4 Solusi Buat Anak yang Ogah Belajar

11 Februari 2018
4 Solusi Buat Anak Ogah Belajar
drprem.com

Anak yang memilih bermain dibanding belajar adalah hal yang banyak terjadi. Mereka, lebih bisa fokus bermain, lho daripada menyelesaikan PR atau belajar untuk ulangan.

Nah, kalau anak Mama kayak begitu, harus bagaimana ya?

Coba cek situasi berikut ini dan bagaimana mengatasinya. 

Popmama.com mau bantu Mama nih, dengan solusi asyik ini.

1. Diminta mengerjakan PR, malah ngajak berantem

1. Diminta mengerjakan PR, malah ngajak berantem
kashmirreader.com

Coba cek, apakah Mama sudah menerapkan jadwal rutinitas di rumah sejak dini?

Jika sebelum sekolah, anak Mama sudah biasa disiplin, maka ia akan dengan mudah menerapkan rutinitas. Jadwal ini akan membantu orangtua dan anak untuk patuh dan mengikuti aturan.

Terapkan jadwal bangun tidur, kapan harus mandi, sarapan, dan berangkat sekolah. Lalu, tetapkan juga kapan saatnya ia bisa istirahat, makan malam, kemudian bikin PR dan belajar.

Jadwal yang pasti itu akan membuat anak tahu kewajibannya.

Ia tidak akan merasa terusik ketika Mama memintanya mengerjakan PR. Jadi, tidak akan lagi acara berantem karena Mama memaksanya berhenti bermain dan memintanya bikin PR.

Jam main ya diisi main, jam belajar ya diisi dengan belajar. 

2. Sudah di-leskan, malah bolos

2. Sudah di-leskan, malah bolos
brainbalancecenters.com

Nah, ini mungkin menyedihkan dan membuat Mama kecewa.

Ketika menghadapi situasi ini: Mama memasukan anak mama ke tempat les atau memanggil guru ke rumah, tetapi, ia tidak serius les, bahkan membolos!

Ungkapkan saja kekecewaan Mama kepada Si Anak.

Ada beberapa hal yang harus secara bijak Mama selesaikan.

Tanyakan, apakah, ia tidak cocok dengan guru les nya? Apakah tempat les yang tidak kondusif untuk ia belajar? Apakah ia terlalu lelah? Atau hal lain yang mungkin terjadi.

Diskusikan itu dengan anak mama dan guru les sehingga Mama bisa memberikan solusi terbaik.

Setelah ada solusi, tetapkan komitmen sehingga anak tidak lagi memanipulasi waktu belajar dengan berbagai alasan tak penting. 

Editors' Picks

3. Berbohong soal PR dan ulangan

3. Berbohong soal PR ulangan
kashmirreader.com

Mama zaman sekarang sebenarnya tidak perlu lagi susah payah memantau anak. Sudah ikut grup pesan antar orangtua murid dan guru sekolah, kan?

Nah, dari grup itu, Mama bisa mendapatkan informasi tugas sekolah dari sesama orangtua murid atau guru. Gampang kan, Mama mengecek ke anak soal PR atau ulangan?

Bagaimana jika anak berbohong, mengatakan tidak ada PR padahal Mama tahu ada?

Bicarakan, Mama tidak suka perilaku buruk itu dan jika anak memang berniat berbohong agar dirinya bisa mencuri waktu bermain, Mama berhak memberi hukuman. Ingat, beri hukuman yang sifatnya positif. Bukan pukulan, makian, atau kata-kata pedas yang merusak mental. Tapi hukuman yang membangun, misalnya menyita alat bermainnya, melarangnya bersepeda, atau keluar rumah sampai waktu tertentu.

Dan, yang paling penting dari memberi hukuman adalah, pastikan anak tahu kesalahannya dan paham bahwa hukuman itu adalah hal yang pantas ia dapatkan. 

4. Dikasih hadiah tapi tetap ogah-ogahan belajar

4. Dikasih hadiah tapi tetap ogah-ogahan belajar
Mdpcdn.com

Sistem reward bisa sih Mama gunakan untuk memotivasi anak untuk belajar. Tetapi, sistem reward ini bisa tidak berhasil karena berbagai hal, hadiahnya kekecilan, targetnya terlalu tinggi, atau anak memang tidak peduli dengan hadiah karena ia tidak sanggup mencapai target dan hadiahnya tidak menarik.

Agar reward menjadi menarik, Mama bisa bertanya pada anak, hadiah apa yang dia inginkan. Setelah hadiah ditetapkan, Mama dan anak Mama bisa menetapkan cara untuk mendapatkan hadiah tersebut.

Mama bisa memakai hadiah itu sebagai "senjata" pengingat agar anak Mama giat belajar.