Kebanyakan anak tidak sabar. Apa yang dia inginkan harus dituruti saat itu juga, ada orang lain berbuat hal yang menyebalkan langsung marah dan balas dendam, dan perilaku tidak sabar lainnya.
Namun, sebagai orangtua, Mama dan Papa harus terus berusaha mengajarkan anak untuk bersabar. Sebab, hal itu terkandung dalam QS. Luqman ayat 17.
QS. Luqman ayat 17,
يبنى اقم الصلوة وامر بالمعروف وانه عن المنكر واصبر على ما اصابك ان ذلك من عزم الامور
Latin: Yaa bunaiya aqimis-Salaata waamur bilma'ruufi wanha 'anil munkari wasbir 'alaa maaa asaabaka inna zaalika min 'azmil umuur
Artinya: Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.
Tentu bukan hal mudah untuk mengajarkan rasa sabar pada anak. Hal utama yang harus Mama dan Papa lakukan yakni menunjukkan perilaku sabar kepaanya. Jangan sampai mengajarkan sabar tetapi Mama dan Papa menjadi seseorang yang tidak sabaran.
Selain itu, Mama dan Papa dapat menerapkan beberapa hal berikut ini:
- Mengajaknya mengantre
- Mengajarkan kontrol diri
- Tunda keinginan anak
Ketika kita sudah bisa menerapkan semua perilaku dalam QS Luqman ayat 17, mulai dari salat, berperilaku amar ma'ruf nahi munkar, hingga bersabar, maka mudah-mudahan kita termasuk manusia yang ikhsan dan tergolong sebagai orang-orang baik sehingga dapat disayang Allah SWT.
Begitu pun jika anak bisa menerapkan semua isi ayat QS. Luqman ayat 12-17. Ia akan menjadi pribadi beriman, islam, dan ihsan.
Semoga Mama bisa menerapkan semua konsep mendidik anak yang terkandung dalam surat Luqman. Semangat terus dalam mendidik anak ya, Ma!