Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
dad and his kids
Freepik

Peran seorang Papa dalam mendidik anak laki-lakinya sangatlah penting. Papa bukan sekadar hadir sebagai pencari nafkah, tapi guru pertama yang mengajarkan anak laki-laki tentang tanggung jawab, karakter, dan ketangguhan sejati.

Anak laki-laki yang tangguh itu bukan berarti anak tumbuh dengan kekerasan, tapi tentang bagaimana mengajarkan nilai-nilai hidup yang akan membentuknya menjadi pribadi yang berintegritas dan mampu menghadapi dunia.

Nah, kali ini Popmama.com akan merangkumkan 20 pelajaran penting yang perlu diajarkan Papa kepada anak laki-lakinya agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh.

1. Ajarkan tanggung jawab

Freepik.com

Kebebasan tanpa tanggung jawab hanya akan menumbuhkan sikap suka menuntut, Pa. Jadi, mulai ajarkan padanya bahwa setiap tindakan punya konsekuensi.

Dengan memahami ini sejak dini, anak laki-laki papa pun akan tumbuh menjadi lelaki yang bisa dipercaya dan tahan banting.

2. Disiplin, bukan sekadar motivasi

Freepik

Motivasi itu bisa naik turun, apalagi di hari-hari sulit. Yang bertahan adalah disiplin.

Jadi, agar anak punya kepribadian yang tangguh dan bertanggung jawab, Papa perlu mengajarkan konsistensi dan komitmen, karena kehidupan nyata penuh dengan tantangan, bukan hanya hari-hari yang ideal.

3. Ajarkan anak untuk tidak beralasan

Freepik

Setiap alasan yang dicari untuk menghindar justru melatih pikiran untuk lari dari tanggung jawab, Pa. Lama-kelamaan, ini akan mengurang rasa percaya diri mereka.

Padahal, laki-laki yang kuat berani mengakui kesalahan dan mengambil alih hasil dari keputusannya, baik atau buruk. Untuk itu, ajarkan pada mereka untuk bertanggung jawab dan tidak terus beralasan.

4. Beri tahu anak kalau hidup tak selalu adil

Freepik

Dunia tidak selalu memberi reward atas usaha kita dengan cara yang adil, tapi dunia menghargai kompetensi. Maksudnya, Papa bisa mulai mengajari anak menerima kenyataan ini lebih awal akan membangun ketahanan mentalnya.

Meski hidup tak selalu mudah, anak yang selalu mengeluh hanya akan menumbuhkan kepahitan. Ajarkan padanya untuk belajar menerima apapun dalam hidupnya.

5. Belajar menguasai emosi

Freepik

Ajarkan anak bahwa mengatur emosi bukanlah tanda kelemahan, tapi tanda penguasaan diri. Laki-laki yang tenang akan lebih baik dalam menghadapi kekacauan.

Karena anak yang selalu dikuasi amarah justru bisa merusak hubungan dengan orang lain dan memengaruhi keputusan yang ia ambil nantinya.

6. Jadi contoh dalam menghormati orang lain

Freepik/pressfoto

Sebagai peniru ulung, anak akan meniru dari apa yang Papa dan Mamanya lakukan sehari-hari, termasuk belajar menghormati orang lain.

Papa bisa menjadi contoh baik dengan menunjukkan cara bicara yang sopan, mendengarkan, dan menghargai pendapat berbeda. Itu lebih berpengaruh dari sekadar perintah.

7. Jangan terlalu memanjakan dan memberi kemudahan

Freepik/gpointstudio

Jika ingin anak laki-laki yang tangguh, Papa perlu membiasakan anak untuk tidak terlalu memanjakannya. Biarkan anak mengalami tantangan sesuai usianya.

Saat ia berusaha menyelesaikan masalah sendiri, itu menguatkan mentalnya. Terlalu dilindungi justru bisa membuatnya rapuh.

8. Janji adalah komitmen

Freepik/zinkevych

Tekankan pada anak bahwa apa pun yang sudah dijanjikan, harus ditepati. Mulai dari hal kecil, seperti janji pulang tepat waktu.

Dengan cara yang sederhana dan konsisten ini, anak akan membangun citra dirinya sebagai orang yang bisa dipercaya karena memiliki komitmen kuat.

9. Dorong agar anak percaya kemampuannya

Freepik

Dorong anak untuk percaya pada kemampuannya sendiri, Pa. Misalnya, saat menghadapi pekerjaan rumah yang sulit, tawarkan bimbingan, bukan langsung memudahkan anak dengan memberikan jawaban.

Kepercayaan diri itu modal berharga. Saat mereka percaya akan kemampuannya, anak pun bisa tumbuh jadi pribadi yang tangguh dan punya tanggung jawab pada dirinya.

10. Bakat harus diiringi dengan usaha

Pexels/Ayyeee Ayyeee

Punya bakat alam itu bagus untuk tumbuh kembangnya, Pa, tapi tanpa latihan dan ketekunan, bakat bisa hilang. Jadi, Papa perlu mendidik anak menjadi pribadi tangguh dengan memuji usahanya, bukan cuma hasilnya saja.

"Papa lihat kamu latihan terus, hebat!" contoh kalimat seperti ini bisa Papa berikan pada anak untuk meningkatkan semangatnya dalam berusaha.

11. Ajarkan anak punya inisiatif

Freepik

Alih-alih menunggu orang lain menyelesaikannya, coba tanamkan pada anak untuk mengambil inisiatif sendiri, Pa. Jika ada masalah, bantu ia berpikir, "Apa yang bisa aku lakukan?"

Sikap proaktif ini akan membuatnya menjadi problem-solver sejak ini, bukan sekadar sebagai penonton dalam kehidupannya sendiri.

12. Perlakukan permpuan dengan hormat

Freepik

Hormat kepada perempuan dimulai dari cara memperlakukan Mamanya sendiri dengan baik.

Dalam kehidupan sehari-hari, Papa bisa memberi contoh pada anak dengan membantu Mama di rumah, bicara dengan sopan, dan dengarkan pendapat perempuan.

Ini bertujuan agar anak tak hanya hormat pada Mamanya, tapi juga pada menghargai perempuan lain.

13. Jangan sungkan minta tolong

Freepik

Anak yang meminta tolong bukan berarti dia lemah, Pa. Justru ajarkan pada anak jangan sungkan bilang, "Aku butuh bantuan," saat memang tidak bisa.

Dengan sikap seperti ini, orangtua bisa melatih kecerdasan anak untuk mengenali batas diri. Kolaborasi dengan orang lain saat membutuhkan bantuan justru bisa menghasilkan solusi yang lebih baik.

14. Beri tahu anak bahwa kegagalan adalah bagian dari proses

Freepik

Saat anak gagal, jangan langsung memarahinya. Tanyakan, "Apa pelajaran dari kejadian ini?"

Jadikan kegagalan sebagai bahan diskusi, bukan sesuatu yang memalukan. Jelaskan juga pada mereka bahwa setiap kegagalan adalah batu loncatan menuju kesuksesan, asal kita mau mengambil hikmahnya.

15. Kelola uang sejak kecil

Freepik

Ajarkan anak untuk menabung sejak kecil juga bisa membuat mereka tumbuh jadi anak laki-laki yang tangguh. Berikan uang saku dan ajari membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Kebiasaan baik soal uang akan sangat membantunya saat dewasa, karena kecerdasan finansial adalah salah satu bekal terpenting untuk masa depannya nanti.

16. Pilih yang terbaik untuk masa depan

Freepik

Latih anak untuk menahan diri saat menginginkan sesuatu. Misalnya, "Kalau uangnya ditabung dulu, nanti bisa beli mainan yang lebih kamu mau."

Cara ini melatih kesabaran dan perencanaan anak sejak dini, Pa. Kemampuan menunda kepuasan adalah kunci dari kesuksesan jangka panjang dalam banyak hal.

17. Ajarkan untuk berpikir sebelum bertindak

Freepik

Pelajaran hidup lainnya yang bisa Papa ajarkan adalah berpikir sebelum bertindak.

"Coba pikir dulu, apa akibatnya kalau kamu lakukan ini?" Ini membantu menghindari penyesalan di kemudian hari. Karena tindakan impulsif sering kali membawa masalah, sementara pertimbangan yang matang membawa hasil yang baik.

18. Belajar hargai waktu

Freepik

Waktu itu berharga dan tidak bisa diulang, jadi ajari anak mengatur waktunya antara bermain, belajar, dan istirahat. Jangan biasakan menunda-nunda pekerjaan, karena. manajemen waktu yang baik adalah fondasi untuk meraih target dan impiannya.

19. Jangan mengharapkan pujian dari luar

Freepik

Salah satu pelajaran penting lain yang perlu orangtua tanamkan pada anak adalah untuk menghargai diri sendiri dulu sebelum mengharapkan pujian dari luar.

Papa bisa mengatakan, "Yang penting kamu sudah melakukan yang terbaik," untuk membangun rasa percaya diri. Ketika bahagianya berasal dari dalam, anak pun tak akan mudah goyah oleh penilaian orang lain.

20. Jadilah pribadi yang bisa diandalkan

Freepik

Anak laki-laki kelak nanti akan hidup sebagai seorang pemimpin dalam keluarganya. Bukan hanya di keluarga, tapi bisa juga dalam berorganisasi atau pekerjaan.

Nah, sebelum ingin jadi pemimpin, ajarkan pada anak untuk menjadi orang yang bisa dipercaya. Tepati janji, datang tepat waktu, dan selesaikan tugas dengan baik sebagai bentuk kepercayaan dirinya.

Kepercayaan adalah fondasi segala hubungan, karena reputasi sebagai pribadi yang reliable akan membuka lebih banyak pintu daripada sekadar kecerdasan.

Mendidik anak adalah investasi jangka panjang. Dengan pesan-pesan sederhana namun penuh makna ini, Papa sedang membekali anak laki-lakinya dengan ketangguhan hati dan pikiran untuk menghadapi dunia yang sesungguhnya.

Meski prosesnya akan panjang dan penuh tantangan, tapi jika dilakukan konsisten dan sepenuh hati, hasilnya akan sepadan untuk membentuk anak laki-laki yang kuat dan bertanggung jawab.

Editorial Team