Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Keseruan Gala Premiere Pelangi di Mars 2026, Tayang saat Lebaran
Popmama.com/Amsal Hutagalung
  • Gala premiere Pelangi di Mars 2026 di Epicentrum XXI tampil unik dengan konsep futuristik ala Planet Mars, menghadirkan pengalaman imersif bagi tamu undangan dan memperkuat identitas film fiksi ilmiah Indonesia.
  • Film ini merupakan hasil kerja keras selama lebih dari lima tahun oleh Mahakarya Pictures, menjadi simbol dedikasi untuk menghadirkan tontonan inspiratif bagi anak-anak dan keluarga Indonesia saat libur Lebaran.
  • Para aktor menghadapi tantangan berat dalam kostum dan proses syuting, namun antusiasme penonton pada pemutaran perdana menunjukkan apresiasi tinggi terhadap visual memukau dan kisah menyentuh film tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Gala premiere film Pelangi di Mars sukses mencuri perhatian publik dengan konsep yang berbeda dari film Indonesia pada umumnya. Digelar pada Sabtu, (14/03/2026), di Epicentrum XXI, Jakarta, acara ini menghadirkan pengalaman imajinatif yang membawa penonton seolah benar-benar berada di Planet Mars.

Antusiasme yang tinggi terlihat dari para undangan yang hadir, mulai dari insan perfilman hingga publik figur yang ingin menyaksikan langsung salah satu karya ambisius tanah air indonesia. Setelah melalui proses produksi panjang selama lima tahun, Pelangi di Mars akhirnya siap menyapa penonton di seluruh Indonesia, tepatnya pada momen libur Lebaran tahun ini.

Penasaran seperti apa detail acaranya? Berikut ini Popmama.com telah merangkum beberapa keseruan yang terjadi di balik momen gala premiere Pelangi di Mars yang penuh antusias dan emosional. Disimak, ya!

1. Menghadirkan nuansa Planet Mars yang Futuristik

Popmama.com/Amsal Hutagalung

Suasana Epicentrum XXI berubah drastis menjadi lanskap ala Planet Mars yang futuristik. Dekorasi bernuansa merah, elemen robotik, hingga pencahayaan dramatis membuat acara ini terasa seperti memasuki dunia lain. Konsep ini tidak hanya menjadi daya tarik visual, tetapi juga memperkuat identitas film sebagai karya fiksi ilmiah anak bangsa yang penuh imajinasi.

Mahakarya Pictures sebagai rumah produksi berhasil menghadirkan pengalaman berbeda dalam gala premiere kali ini. Para tamu undangan diajak merasakan atmosfer luar angkasa secara langsung.

Menciptakan kesan mendalam sebelum menyaksikan filmnya. Hal ini menunjukkan keseriusan tim produksi dalam membangun pengalaman sinematik yang menyeluruh, tidak hanya di layar, tetapi juga sejak awal acara.

2. Perjalanan panjang untuk film anak Indonesia

Dok. MAHAKARYA PICTURES

Di balik kemegahan acara, tersimpan perjalanan panjang selama lebih dari lima tahun yang penuh tantangan. Produser Dendi Reynando mengungkapkan rasa bangganya terhadap film ini.

“Setelah perjalanan panjang lebih dari lima tahun yang penuh tantangan, Mahakarya Pictures dengan sangat bangga akhirnya dapat mempersembahkan Pelangi di Mars untuk seluruh masyarakat Indonesia. Ini adalah kado untuk mimpi anak-anak kita,” ungkap Dendi.

Sutradara Upie Guava juga menyampaikan emosi yang sama atas proses panjang yang akhirnya terwujud di layar lebar.

“Saya merasa terharu sekaligus lega. Kerja keras ratusan kru yang memiliki satu visi untuk membangkitkan mimpi anak Indonesia akhirnya siap dikonsumsi masyarakat. Saya berharap film ini menjadi pelajaran bahwa kerja keras untuk menggapai mimpi, setinggi apa pun itu, tidak akan pernah sia-sia,” tutur Upie.

Kehadiran Pelangi di Mars menjadi langkah penting dalam menghadirkan tontonan berkualitas sekaligus inspiratif bagi anak dan keluarga.

3. Tantangan aktor dan respons penonton

Dok. MAHAKARYA PICTURES

Di balik visual yang memukau, terdapat tantangan besar yang dihadapi para pemain selama proses produksi. Salah satu pemeran, Lutesha, mengungkapkan pengalamannya saat memerankan karakter dalam film ini.

“Ada susah sedikit, ya sedikit aja,” ucap Myesha.

Selain itu, tantangan fisik juga menjadi bagian penting dalam produksi film ini, terutama terkait kostum yang digunakan para aktor.

“Kostumnya sangat berat dan banyak sekali dan helmnya juga dilengkapi dengan kipas angin di dalam biar gak pengap dan kadang-kadang jika kita memakai helm tidak terdengar apa yang dibicarakan oleh aktor lain. Jadi memang cukup sulit dan tantangannya disitu."

Dedikasi ini pun berbuah manis. Setelah pemutaran perdana, banyak penonton yang mengaku terharu dan bangga dengan pencapaian film ini. Reaksi emosional tersebut menunjukkan bahwa Pelangi di Mars tidak hanya menawarkan visual spektakuler, tetapi juga cerita yang menyentuh hati.

Itulah Ma, informasi penting mengenai keseruan Gala Premiere Pelangi di Mars 2026 yang siap menemani momen Lebaran bersama keluarga. Jadi, tertarik untuk menontonnya bersama keluarga?

Editorial Team