Raqib dan Atid memang dikenal sebagai malaikat pencatat amal. Akan tetapi, tugas mereka bukanlah itu saja. Quraish Shihab menjelaskan bahwa mereka juga bertugas membantu meluruskan manusia.
Jadi ketika Mama hendak melakukan perbuatan dosa, seolah ada suara kecil dalam diri yang mencoba untuk menghentikan perbuatan tersebut. Nah, menurut Quraish, itu merupakan dorongan Allah yang disampaikan melalui perantara malaikat.
"Ada malaikat yang mengukuhkan hati manusia. Misalnya, ada sesuatu di hadapan kita, barang bukan milik kita, di dalam hati ada keinginan untuk ambil tapi ada larangan jangan ambil. Kalau ada yang berbisik jangan ambil, itu malaikat yang memelihara kita. Sedangkan kalau ada yang berbisik ambil itu setan," jelasnya.
Hal ini juga disebutkan dalam Surah Ibrahim ayat 27 di mana Allah akan meneguhkan hati hamba-hamba-Nya yang beriman:
يثبت الله الذين امنوا بالقول الثابت فى الحيوة الدنيا وفى الاخرة ويضل الله الظلمين ويفعل الله ما يشاء
"Yusabbitullahullazina amanu bil-qaulis-sabiti fil-hayatid-dun-ya wa fil-akhirah, wa yudillullahuz-zalimin, wa yaf'alullahu ma yasya`."
Artinya: "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki" (QS. Ibrahim, [13]:52).
Itulah alasannya mengapa malaikat tidak langsung mencatat amalan buruk manusia. Hal ini karena Allah yang Maha Pemaaf masih memberikan kesempatan kepada manusia yang memang ingin bertaubat.
Namun, hal ini tidak untuk amalan baik. Malaikat akan langsung menuliskannya meskipun itu hanyalah sebuah niat untuk berbuat baik/beribadah.