Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI
Sebagai penutup pada perayaan Imlek, tradisi pemberian Yāsuìqián atau yang lebih dikenal sebagai angpao, menjadi momen paling dinantikan, terutama oleh sebagian anak-anak. Istilah Yāsuìqián berarti “uang untuk menekan suì,” yakni roh jahat atau energi buruk yang dalam legenda kuno dipercaya mengganggu anak-anak pada malam pergantian tahun.
Dalam budaya Tionghoa, merah melambangkan keberuntungan, kebahagiaan dan penolak bala. Dengan memberikan angpao, anggota keluarga yang lebih tua secara simbolis sedang membentengi dengan doa dan harapan agar mereka tumbuh sehat, aman serta memiliki masa depan yang sejahtera di tahun yang baru.
Itulah informasi mengenai malam dalam perayaan Imlek. Semoga pemahaman mengenai makna di balik perayaan ini, dapat menginspirasi untuk lebih menghargai kebersamaan bersama keluarga tercinta ya, Ma. Mari sambut tahun baru dengan hati jernih dan ikatan keluarga yang lebih baik.
Siapa saja yang wajib memberikan angpao? | Secara tradisional, angpao diberikan oleh mereka yang sudah menikah kepada anggota keluarga yang lebih muda atau yang belum menikah. Hal ini melambangkan bahwa orang yang sudah berkeluarga telah mencapai kemandirian secara finansial dan siap membagikan keberuntungan serta perlindungan kepada generasi di bawahnya. |
Apa makna di balik penggunaan amplop berwarna merah? | Warna merah dalam tradisi Tionghoa melambangkan elemen api yang dipercaya dapat mengusir energi negatif dan nasib buruk. Selain sebagai simbol keberuntungan, warna merah pada amplop angpao berfungsi sebagai "pembungkus" doa agar penerimanya senantiasa diliputi kebahagiaan. |
Apa fungsi dari buah jeruk yang sering diletakkan di sudut rumah? | Jeruk terutama jenis jeruk mandarin, sangat identik dengan Imlek karena pelafalan kata "jeruk" dalam bahasa Mandarin mirip dengan kata "emas" atau "keberuntungan". Meletakkan jeruk di area ruang tamu atau meja makan merupakan simbol dari doa agar keluarga dilimpahi kekayaan dan kemakmuran yang melimpah. |