10 Dampak Kekerasan Verbal pada Anak yang Jarang Diketahui

Anak yang alami kekerasan verbal memiliki dampak pada tumbuh kembangnya

25 Oktober 2021

10 Dampak Kekerasan Verbal Anak Jarang Diketahui
Freepik/peoplecreations

Sebagai orangtua, tentu kita menginginkan anak yang tumbuh dengan baik dan mau mendengarkan setiap nasihat atau arahan yang diberikan. Tetapi dalam perjalanan mendidik anak, hal itu tidaklah semudah yang dibayangkan. Bukan begitu, Ma?

Saat anak mama tidak menuruti setiap perkataan yang Mama dan Papa berikan, tak jarang hal ini membuat orangtua kesal dan berakhir melakukan kekerasan verbal dengan melontarkan kata-kata negatif yang membuat anak merasa tidak dihargai.

Padahal, pola asuh seperti itulah yang justru sebaiknya ditinggalkan dan diubah. Sebab perlakuan kekerasan verbal yang anak dapatkan dalam waktu lama, ternyata bisa memberikan dampak tidak baik untuk tumbuh kembangnya kelak.

Lebih lanjut, berikut Popmama.com telah merangkum 10 dampak kekerasan verbal pada anak. Barangkali dapat menjadi pembelajaran bagi Mama dan Papa sehingga hal ini dapat dihindari. 

1.Tidak percaya diri

1.Tidak percaya diri
Freepik/DCStudio

Anak yang kerap kali dimarahi atau disudutkan menggunakan kata-kata negatif dalam waktu yang lama akan tumbuh menjadi pribadi yang rendah diri. Saat anak merasa demikian, maka rasa percaya dirinya akan sesuatu pun semakin terkikis, Ma. Padahal, rasa percaya diri sangat diperlukan untuk menunjang kesuksesan anak dalam hidupnya kelak.

2. Mengalami gangguan kesehatan

2. Mengalami gangguan kesehatan
Pexels/Gustavo Fring

Terdapat sejumlah penelitian yang menyebutkan bahwa kekerasan verbal pada anak erat kaitannya dengan psikologis anak. Hal ini karena mereka lebih rentan mengalami depresi dan membuat mereka pada akhirnya melampiaskan pada hilangnya napsu makan atau makan berlebih.

Jika anak mengalami hal tersebut, pertumbuhan dan perkembangan anak pun akan terpengaruhi dan lebih rentan mengalami berbagai macam gangguan kesehatan.

3. Tidak bersemangat menjalani hidup

3. Tidak bersemangat menjalani hidup
Pexels/Misha Voguel

Saat anak terlalu sering mendapatkan kata-kata negatif dari orangtuanya, ini akan berpengaruh pada harapan hidup anak kelak. Mereka akan lebih sulit melihat sisi positif kehidupan lantaran sering menjadi sasaran kekerasan verbal. Akhirnya, anak pun merasa tidak bersemangat dan tidak memiliki harapan untuk menjalani kehidupannya.

4. Memicu gangguan perilaku

4. Memicu gangguan perilaku
Freepik

Dampak lainnya yang bisa saja terjadi adalah perubahan gangguan perilaku pada anak. Mereka yang kerap kali menerima perkataan negatif, bisa berubah menjadi pribadi yang pemurung, temperamental, atau bahkan agresif terhadap anak seusianya.

Hal ini lantaran anak terbiasa untuk melampiaskannya dengan meniru apa yang mereka terima. Ketika anak mengalami dampak seperti ini, bukan tidak mungkin jika kelak nanti ia tumbuh menjadi seseorang yang sering membully teman lainnya.

Editors' Picks

5. Membuat anak lebih mudah merasa takut

5. Membuat anak lebih mudah merasa takut
Freepik/Burdun

Anak seharusnya mendapat didikan dan kasih sayang dari orangtuanya. Namun, saat mereka lebih banyak mendapat kekerasan verbal berupa kata-kata negatif, justru ini akan membuat anak tumbuh menjadi sosok yang penakut dan penuh rasa bersalah.

Sebab mereka terus memikirkan kesalahan pada dirinya yang membuat Mama atau Papanya terus memarahi mereka. Alhasil, anak pun tumbuh menjadi sosok yang mudah merasa takut dan tidak berkembang, Ma.

6. Rasa sakit yang tak terlupakan

6. Rasa sakit tak terlupakan
Freepik/jcomp

Jika kekerasan fisik akan menimbulkan rasa sakit yang bisa hilang saat sembuh, namun kekerasan verbal yang sering anak dapatkan justru akan ia bawa sampai semasa hidupnya, Ma.

Rasa sakit karena kata-kata negatif yang merendahkan atau menyudutkan itu membuat munculnya rasa sakit secara emosional yang tak terlupakan dan terus menghantui anak selama menjalani kehidupannya.

Dampaknya pun anak akan terus mengingat setiap kejadian kekerasan verbal yang ia terima dan kembali merasa tersakiti meski kejadian itu sudah bertahun-tahun lamanya.

7. Mengubah perkembangan otak

7. Mengubah perkembangan otak
Freepik/Gpointstudio

Berdasarkan salah satu penelitian yang dilakukan Teicher dkk dalam jurnal tahun 2011 Proceedings of the National Academy of Sciences, disebutkan bahwa stres yang anak alami karena kekerasan verbal dimasa kanak-kanak dapat mengurangi jumlah neuron di hipokampus, bagian otak yang berkaitan dengan regulasi emosional.

Saat anak mama tumbuh dalam lingkungan yang tidak aman dan membuatnya terus merasa ketakutan, maka bukan tidak mungkin emosionalnya tidak tumbuh secara stabil dan akan berdampak buruk pada perkembangan otaknya. 

8. Meningkatkan penggunaan penyalahgunaan obat

8. Meningkatkan penggunaan penyalahgunaan obat
Freepik/master1305

Kekerasan verbal yang anak terima semasa kanak-kanak, juga bisa berdampak bahaya pada tumbuh kembangnya kelak nanti, Ma. Salah satunya meningkatkan penggunaan penyalahgunaan obat.

Mereka yang sering mendapat kekerasan verbal dalam waktu yang lama lebih cenderung terdorong untuk kecanduan narkoba atau alkohol sebagai bentuk pelarian dirinya atau untuk menutupi perasaan sakit tersebut.

9. Membuat anak depresi

9. Membuat anak depresi
Freepik

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, depresi menjadi salah satu dampak yang bisa anak rasakan ketika terlalu lama mengalami kekerasan verbal dari orangtuanya. Anak pun lebih mudah mengkritik dirinya sendiri dan berakhir membuatnya kecewa akan jalan hidup yang ia lalui.

Bagaimanapun, depresi melalui berbagai penelitian yang ada telah mengalami peningkatan dalam beberapa dekade terakhir dan kekerasan verbal yang dialami anak yang depresi justru semakin memperburuk masalah yang mereka hadapi.

10. Menjadi manusia anti sosial

10. Menjadi manusia anti sosial
Freepik/Pvproductions

Dampak terburuk lainnya yang kemudian akan dirasakan anak karena kekerasan verbal adalah mereka tumbuh menjadi seseorang yang tidak peduli pada lingkungan sekitarnya. Karena rasa takut yang rendah diri yang anak miliki, akhirnya anak pun sulit bergaul dan menutup diri. Bahkan, tak jarang anak bisa melakukan tindakan kriminal di kemudian hari karena perlakuan yang ia terima sebelumnya.

Nah, itulah dampak buruk kekerasan verbal pada anak. Meski usianya masih begitu dini, namun perlakuan seperti ini jika terus menerus dilakukan akan memengaruhi tumbuh kembang mereka saat dewasa nanti.

Untuk itu, penting bagi orangtua memberikan pola asuh yang tepat dengan tidak melakukan kekerasan baik secara verbal maupun non verbal. Yuk, lebih diperhatikan lagi demi masa depan anak yang lebih cemerlang.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.