7 Tips Mendidik Anak agar Tidak Mudah Melawan Orangtua

Tidak membentak anak jadi salah satu cara terbaik

9 Januari 2022

7 Tips Mendidik Anak agar Tidak Mudah Melawan Orangtua
Pexels/Ketut Subiyanto

Setiap orangtua tentu menginginkan anak yang berperilaku baik dan berbakti kepada kedua orangtuanya. Namun kenyataannya, untuk mendapatkan anak seperti itu membutuhkan usaha dari orangtua yang tak mudah.

Salah satunya dengan mendidik anak agar menjadi pribadi baik dan tidak mudah melawan. Itulah mengapa perlu adanya pola asuh dan didikan yang sesuai agar anak dapat tumbuh menjadi sesuai yang diharapkan.

Untuk mendidik anak agar memiliki karakter yang demikian, berikut Popmama.com telah merangkumkan beberapa tips berikut yang bisa Mama dan Papa coba terapkan.

1. Jelaskan posisi antara anak dan orangtua

1. Jelaskan posisi antara anak orangtua
Freepik/Pch.vector

Di usia anak, mereka umumnya memiliki pandangan yang berbeda tentang orangtuanya. Untuk itu perlu adanya pengertian yang jelas terkait posisi dan peran antara anak dan orangtua.

Jelaskan dengan bahasa yang mudah anak pahami tentang perbedaan dan sikap apa saja yang perlu dilakukan untuk menjalani peran tersebut di dalam keluarga. Dengan begitu anak akan lebih mudah memahami apa yang orangtuanya perintahkan.

2. Melibatkan anak dalam segala sesuatunya

2. Melibatkan anak dalam segala sesuatunya
Freepik/Vadiar

Anak yang cenderung melawan atau membangkang biasanya didasari atas pola asuh yang keliru. Sebab anak merasa dirinya tidak diperlakukan dengan baik, sehingga cenderung menjadi anak yang mudah melawan.

Untuk itu, tips satu ini mungkin bisa Mama coba terapkan, yakni dengan melibatkan anak ke dalam segala hal termasuk berpendapat dan pengambilan keputusan. Meski usianya masih anak-anak, kelak mereka akan merasa dihargai dan menyadari keberadaannya di dalam sebuah keluarga.

Editors' Picks

3. Tidak mendidik anak dengan bentakan

3. Tidak mendidik anak bentakan
Freepik

Tips terpenting lainnya adalah tidak mendidik anak dengan bentakan. Biasanya ini dilakukan orangtua ketika merasa lelah, kesal, dan terpancing emosi karena anak yang tidak menurut. Meski menjadi hal yang wajar, namun jika terus menerus juga bisa memengaruhi perkembangan anak, Ma.

Meski sedang lelah dan merasa kesal, pastikan Mama dan Papa tidak melampiaskannya pada anak. Dengan membentak justru bisa menempel pada ingat anak dan bisa memicu terjadinya perlawanan dengan orangtuanya.

4. Hadapilah dengan halus namun tetap tegas memberi batasan

4. Hadapilah halus namun tetap tegas memberi batasan
Pexels/Monstera

Semakin bertambahnya usia anak, mereka akan merasa bahwa dirinya bukan lagi anak kecil yang bisa diperlakukan seperti saat dirinya masih balita dulu. Untuk itu, cara terbaik menghadapinya adalah dengan cara yang halus namun tetap tegas.

Meneruskan poin sebelumnya, mendidik anak dengan bentakan dan diperlakukan kasar justru membuat anak cenderung menjadi semakin melawan, Ma. Sehingga cara terbaiknya adalah mendekati anak dengan halus, namun tetap menegaskan batasan bahwa ia tak boleh bersikap bersikap tidak hormat pada orangtua.

5. Mendengarkan anak secara seksama

5. Mendengarkan anak secara seksama
Pexels/RODNAE Productions

Dalam keluarga, orangtua memang memiliki peranan tertinggi dan memegang kendali penuh atas banyak hal. Bahkan, urusan anak pun termasuk ke dalam kendali orangtua. Hal ini yang pada akhirnya membuat anak menjadi merasa ruang geraknya dibatasi oleh Mama dan Papa.

Pemikiran seperti itu tentu bisa membuat anak dan orangtua selisih paham, itulah mengapa penting memposisikan diri sebagai sosok yang berusaha mendengarkan anak dan melihat masalah dari beragam perspektif, termasuk perspektif anak mama.

6. Saling menghormati dan menghargai

6. Saling menghormati menghargai
Freepik/our-team

Ketika orangtua dan anak sudah mengetahui posisi serta peran masing-masing dalam sebuah keluarga, maka bukan tidak mudah anak bisa lebih menghormati orangtuanya, bukan?

Untuk itu, kita sebagai orangtua juga perlu mengajarkan pada anak sikap saling menghormati dan menghargai. Hal ini bisa dimulai dari dalam rumah antara orangtua dan anak, guna menjaga keharmonisan keluarga. Dengan begitu, anak bisa memahami bahwa sejatinya keharmonisan dalam keluarga sangat dibutuhkan.

7. Nasihatkan anak dengan perkataan yang logis

7. Nasihatkan anak perkataan logis
Pexels/Ron Lach

Anak-anak yang sudah memasuki usia sekolah biasanya mulai memahami banyak hal baru, Ma. Untuk itu, cobalah untuk menasehati anak yang melawan dengan perkataan yang masuk akal dan logis.

Tidak sekadar memberikan hukuman yang sifatnya mengancam, tetapi Mama juga perlu menunjukkan sisi kebijaksanaan dan wibawa sebagai orang yang lebih dewasa darinya. Kembali lagi pada poin sebelumnya, pastikan menasehati anak dengan cara yang lembut namun tetap tegas, ya.

Itulah beberapa tips mendidik anak agar tidak mudah melawan orangtua. Untuk mendapat anak seperti demikian, tentu perlu diiringi dengan usaha berupa pola asuh terbaik. Semoga bermanfaat dan selalu dhindari dari anak dengan perilaku membangkan ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.