi hari akan menjadi waktu bebas layar, atau buka percakapan agar anak dapat memilih waktunya.

Namun tetap penting untuk membatasi hingga jumlah jam tertentu.

5. Hindari meletakkan gadget di kamar anak

5. Hindari meletakkan gadget kamar anak
Pixabay/mojzagrebinfo

Ketika ingin mengurangi screen time anak, Mama mungkin memikirkan apa yang diizinkan dan tidak diizinkan di kamar tidur anak. Mungkin beberapa orangtua membiarkan anak-anak mereka memiliki televisi, tablet, dan laptop di kamar, namun ini terkadang bisa berbahaya.

Cobalah menjauhkan barang elektronik dari kamar tidur, atau batasi waktu. Misalnya, laptop hanya dapat digunakan di kamar tidur selama waktu belajar daring dan mengerjakan pekerjaan rumah, atau ponsel disingkirkan dan diletakkan di lantai bawah saat waktu tidur tiba.

6. Ketika anak masih berusia muda, menggunakan ponsel adalah hak istimewa

6. Ketika anak masih berusia muda, menggunakan ponsel adalah hak istimewa
Freepik

Meskipun anak mungkin merasa bahwa memiliki perangkat adalah haknya, Mama dapat melakukan beberapa hal untuk mengingatkan anak bahwa itu adalah hak istimewa, dan hindari menceritakan kisah tentang bagaimana Mama tidak memilikinya di usia seumuran anak dulu.

Alih-alih memberi anak akses tak terbatas, jadikan waktu layar sebagai hadiah. Misalnya, ketika anak telah menyelesaikan tugas, atau melakukan sesuatu yang positif, maka ia bisa bermain dengan ponselnya sebentar.

Dengan begitu, anak tidak menjadi tergantung pada barang-barang ini, dan ia dapat terlibat dalam interaksi tatap muka yang lebih banyak dengan teman dan anggota keluarga .

7. Lacak berapa banyak waktu yang anak habiskan menggunakan elektronik

7. Lacak berapa banyak waktu anak habiskan menggunakan elektronik
Freepik/jannoon028

Melacak penggunaan waktu layar anak dapat  menjadi bantuan besar ketika Mama ingin membatasi waktu layar.

Untuk satu hal, ini memberi orangtua data jelas tentang apa yang dilakukan anak, dan untuk berapa lama. Sehingga anak tidak dapat berbohong dengan mengatakan bahwa ia tidak menggunakan ponselnya.

Ada beberapa aplikasi yang tersedia untuk membantu Mama melacak waktu layar anak. Tetapkan beberapa batas harian, dan minta anak menyerahkan perangkatnya setelah batas itu tercapai.

8. Mendorong anak untuk melakukan aktivitas menyenangkan

8. Mendorong anak melakukan aktivitas menyenangkan
Freepik/Tirachardz

Salah satu cara agar Mama dapat memastikan bahwa anak tidak menghabiskan banyak waktu di ponsel atau tablet setiap hari adalah dengan memastikan ada hal menyenangkan lain yang direncanakan. Dengan begitu, anak mama tidak hanya duduk bosan ketika dijauhkan dari gadgernya.

Salah satu saran yang menyenangkan adalah memiliki toples dengan banyak potongan kertas kecil di dalamnya, dan setiap potongan kertas tersebut memiliki pilihan aktivitas menyenangkan.

Kegiatan ini bisa berupa hal-hal besar seperti membuat kue, berkebun, atau bisa sesederhana membaca buku, melukis, dan lain-lain . Sehingga ketika ponsel dimatikan, anak dapat melakukan aktivitas dari toples dan memiliki sesuatu yang spesifik untuk dilakukan.

9. Menghentikan penggunaan gadget di hari-hari tertentu

9. Menghentikan penggunaan gadget hari-hari tertentu
Pexels/Pixabay

Beberapa orangtua memilih untuk membatasi jumlah waktu yang dihabiskan anak mereka di depan layar, namun juga ada orangtua lain yang memilih untuk mengambil pendekatan yang sama sekali berbeda dengan menghentikan semua aktivitas layar anak dalam hari-hari tertentu.

Meskipun ini tampak seperti pendekatan yang ekstrem, ini masih merupakan cara yang cukup efektif untuk membatasi waktu layar anak, dan mengingat bahwa masih ada televisi jika anak tidak boleh menggunakan ponsel, tablet, atau laptopnya.

Ada beberapa alasan mengapa beberapa orangtua memilih untuk melakukan ini, dan meskipun mungkin tampak ekstrem, mungkin ada baiknya bagi orangtua yang benar-benar khawatir dengan efek kecanduan gadget pada anak.

Itulah beberapa cara untuk membatasi penggunaan layar anak. Mama dapat berdiskusi pada anak bagaimana solusi yang sesuai dengan kebutuhannya masing-masing, carilah solusi yang baik bagi kebutuhan anak, namun juga melindunginya dari bahaya penggunaan gadget secara berlebihan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.