Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Menurunkan Berat Badan Anak Melalui Kampanye Gizi Nasional, Rekor Muri
Dok. Indah Novita
  • PT Sarihusada Generasi Mahardhika meluncurkan kampanye “Pejuang Berat Badan Anak” pada Hari Gizi Nasional 2026 untuk mengedukasi pentingnya pemantauan pertumbuhan dan gizi seimbang anak.
  • Kampanye ini menyoroti berat badan sebagai indikator utama status gizi, yang membantu tenaga kesehatan mendeteksi dini risiko gangguan pertumbuhan atau stunting pada anak.
  • Pemenuhan nutrisi seimbang dan deteksi dini dianjurkan agar perkembangan fisik serta kognitif anak tetap optimal, sekaligus mencegah masalah gizi jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pemenuhan gizi anak di era saat ini masih menjadi tantangan penting bagi masyarakat dan pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak di Indonesia. Berat badan yang tidak sesuai dengan usia sering kali menjadi salah satu tanda awal adanya masalah gizi yang dapat memengaruhi pertumbuhan anak atau stunting.

Melihat kondisi tersebut, PT Sarihusada Generasi Mahardhika, pada Jumat, (06/03/2026), meluncurkan kampanye Pejuang Berat Badan Anak, dalam momentum Hari Gizi Nasional tahun 2026.

Kampanye ini mengajak orangtua untuk lebih memahami pentingnya pemantauan pertumbuhan anak, pemenuhan gizi seimbang, serta deteksi dini terhadap risiko gangguan pertumbuhan pada anak.

Penasaran seperti apa detail kampanye gizi anak ini? Simak informasi yang telah Popmama.com telah rangkum satu ini yuk. Disimak, ya!

1. Berat badan sebagai indikator penting

Dok. Indah Novita

Dalam ilmu kesehatan anak, berat badan merupakan salah satu parameter utama untuk menilai apakah kebutuhan gizi anak terpenuhi dengan baik. Parameter ini biasanya dikombinasikan dengan tinggi badan dan usia untuk menentukan status gizi secara lebih akurat.

Dokter Spesialis Anak Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A menjelaskan bahwa berat badan dan tinggi badan merupakan dua indikator yang paling sering digunakan dalam penilaian status gizi anak. Melalui pemantauan tersebut, tenaga kesehatan dapat mendeteksi lebih awal apakah anak mengalami gangguan pertumbuhan atau tidak.

Organisasi kesehatan dunia World Health Organization juga menegaskan bahwa pemantauan pertumbuhan secara rutin sangat penting pada masa awal kehidupan anak. Dengan melakukan penimbangan berat badan secara berkala di fasilitas kesehatan seperti posyandu atau puskesmas.

2. Berat badan yang kurang memengaruhi perkembangan kognitif anak

Dok. Indah Novita

Tak hanya berat badan yang berlebihan dapat menggangu perkembangan anak, berat badan yang tidak mencapai standar usia juga dapat berdampak pada berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan otak dan kemampuan belajar.

Dokter Spesialis Anak Ian Suryadi Suteja juga menjelaskan:

"Jika asupan nutrisi anak senantiasa terpenuhi dan digunakan seoptimal mungkin, tentu tumbuh kembangnya akan optimal. Namun jika sebaliknya, status gizi si Kecil bisa saja bermasalah sehingga berisiko memengaruhi tumbuh kembangnya hingga dewasa kelak," jelas Dr. Ian Suryadi.

Oleh karena itu, pemenuhan gizi yang seimbang sejak dini menjadi langkah penting untuk memastikan anak dapat tumbuh dengan sehat sekaligus memiliki perkembangan kognitif yang baik.

3. Deteksi dini untuk mencegah ganguan pertumbuhan anak

Dok. Indah Novita

Pemantauan berat badan secara rutin juga dilakukan oleh orangtua dan tenaga kesehatan guna mendeteksi lebih awal, apabila terjadi gangguan pertumbuhan pada anak. Dengan mengetahui perubahan berat badan secara berkala, penanganan dapat dilakukan sebelum masalah menjadi lebih serius.

"Gejala berat badan kurang atau berat badan anak sulit naik (BB seret) pada anak perlu diwaspadai karena hal ini dapat menandakan gangguan pertumbuhan.” ucap Dr. Ian Suryadi.

Dengan melakukan deteksi dini serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, orangtua dapat memperoleh rekomendasi penanganan yang tepat. Penanganan tersebut dapat berupa penyesuaian pola makan, pemenuhan kebutuhan gizi yang lebih seimbang, hingga intervensi nutrisi yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan anak.

Melalui berbagai upaya edukasi mengenai pentingnya pemantauan pertumbuhan anak, diharapkan semakin banyak orangtua yang memahami bahwa berat badan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan dan perkembangan anak.

Itulah ma, informasi penting mengenai acara kampanye menarik ini. Jadi bagaimana menurut Mama, apakah sudah melakukan pengecekan berat badan ideal pada anak?

Editorial Team