Terkenal Paling Unggul, Ini Pola Asuh Anak Generasi Alpha

Jangan salah, Ma, begini cara mendidik anak generasi alpha

29 September 2020

Terkenal Paling Unggul, Ini Pola Asuh Anak Generasi Alpha
Freepik/prostooleh

Sebagai orangtua, memberikan yang terbaik pada anak tentu menjadi kewajiban tersendiri. Terlebih dalam memberikan pola asuh yang tepat dan terbaik untuk tumbuh kembang anak.

Namun tidak semua pola asuh dapat diterapkan kepada anak, sebab setiap anak memiliki karakter yang berbeda, Ma. Jadi tidak bisa disamaratakan ya!

Berbeda lagi dengan anak dengan generasi alpha atau generasi yang lahir dari 2010-2025. Menjadi orangtua dari generasi alpha atau generasi paling unggul tentu bukan hal yang mudah.

Dalam sesi berbincang bersama Rosdiana Setyaningrum, M.Psi., MHPEd selaku Psikolog Anak dan Remaja dalam event Popmama Parenting Academy (POPAC) 2020 bersama AQUA pada Selasa (29/09/20), Rosdiana atau biasa disapa Diana membagikan tips untuk para Mama dalam mendidik anak generasi alpha.

Lantas, seperti apa tips pola asuh serta tantangan yang dihadapi orangtua generasi alpha? Yuk, simak rangkuman Popmama.com berikut ini.

1. Ciri khas anak generasi alpha

1. Ciri khas anak generasi alpha
Popmama.com/Ninda Anisya

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai tantangan serta tips pola asuh anak generasi alpha, yuk cari tahu ciri apa saja anak-anak generasi alpha. Berikut ciri yang Diana paparkan saat Popmama Parenting Academy (POPAC) 2020 oleh AQUA:

  • Lebih melek teknologi. Tidak salah jika anak generasi alpha terkenal sebagai generasi paling unggul, sebab mereka lebih melek teknologi dibanding generasi sebelumnya, Ma. Jadi, tidak salah anak Mama sangat up to date dengan teknologi terkini.
  • Voice recognation. Jika para orangtua masih perlu belajar untuk memahami sesuatu, anak geenrasi alpha bisa dengan memudah memahami sesuatu baru hanya melalui pesan suara.
  • Kreatif dan suka sesuatu yang menyenangkan. Jika anak Mama suka bermain dengan hal-hal yang kreatif dan menyenangkan seperti membuat Leggo, Roblox, dan lain sebagainya. Mungkin ini menjadi indikasi bahwa anak Mama adalah anak geenrasi alpha.
  • Paling tidak tergantung dengan teknologi. Meski terkenal melek teknologi, tetapi anak dengan generasi alpha tidak selalu bergantung pada teknologi lho! Hal ini lantaran mereka kreatif dan lebih suka membuat hal-hal baru tanpa gadget.
  • Senang bergerak. Anak generasi ini juga terkenal suka bergerak, Ma. Baik olahraga ringan atau menari. Jadi jika gadget mereka tanpa koneksi, mereka akan mencari kegiatan lain yang membuatnya tidak berdiam diri.
  • Dekat dengan kakek nenek. Jika Mama dan Papa sibuk kerja, tidak perlu panik anak bermain sendiri. Anak generasi alpha juga terkenal dekat dengan nenek dan kakeknya, Ma. 

2. Tantangan yang dihadapi orangtua anak generasi alpha

2. Tantangan dihadapi orangtua anak generasi alpha
Pexels/Julia M Cameron

Dalam paparannya, Diana menyebutkan bahwa generasi alpha yang usianya mudah itu lebih sedikit dibanding dengan mereka generasi alpha yang umurnya lebih tua.

Jadi yang akan menjadi tantangan adalah akan banyak menanggung masalah ekonomi dan global warning.

Selain itu, pekerjaan anak-anak generasi alpha juga menjadi tantang tersendiri bagi orangtua. Sebab akan banyak pekerjaan baru yang orangtua belum pernah bayangin sebelumnya.

Namun meski demikian, anak-anak generasi alpha disebutkan Diana akan menjadi masyarakat dunia. 

Maksudnya adalah, anak-anak akan lebih mudah beradaptasi di negara mana pun atau di mana pun mereka berada.

Inilah tantangan yang dihadapi orangtua, bagaimana caranya bisa mendidik anak yang siap menjadi masyarakat dunia.

Editors' Picks

3. Tips dan trik mengasuh anak generasi alpha

3. Tips trik mengasuh anak generasi alpha
Popmama.com/Ninda Anisya

Setelah mengetahui ciri dan tantangan orangtua anak generasi alpha, Diana juga membagikan tips dan trik dalam mengasuh dan mendidik anak-anak generasi alpha. Berikut diantaranya:

  • Mengajarkan anak untuk hidup sehat. Dengan dunia yang semakin cepat maju, maka dari kecil mereka harus diajarkan dengan kehidupan sehat sejak usia dini. Hal ini agar ia siap menghadapi dunia di masa mendatang.
  • Tetap buat tubuhnya terhidrasi. Anak generasi alpha terkenal dengan mereka yang selalu bergerak, terlebih di masa pandemi yang mengahruskan kegiatan sekolah dilakukan dari rumah, mereka akan lebih lupa minum, Ma. Jadi pastikan untuk selalu memberikan anak cukup minum ya!
  • Ajarkan anak untuk menjadi pembelajar. Semakin cepatnya dunia, maka Mama harus mempersiapkan anak untuk menjadi pembelajar. Mengapa demikian? Sebab anak akan menjadi masayarakat yang harus siap menghadapi tantangan dunia.
  • Memberikan contoh yang baik. Tak perlu mengajarkan banyak hal, anak generasi alpha akan melihat dan mencontohkan apa yang ia lihat dari orangtua. Jadi, Mama dan Papa bisa memberikan contoh yang baik jika menginginkan anak tumbuh menjadi pribadi yang baik.
  • Buat suasana menyenangkan di tengah pandemi. Mama dan Papa bisa membuat suasana belajar atau bermain menjadi lebih menyenangkan. Hal ini karena ciri anak generasi alpha yang suka hal menyenangkan, jadi pastikan anak tetap nyaman dan merasa senang dalam melakukan hal apapun meski di rumah saja, Ma.
  • Mengajarkan sosialisasi di tengah pandemi. Saat ini, seluruh kegiatan anak tentu menjadi lebih terbatas karena harus dilakukan dari rumah. Namun meski demikian, anak tetap harus diajarkan bersosialisasi, Ma. Mama bisa memberikan anak tetap bersosialisasi dengan teman-temannya melalui teknologi yang ada, seperti mengajaknya video call atau sekedar telepon.

4. Tips menjaga kesehatan anak generasi alpha di masa pandemi

4. Tips menjaga kesehatan anak generasi alpha masa pandemi
Unsplash/Max Titov

Tak hanya untuk semua orangtua generasi alpha, seluruh orangtua tentu harus memberikan yang terbaik dalam menjaga kesehatan dan keamanan anak di masa pandemi Covid-19 ini.

Dalam paparannya, Diana menegaskan agar orangtua menjadi contoh yang baik dalam menjaga kesehatan keluarga termasuk anak-anak.

Sebab anak tak perlu banyak diberikan perintah, namun Mama dan Papa bisa langsung memberikan contoh apa yang harus mereka lakukan dalam menjaga kesehatannya.

Misalnya, dibanding memberitahu anak cara mencuci tangan dan memakai masker yang benar, Mama sebaiknya memberikan contoh bagaimana mencuci tangan yang baik dan benar, bagaimana memakai masker dan menjaga jarak dengan orang lain selama pandemi.

Mama dan Papa juga harus mengajarkan pola hidup sehat dengan memberikan makanan yang bergizi, mengonsumsi suplemen vitamin, dan melakukan olahraga bersama. Meski di rumah saja, anak tetap harus bergerak dan mendapat asupan yang bergizi untuk tumbuh kembangnya, Ma.

Terakhir yang terpenting adalah, memberikan minum yang cukup agar anak tetap terhidrasi selama di rumah saja.

Sebab minum air yang cukup adalah hal yang penting agar anak tetap fokus dalam berbagai kegiatan. Terlebih saat harus menyelesaikan kegiatan belajar secara online di rumah.

5. Mengatasi anak generasi alpha dalam menggunakan gadget

5. Mengatasi anak generasi alpha dalam menggunakan gadget
Freepik

Dalam sesi berbincang bersama Rosdiana Setyaningrum dalam event Popmama Parenting Academy (POPAC) 2020 oleh AQUA, terdapat sesi tanya jawab dengan para Mama dalam mengasuh anak generasi alpha.

Salah satunya pertanyaan yang diberikan Mama Ajeng yaitu bagaimana mengatasi anak generasi alpha untuk pemakaian gadget di rumah. Diana kemudian memberikan masukan kepada Mama Ajeng dan Mama di rumah untuk membedakan terlebih dahulu screen time antara belajar online di rumah dengan bermain game atau menonton.

Jika screen time bermain anak untuk usia 7 tahun ke atas, Diana menyebutkan bahwa Mama bisa memberikan waktu anak bermain gadget paling lama dua jam. Screen time ini tentunya berbeda jika mereka harus belajar secara online ya, Ma.

Saat anak belajar online di rumah, otomatis fokusnya akan terus menatap layar gadget atau laptop, bukan?

Nah, dalam hal ini kemudian Diana menegaskan para Mama untuk menggunakan metode 22.

Metode ini mungkin masih belum diketahui para orangtua yang sedang membimbing anaknya belajar online. Metode ini merupakan metode 20 menit anak menatap layar, kemudian 2 menit memandang lurus tanpa layar.

Jadi selama dua menit ini, biarkan mata anak istirahat sebentar ya, Ma! Mama juga bisa mengajak anak untuk sedikit bergerak agar tubuhnya tidak tegang untuk melanjutkan pelajaran.

Setelah itu berikan minum agar anak tetap fokus untuk menyelesaikan PJJ ini.

6. Pentingnya memebrikan minum yang cukup pada anak

6. Penting memebrikan minum cukup anak
Freepik

Selain memberikan pola asuh dan pendidikan yang tepat kepada anak generasi alpha, penting juga untuk memberikan edukasi hidrasi yang sehat sejak dini. Sebab ini juga menjadi salah satu pola asuh bagi generasi alpha yang akan memengaruhi kondisi kognitif.

Jadi, air minum membawa peran penting dalam tumbuh kembang anak juga, Ma! Untuk itu, pastikan memilih air minum yang berkualitas dan terlindungi.

Jadi, selain menerapkan pola asuh generasi alpha yang sudah disebutkan di atas, tetap pastikan nutrisi anak terjaga dan anak tetap terhidrasi dengan minum yang cukup ya, Ma.

Semoga bermanfaat dan tetap semangat mengasuh serta mendidik anak di masa pandemi ini ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.