Pexels/RODNAE Productions
Jika Mama bertanya-tanya tentang apa perbedaan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013, dalam Kurikulum 2013, anak diharuskan mempelajari semua mata pelajaran dari tingkat TK hingga SMP, dan kemudian diarahkan ke jurusan IPA/IPS saat mencapai tingkat SMA.
Namun, hal tersebut berbeda dengan Kurikulum Merdeka. Dalam Kurikulum Merdeka, anak tak lagi diwajibkan untuk mempelajari mata pelajaran yang bukan minat utamanya.
Mereka bebas memilih materi yang ingin dipelajari sesuai minat pribadi mereka. Inilah yang dimaksud dengan konsep Merdeka Belajar.
Selain itu, kurikulum ini juga mementingkan strategi pembelajaran berbasis proyek. Dalam hal ini, anak akan menerapkan materi yang telah dipelajari melalui proyek atau studi kasus, sehingga pemahaman konsep dapat terlaksana dengan lebih baik.
Salah satu proyek yang dilakukan adalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Proyek ini melibatkan berbagai mata pelajaran. Melalui proyek ini, anak nantinya diminta untuk mengamati masalah yang ada dalam konteks lokal dan memberikan solusi nyata terhadap masalah tersebut.
Dengan adanya proyek ini, fokus belajar anak tak hanya terpusat pada persiapan menghadapi ujian semata. Dengan pendekatan seperti ini, proses belajar-mengajar juga akan menjadi lebih menarik dan menyenangkan daripada hanya fokus pada pengerjaan latihan soal.