Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Dok. BOOSTOPIA
Dok. BOOSTOPIA

Intinya sih...

  • Fenomena hidden hunger masih menjadi isu krusial anak Indonesia, terbukti dari data bahwa satu dari dua anak usia 0,5 hingga 12 tahun di Indonesia belum mencukupi asupan mikronutrien penting.

  • Tingginya angka kasus hidden hunger menjadi alarm keras bagi sistem kesehatan nasional, menunjukkan rendahnya kesadaran kolektif terhadap kelengkapan mikronutrien pada anak.

  • Pemenuhan nutrisi pada anak tidak hanya melalui kebutuhan asupan makanan saja, tetapi juga memerlukan asupan suplemen guna mendukung pemenuhan nutrisi anak yang cukup.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memberi kebutuhan asupan nutrisi yang cukup, sering kali menjadi pertimbangan tertentu bagi setiap orangtua, menentukan apakah zat tertentu cukup baik untuk masuk kedalam tubuh anak.

Di balik keinginan semua orang tua agar anak tumbuh sehat dan cerdas, ternyata menyimpan fakta bahwa satu dari dua anak Indonesia  terbukti mengalami hidden hunger. Sebuah kondisi dimana anak kekurangan mikronutrien penting yang tak terlihat dan berdampak signifikan terhadap tumbuh kembang anak.

Untuk menjawab pemenuhan nutrisi anak, pada Sabtu, (07/02/2026), Expert Boost menghadirkan destinasi bermain edukatif pertama di Indonesia. Dihadiri langsung oleh Mesty Ariotedjo dan Nikita Willy yang mengedukasi peran vitamin dan mineral dalam mendukung fokus, energi, dan daya tahan tubuh anak.

Untuk mengetahui acara ini lebih dalam, simak informasi yang sudah Popmama.com telah rangkum satu ini. Yuk, disimak!

1. Mengatasi Hidden Hunger sebagai Fondasi Generasi Emas Indonesia 2045

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Fenomena hidden hunger masih menjadi isu krusial anak Indonesia. Hal ini dibuktikan melalui data yang menunjukan bahwa satu dari dua anak usia 0,5 hingga 12 tahun.

Di Indonesia sendiri, umumnya belum mencukupi asupan mikronutrien penting seperti zinc, vitamin A, vitamin B1, vitamin C, dan vitamin D yang berperan dalam mendukung daya tahan tubuh dan fungsi kognitif anak.

Data juga menunjukkan bahwa hampir 1 dari 5 balita di Indonesia masih mengalami stunting, kondisi yang berisiko menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif dan kesiapan anak untuk menghadapi masa depan.

2. Menjawab kebutuhan untuk melengkapi nutrisi anak

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Tingginya angka kasus hidden hunger di tanah air, menjadi alarm keras bagi sistem kesehatan nasional. Hal ini tentu mencerminkan masih rendahnya kesadaran kolektif terhadap kelengkapan mikronutrien pada anak.

Fenomena tersembunyi ini bukan sekadar masalah kekurangan porsi makan saja, melainkan kegagalan pemenuhan zat gizi esensial yang bekerja di balik metabolisme tubuh anak.

Menurut Mesty Ariotedjo, CEO Tentang Anak, latar belakang acara ini lahir dari realita yang dihadapi banyak orang tua saat ini.

"Setiap orangtua, pasti ingin anaknya cerdas dan sehat. Kita semua pasti ingin negara Indonesia maju. Nutrisi anak yang tercukupi adalah modal dari otak yang cerdas dan generasi negara yang berkualitas. Boostopia hadir menjadi ruang aman bagi orang tua dan anak yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan pengalaman seru. Harapannya, orangtua dan anak semakin paham betapa pentingnya mencukupi dan melengkapi nutrisi, serta terus memantau dan mengoptimalkan pertumbuhan anak," ucap Mesty Ariotedjo.

3. Mencari alternatif lain sebagai nutrisi pendukung

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Pemenuhan nutrisi pada anak tentu didapatkan tak hanya melalui kebutuhan asupan makanan tertentu saja. Dibutuhkan asupan suplemen guna mendukung pemenuhan nutris anak yang cukup, Ma.

Untuk mendapatkan vitamin D yang tepat dibutuhkan sebanyak 400 iu setiap hari hal ini telah dibuktikan dengan beberapa penelitian yang menunjukan rata-rata indeks nutris anak di Indonesia tidak terpenuhi dengan baik.

Hal ini didukung langsung oleh Mesty Ariotedjo yang menilai bahwa pemenuhan nutris anak di Indonesia masih jauh dibawah angka yang normal.

“Jadi ketika ada makanan yang tidak bisa, apakah kita lihat lagi zat gizi ini ada di makanan lain tidak dan seharusnya ada tapi ketika tidak ada, seperti vitamin D penelitian menunjukan hanya sepuluh persen terpenuhi dari makanan. Oleh karena itu pada anak di Indonesia dianjurkan untuk suplementasi 400iu setiap hari,” jelas Mesty Ariotedjo.

4. Menghadirkan Nikita Willy dalam pembahasan aspek krusial pada anak

Dok. BOOSTOPIA

Acara ini dihadiri langsung oleh Nikita Willy yang turut prihatin dengan adanya hidden hunger yang terjadi bagi sebagian anak-anak di Indonesia.

Sebagai seorang ibu, Nikita Willy mengakui bahwa isu nutrisi anak kerap kali menjadi sumber kecemasan tersendiri baginya.

Sebagai seorang ibu, aku menyadari bahwa isu nutrisi anak sering kali menjadi perhatian dan kekhawatiran banyak orang tua dalam memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Dari perjalanan itu, aku memilih untuk mempercayakan pemenuhan nutrisi anak pada pendekatan yang berbasis riset dan rekomendasi para ahli. Melalui kolaborasiku bersama Expert Boost, aku turut mendukung upaya edukasi nutrisi anak sebagai bagian dari komitmen untuk membangun fondasi tumbuh kembang yang optimal sejak dini,” ungkap Nikita Willy pada Sabtu, (07/02/2026).

Itulah ma, informasi mengenai pentingnya nutrisi yang cukup pada anak dalam acara yang mengusung pendekatan experiental learning kali ini. Acara ini menjadi pengingat, bahwa kebutuhan nutrisi yang cukup sangat dibutuhkan untuk anak, mencegah dampak buruk kesehatan pada anak di masa depan.

FAQ

Berapa anak Nikita Willy?

Nikita Willy saat ini telah dikaruniai dua orang anak dari pernikahannya dengan Indra Priawan Djokosoetono. Anak pertamanya bernama Issa Xander Djokosoetono yang lahir pada 7 April 2022. Sementara itu, anak keduanya adalah Nael Idrus Djokosoetono yang lahir pada 15 Desember 2024.

Mengapa Nikita Willy dikenal dengan soft parenting?

Nikita Willy dikenal dengan pendekatan soft parenting karena konsisten menerapkan pola asuh yang lembut, empatik, dan berfokus pada kebutuhan emosional anak. Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan pentingnya membangun ikatan yang aman dalam berkomunikasi serta menghargai perasaan anak sejak dini.

Apa dampak jangka panjang jika hidden hunger tidak segera ditangani?

Jika berlangsung lama, hidden hunger dapat meningkatkan risiko stunting, menurunkan kecerdasan kognitif, melemahkan sistem imun, serta mengganggu metabolisme tubuh anak. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi kesiapan belajar, produktivitas, hingga kualitas kesehatan anak saat dewasa.

Editorial Team