Setiap orangtua tentunya ingin anak berada dalam lingkungan yang baik, dengan pemahaman yang baik pula. Tetapi peer pressure bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Kekuatan keluarga juga bersaing dengan kekuatan tekanan teman sebaya dan orangtua perlu tahu cara membantu anak menghindari dan mengatasi peer pressure dengan sebaik-baiknya.
Ajak bicara anak dari hati ke hati
Jika anak mulai menunjukkan perilaku dan tuntutan yang tak biasa, bicaralah kepada mereka sebagai teman. Dengan memperlakukan mereka sebagai seseorang yang bertanggungjawab dan mampu mengatasi masalahnya, anak akan lebih terbuka tentang apa yang mereka khawatirkan.
Berikan pengertian tentang posisi orangtua
Untuk anak-anak yang ditekan dari sisi finansial dan gaya hidup, orangtua perlu memberikan pengertian bahwa masing-masing keluarga memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Ajak anak untuk belajar bersyukur dan menghadapi tekanan negatif tersebut sebagai lecutan untuk belajar lebih keras dan berprestasi agar anak tak dihormati hanya dari segi materi saja oleh kelompok sosialnya.
Gali informasi dari lingkungan di sekolahnya
Terkadang, anak menutup-nutupi apa yang ia rasakan dan ia alami di sekolah. Mama bisa berbicara dengan guru si Anak tentang apa yang Mama khawatirkan terhadapnya. Guru, sebagai orang yang banyak menghabiskan waktu dengan anak selain keluarga, juga perlu mengetahui kekhawatiran Mama agar dapat menciptakan suasana sosial yang nyaman di sekolah.
Yang penting ditanamkan pada anak adalah setiap manusia punya porsi dan kemampuannya masing-masing. Bekali anak dengan pengertian dan kepercayaan diri serta keterbukaan dengan orangtua agar ia siap menghadapi masalah-masalah yang terjadi di lingkungan sosialnya dengan baik dan tidak terjerumus pada hal-hal yang merugikan.